Tutorial Belajar Pascal Part 40: Struktur Percabangan CASE ELSE dalam Pascal

Posted on

Di panduan sebelumnya, kita telah membahas cara penulisan struktur percabangan CASE dalam bahasa Pascal. Selain itu, masih terdapat fitur tambahan di di CASE, seperti CASE ELSE, menjalankan 1 pedoman untuk banyak CASE, maupun menjalankan beberapa pedoman di 1 kondisi CASE .

Inilah yang akan kita bahas di panduan PASCAL di Source Code Program kali ini, yakni materi lanjutan tentang pembuatan struktur CASE dalam bahasa Pascal.


Membangun Kondisi Default Dengan CASE ELSE

Di panduan Struktur Percabangan CASE dalam Pascal kita telah mempelajari konsep basic penulisan CASE. Dimana saya mendesain contoh kode program yang memeriksa nilai variabel bulan, kemudian menampilkan teks dari bulan tersebut. Mari kita masuk ke contoh lain:

Kali ini saya mendesain kode program yang meminta inputan berupa huruf AE, yang disimpan ke di variabel grade. Kalau diiput ‘A’, karenanya akan tampil teks ‘Amat Memuaskan’, kalau diinput ‘B’, akan tampil teks ‘Memuaskan’, demikian hingga grade E.

 Contoh kali ini kurang lebih sama seperti contoh di panduan sebelumnya. Namun, bagaimana kalau seseorang menginput huruf F? atau X? atau Z? Huruf-huruf ini tak ada di di kondisi yang kita periksa.

Untuk situasi seperti ini kita dapat menggunakan stuktur CASE ELSE. Seketika saja ke di contoh kode programnya:

Perhatikan tambahan bagian ELSE. Artinya, kalau kelima kondisi tak cocok (yang diinput selain dari huruf A – E), karenanya tampilkan pedoman:

Dengan demikian, kalau ada yang iseng menginput huruf lain, akan tampil penjelasan seperti diatas. Kalau tak ditambahkan, kode program kita hanya menampilkan layar kosong (blank).


Menjalankan Kode Program Untuk Lebih dari 1 Kondisi CASE

Fitur lain yang terdapat didalam kondisi CASE yakni menjalankan kode program yang sama untuk lebih dari 1 kondisi. Kalau rekan rekan perhatikan, contoh program grade sebelumnya menampilkan teks ‘Kurang Bagus’ untuk kondisi C dan D. Ini dapat kita satukan menjadi seperti berikut ini:

Dibaris ke 13, saya menulis ‘C’,’D’ : writeln(‘Kurang Bagus’). Ini artinya kalau variabel grade berisi huruf C atau D, tampilkan teks yang sama: ‘Kurang Bagus’. Fitur seperti ini dapat digunakan untuk mempersingat penulisan kode program.


Menjalankan Banyak Kode Program untuk 1 Kondisi CASE

Kali ini kita akan membahas kebalikan dari contoh diatas, yakni bagaimana cara menjalankan banyak kode program untuk 1 kondisi CASE. Caranya mirip seperti panduan IF THEN ELSE, yakni dengan blok begin dan end; untuk setiap kode program kondisi.

Berikut contoh penggunaannya:

Kode program diatas yakni sebuah modifikasi dari kode kita sebelumnya. Disini di setiap kondisi saya menjalankan 2 baris pedoman writeln. Tentu saja tak dibatasi dengan 2 baris saja, dapat 3, 4 atau lebih. Dengan syarat, mesti berada diantara blok begin dan end;.


Batasan dari struktur CASE

Struktur CASE menawarkan penulisan yang lebih singkat dan efisien diperbandingkan struktur IF THEN, namun kondisi yang dapat dimanfaatkan hanya sederhana seperti yang saya contohkan, misalkan apakah sebuah variabel bernilai angka atau string tertentu.

Untuk kondisi yang lebih rumit seperti perbandingan lebih besar ” > ” atau lebih kecil ” <“, atau perbandingan yang melibatkan lebih dari 1 kondisi, kita tak dapat menggunakan CASE. Kode program untuk menentukan apakah sebuah angka genap atau ganjil, tak dapat dikonversi ke di CASE.

Di pemrograman yang “sesungguhnya”, kita pun lebih sering menggunakan IF daripada CASE. Namun untuk situasi yang melibatkan banyak perulangan sederhana, struktur CASE lebih rapi dan singkat daripada IF.


Panduan mengenai CASE ELSE kali ini menutup panduan mengenai struktur logika di di bahasa pemrograman Pascal. Berikutnya, kita akan masuk ke struktur perulangan atau looping, yang diawali dengan perulangan FOR DO dalam bahasa pascal.


Sumber https://www.duniailkom.com/