Tutorial Membuat Web Online Part 6: Hal-Hal Penting Sebelum Membeli Web Hosting

Posted on

Setelah memahami istilah-istilah dan hal teknis mengenai hosting dan domain, kali ini saya akan membahas hal-hal apa saja yang wajib dimengerti sebelum membeli atau menyewa web hosting dan domain registrar.

Terdapat banyak penyedia jasa web hosting dan web domain, kalau rekan rekan mencarinya di google, jumlahnya dapat mencapai ratusan. Itu hanya untuk perusahaan lokal, belum lagi layanan jasa web hosting dan web domain dari luar negeri.

Kali ini kita akan melihat aspek apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih web hosting dan web domain.


Pilih Perusahaan Lokal atau Luar Negeri?

Mungkin ini ialah topik yang betul-betul sering dibahas di forum-forum diskusi mengenai web hosting dan web domain. Menyewa jasa web hosting/domain lokal maupun luar negeri mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Beberapa pihak men-klaim penyedia jasa web hosting dan web domain luar negeri lebih bagus daripada penyedia lokal. Dapat iya, dapat pun tak. Beberapa penyedia web hosting lokal hakekatnya ialah sebuah reseller dari perusahaan luar negeri. Dengan kata lain, produk dan layanan yang di sediakan ialah produk luar negeri, dengan demikian kualitas yang didapat relatif sama.

Menyewa hosting lokal pun relatif gampang dan murah. Karena kita tinggal mengunjungi situs penyedia web hosting, memilih paket yang diinginkan, mentransfer dana lewat bank lokal (dapat lewat ATM), dan situs telah dapat digunakan. Selain itu, kalau ada pertanyaan atau masalah, kita tinggal menghubungi pihak hosting atau menelponnya. Semua dapat dilakukan dengan bahasa Indonesia.

Di lain pihak, membeli hosting dari luar negeri ‘agak ribet’, terutama kalau rekan rekan belum terlalu paham bahasa inggris. Proses transfer dana pun tak gampang. Umumnya cara betul-betul cepat ialah menggunakan kartu kredit atau membeli dengan akun paypal. Ditambah lagi kurs dollar yang tak stabil. Harga yang ‘murah’ dikala ini belum tentu ‘murah’ di tahun depan.

Kelebihan membeli hosting luar negeri karena dianggap telah teruji kualitasnya. Beberapa layanan web hosting dan web domain luar negeri ada yang telah beroperasi puluhan tahun, dan mempunyai basis pengguna yang banyak, karenanya tak heran beberapa kalangan memilih untuk membeli layanan hosting dari luar negeri.

akan tetapi, sekali lagi kalau rekan rekan baru memulai mendesain situs sendiri, sebaiknya memilih layanan web hosting di negeri, karena kalau ada masalah atau terdapat hal yang ingin ditanyakan, kita tak repot mesti berbahasa inggris.


Bandingkan Harga dan Fitur yang Disediakan

Sebelum membeli, ada baiknya rekan rekan pun membandingkan harga dan fitur yang ditawarkan. Beberapa paket web hosting menawarkan harga yang murah, tapi dengan fitur yang dibatasi.

Dari yang yang telah kita bahas di tips dan pertimbangan memilih web hosting, beberapa paket ada yang membatasi dari kapasitas harddisk, jumlah database dan email, serta fitur lain seperti addon domain. Pertimbangkan mengenai hal ini sebelum membeli.

Pembahasan mengenai fitur2 teknis web hosting telah kita bahas di panduan memahami fitur-fitur web hosting.


Mencari Review dan Pengalaman Pengguna Lain

Mengerjakan searching mengenai pengalaman dari pengguna lain pun hal yang perlu dilakukan. Namun perlu diperhatikan bahwa umumnya review ini dapat benar-benar bias, karena beberapa penulis review pun sekaligus selaku ‘agen’ dari perusahaan jasa web hosting tersebut. Atau di istilah internet marketing, si pembuat review pun sekaligus selaku affiliate.

Selain itu di di bisnis ini benar-benar lumrah seseorang ‘dibayar’ untuk menulis review mengenai kualitas layanan sebuah web hosting.

Beberapa faktor yang dapat dijadikan bahan pertimbangan ialah telah berapa lama penyedia web hosting tersebut menjalankan bisnisnya, berapa banyak jumlah pengguna yang memakai jasa dari web hosting tersebut, dan siapa saja penggunanya.

Untuk penyedia jasa web hosting yang mempunyai basis pengguna yang besar, mungkin rekan rekan pun akan menemukan banyak keluhan-keluhan mengenai layanannya. Ini dapat dimaklumi, karena semakin banyak yang menggunakan jasa, semakin banyak pun pengguna yang komplain. Seandainya basis pengguna web hosting tersebut masih sedikit, karenanya mungkin hanya sedikit yang menjalankan komplain.

Selain itu, 1 customer yang komplain, akan memposting pengalamannya dimana-mana, sedangkan 1000 customer yang ‘puas’ biasanya tak ambil pusing untuk menulisnya 🙂

Walaupun demikian, melihat review dari pengguna lain tetap menjadi pertimbangan, dengan beberapa catatan dari hal yang kita bahas disini.


