Tutorial Belajar WordPress Part 7: Mengenal Theme Default WordPress (Twenty Fifteen)

Posted on

Setelah berhasil menginstall wordpress pada komputer lokal secara offline, di lanjutan panduan belajar wordpress kali ini kita akan berkenalan dengan theme default wordpress: Twenty Fifteen.


Cara Mengakses Situs WordPress (offline)

Untuk mengakses situs wordpress yang baru saja kita install secara offline, silahkan ketik tempat tinggal berikut di web browser: http://localhost/wordpress. Pastikan program XAMPP telah berjalan, dan kamu akan mendapati halaman seperti ini:

Tampilan situs dengan warna mayoritas putih ini ialah theme default dari wordpress 4.1 ke atas. Apa itu theme?


Pengertian WordPress Theme

Theme (atau tema) di di wordpress ialah tampilan luar dari blog kita. Ini dapat  diibaratkan selaku ‘skin’ atau ‘kulit’ blog. Di program CMS lain, theme ini dikenal pun dengan sebutan theme.

Di di wordpress (dan pun program CMS seperti Joomla, Drupal, dll), theme atau theme ini sepenuhnya terpisah dengan ‘isi’ blog seperti artikel dan komentar. Kita dapat dengan gampang menukar sebuah theme dengan theme lain, dan tetap mempertahankan isi blog. Inilah kelebihan menggunakan program CMS.

Untuk menukar theme wordpress, caranya amat gampang, biasanya hanya perlu 2 atau 3 kali klik. Theme wordpress banyak yang cuma-cuma, namun ada pula yang berbayar. Diantara tempat mengunduh theme cuma-cuma dapat ke situs resmi wordpress di http://wordpress.org/themes. Saya akan membahas cara mengganti wordpress theme di panduan terpisah.


Berkenalan dengan Theme Twenty Fifteen

Tampilan awal WordPress ini yaitu theme default bawaan wordpress versi 4.1 keatas. Theme ini bernama: Twenty Fifteen, atau di bahasa indonesia dapat berarti Duaribu Limabelas.

Penamaan theme default wordpress merujuk kepada nama tahun. Karena kita menggunakan versi wordpress yang dirilis di tahun 2015, karenanya theme bawaannya bernama twenty fifteen. Apabila kamu membaca panduan ini di tahun 2016, hampir dapat dipastikan, theme bawaan wordpress akan bernama Twenty Sixteen, dan akan mempunyai tampilan yang berbeda pun.

Di wordpress, tampilan setiap theme amat berfariasi, mempelajari struktur tampilan sebuah theme ialah hal kedua yang perlu dipelajari setelah wordpress itu sendiri. Tak jarang sebuah theme datang dengan puluhan bahkan ratusan setingan khusus yang kadang lumayan rumit (terutama untuk theme premium yang menawarkan pelbagai fitur).

Untungnya, theme twenty fifteen bawaan wordpress ini lumayan sederhana. Theme ini lebih diperuntukkan untuk blog bertipe blog. Konten utama hanya terdiri dari 2 bagian, yakni sebuah sidebar di sisi kiri, dan isi blog di sebelah kanan.

Untuk mengubah tampilan theme ini, misalnya ingin mengganti warna background dari putih menjadi biru, kita mesti mengaksesnya dari halaman administrasi wordpress.

Bagian blog di sebelah kiri disebut selaku sidebar. Sidebar berisi konten tambahan seperti fitur, link ke artikel, iklan, dll. Di di wordpress konten tambahan ini dikenal dengan widget. Setiap theme mempunyai jumlah sidebar yang berbeda-beda. Ada yang 1 saja (seperti theme twenty fifteen ini), 2 sidebar (di kiri dan kanan), atau tanpa sidebar sama sekali.

Di bagian tengah ke kanan, terdapat konten utama blog. Secara default, ini berisi tampilan artikel (di di wordpress di kenal selaku post) yang disusun merujuk di kronologis, dimana post terbaru akan muncul di bagian atas.

Theme twenty fifteen ini pun telah mengikuti perkembangan web design terbaru, seperti design mempunyai tampilan yang dinamis (Mempunyai tampilan yang dinamis Web Design), sehingga tampil sempurna di layar tablet atau smartphone.


Semua settingan terkait theme dapat diatur dari halaman admin. Di panduan berikutnya, kita akan membahas cara mengakses halaman admin wordpress.


Sumber https://www.duniailkom.com/