Tutorial Belajar PHP Part 9: Aturan Dasar Penulisan Kode PHP

Di panduan belajar PHP kali ini kita akan mempelajari Cara Penulisan dan Aturan Dasar Penulisan Kode PHP.


Seperti bahasa pemrograman lainnya, PHP pun mempunyai aturan penulisan seperti case sensitifity (perbedaan antara huruf besar dan kecil), cara mengakhiri sebuah baris pedoman, serta pengaruh penggunakan spasi di menyusun kode program PHP. Berikut yaitu aturan mendasar penulisan kode PHP:


1. Case Sensitivity (perbedaan huruf besar dan kecil) di PHP

PHP tak membedakan huruf besar dan kecil (case insensitive) untuk penamaan guna (function), nama class, maupun keyword bawaan PHP seperti echo, while, dan class. Ketiga baris berikut akan dianggap sama di PHP:

Akan tetapi, PHP membedakan huruf besar dan huruf kecil (case sensitive) untuk penamaan variabel, sehingga $nama, $Nama dan $NAMA akan dianggap selaku 3 variabel yang berbeda. Sering sekali error terjadi karena salah menuliskan nama variabel, yang seharusnya menggunakan huruf kecil ditulis dengan huruf besar.

Untuk mengatasi perbedaan ini, disarankan menggunakan huruf kecil untuk seluruh kode PHP, termasuk variabel, guna maupun class. Apabila perlu menyusun nama variabel yang terdiri dari 2 kata, karakter spasi dapat digantikan dengan underscore (_).


2. Penulisan Baris Pedoman di PHP

Statement (baris pedoman) di di PHP yaitu kumpulan pedoman PHP yang menginstruksikan PHP untuk mengerjakan sesuatu. Baris pedoman ini dapat terdiri dari satu baris singkat (seperti pedoman echo untuk menampilkan text di layar) atau dapat sesuatu yang lebih rumit dan terdiri dari beberapa baris, seperti kondisi if, atau kode perulangan (loop).

Berikut yaitu contoh beberapa baris pedoman di PHP:

Terlihat dari beberapa contoh baris pedoman di atas, PHP menggunakan tanda semicolon (titik koma) “;” selaku tanda ahir baris pedoman.

Kumpulan baris pedoman yang menggunakan tanda kurung kurawal seperti kodisi IF atau perulangan (loop) tak butuh tanda titik koma setelah kurung penutup.


3. Karakter Spasi dan Tab di PHP

Secara umum, karakter spasi dan tab diabaikan ketika mengeksekusi kode program PHP. Sobat boleh memecah sebuah statement menjadi beberapa baris atau menyatukan beberapa statement di sebuah baris yang panjang.

Seperti contoh berikut:

Baris pedoman ini sama artinya dengan:

Walaupun contoh pertama-tama lebih menghemat tempat, namun saya lebih sarankan contoh kedua, dimana kita mengusahakan agar 1 statement berada di 1 baris saja. Kemudian menambahkan beberapa spasi atau tab di awal untuk mempermudah membaca kode program (indenting).

Keuntungan penghematan beberapa baris dan beberapa byte dari sebuah file PHP tak akan sebanding dengan efek sakit kepala yang rekan rekan dapati sewaktu mencoba memahami kode program yang dikerjakan 3 bulan ke depan (karena sering menggabungkan beberapa statement di satu baris). Menambah baris komentar di bagian kode yang lebih rumit selaku penjelasan pun benar-benar disarankan.


4. Tag Pembuka dan Penutup PHP

Di panduan Cara Memasukkan kode PHP ke dalam HTML, kita telah mempelajari bahwa untuk menginput kode PHP yaitu dengan tag pembuka <?php dan tag penutup ?>.

Khusus untuk file PHP yang seluruhnya terdiri dari pedoman PHP (tak ada kode HTML di dalamnya), karenanya tanda kurung penutup ?> boleh tak ditulis. Seperti contoh berikut:

Teknik ini sering diaplikasikan untuk menghindari masalah kalau kita telah sering men-include satu file PHP ke file PHP lain.

Akan tetapi kalau di di file tersebut terdapat kode HTML setelah kode PHP, karenanya tetap mesti ditutup dengan tanda ?>:

Di baris 4 saya mesti menulis tanda ?> karena di baris 5 telah ada kode HTML.


Di panduan kali ini kita telah membahas beberapa aturan mendasar penulisan kode program PHP. Khusus untuk cara penulisan baris komentar akan di bahas di panduan berikutnya: Cara Penulisan Baris Komentar dalam Kode PHP.


Sumber https://www.duniailkom.com/

Share

You may also like...