Kupon Discount dan Hari Khusus

Dari yang layaknya bisnis internet, rekan rekan dapat mencari discount khusus untuk memperoleh potongan harga. Mayoritas situs penyedia web hosting selalu menyediakan kupon-kupon khusus untuk setiap dikala agar menggaet pembeli. Kamu dapat memanfaatkan hal ini.

Selain itu, membeli layanan web hosting di hari-hari khusus pun dapat mendapat potongan harga. Selaku contoh, beberapa situs web hosting lokal memberikan potongan harga kalau kita membeli di hari Kartini, 17 agustusan, lebaran, natal atau tahun baru.

Untuk situs luar, discount yang besar dapat didapat di dikala black friday, yakni sehari setelah hari thanksgiving di Amerika Serikat, yakni sekitar tanggal 23 hingga 29 November. Di hari ini kita dapat memperoleh discount hingga 90% dari harga normal. Hari-hari khusus lain yang umum memberikan discount ialah natal dan tahun baru.

Namun di balik discount yang besar, terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku 🙂

Umumnya discount hanya berlaku untuk 1 kali siklus pembayaran, yakni hanya di tahun pertama-tama saja. Untuk tahun kedua dan seterusnya, kita kembali membayar dengan harga normal.

Kamu pun sebaiknya teliti dengan harga murah atau discount yang besar ini dan tak terjebak di “syarat dan ketentuan”. Selaku contoh, harga domain .com biasanya berkisar antara US$ 10 – 15. Beberapa situs ada yang menawarkan harga US$ 0.99 di tahun pertama-tama, namun di tahun kedua dan seterusnya rekan rekan mesti membayar US$ 20 🙁


Memisahkan Web Hosting dengan Domain Registrar

Beberapa pertimbangan yang pun sering dibahas ialah mengenai pemisahan situs penyedia web hosting dengan situs pendaftaran domain (domain registrar). Ini terjadi karena ada beberapa situs penyedia web hosting yang ‘nakal’.

Ketika kita membeli web hosting, hampir semua penyedia jasa web hosting pun sekaligus berperan selaku penyedia jasa domain registrar, yakni layanan untuk mendaftarkan nama laman. Untuk web hosting yang ‘nakal’, nama situs ini didaftarkan atas nama situs web hosting, bukan atas nama rekan rekan.

Setelah sebuah situs ‘onl
ine’, kita dapat dengan gampang pindah hosting ke penyedia hosting lainnya (terlepas dari pengetahuan teknis yang diperlukan). Namun untuk nama domain, ini ialah identitas yang telah kita bangun dengan susah payah, dan pastinya rekan rekan tak ingin mengganti nama domain yang telah dibangun pada kurun waktu bertahun-tahun ini.

Akibatnya, ketika suatu dikala kita ingin ‘pindah’ ke web hosting lain (karena satu dan lain hal), kita tak dapat membawa serta nama domain tersebut (karena dimiliki oleh web hosting). Ini benar-benar mengesalkan, karena kita ‘terpaksa’ menggunakan web hosting tersebut selamanya.

Oleh karena itu, rekan rekan sebaiknya memastikan apakah domain tersebut menjadi milik rekan rekan, atau cuma ‘dipinjamkan’ kepada rekan rekan. Hal ini menjadi benar-benar urgen kalau web hosting yang menyertakan paket ‘free domain’. Ini dapat ditanyakan dikala ingin membeli web hosting.

Kekurangan cara pemisahan web hosting dan domain registrar ini ialah kita mesti memerlukan pengetahuan teknis. Seandainya rekan rekan baru pemula yang baru pertama-tama kali mendesain laman, membeli web hosting dan mendaftarkan namanya di situs yang sama ialah alternatif yang gampang dan cepat. Pun tagihan web hosting dan web domain hanya lumayan satu (tak terpisah).


Jadi, Web Hosting mana yang sebaiknya saya beli?

Mungkin inilah pertanyaan ‘final’ sebelum memutuskan membeli web hosting. Saya mencoba untuk tak ‘menjual’ sebuah merk web hosting, dan pun tak bertanggung jawab seandainya rekan rekan mengalami pengalaman yang tak mengenakkan dari beberapa web hosting dibawah ini (istilahnya: ‘disclaimer on’..hehe).

Untuk situs luar negeri, beberapa web hosting besar yang sering direkomendasikan ialah bluehost, godaddy, hostgator, hawkhost, dan dreamhost. Untuk domain registrar (kalau rekan rekan memutuskan untuk memisahkannya), dapat menggunakan namecheap.

Untuk situs di negeri, dapat mencoba masterweb, idwebhost, rumahweb, jagoanhosting, qwords, jogjahost, dan niagahoster. Khusus untuk praktek panduan membangun laman online nantinya, saya akan menggunakan niagahoster.


Sekali lagi, sebelum membeli, rekan rekan dapat membandingkan fitur dan harga yang ditawarkan oleh beragam web hosting ini. Di panduan berikutnya, kita akan seketika praktek cara membeli web hosting dan web domain.

Panduan ini hasil kerjasama Duniailkom dengan Niagahoster.co.id. Dapatkan diskon tambahan 10% dengan menggunakan kode coupon: “a-duniailkom“.


Sumber https://www.duniailkom.com/