Tutorial Belajar Pascal Part 21: Pengertian dan Cara Membuat Array Dinamis Pascal

Posted on

Di 2 panduan pascal sebelumnya kita telah mempelajari cara membangun tipe data array yang jumlah element-nya bersifat tetap (fixed). Selain itu, pascal pun mendukung array dinamis (dynamic arrays) dimana ukuran array belum ditulis di ketika array dideklarasikan.

Di lanjutan panduan pascal di Source Code Program ini saya akan membahas mengenai cara membuat array dinamis dalam bahasa pemrograman pascal.


Pengertian Fixed Array Pascal

Fixed array ialah sebutan untuk array yang jumlah element-nya bersifat tetap. Contoh-contoh kode program di 2 panduan sebelum ini, saya selalu menggunakan fixed array, dimana ukuran array telah ditentukan di ketika array dibangun.

Selaku contoh, kode program:

Berarti kita membangun array integer yang terdiri dari 10 element (0, 1, 2, 3 … 9).

Contoh lain, kode program:

Berarti kita membangun array string dengan 9 element, yakni 3 untuk dimensi pertama-tama, dan 3 untuk dimensi kedua (3*3=9). Mulai dari kata[0,0], kata[0,1] hingga kata [2,2].

Di kedua contoh ini ukuran array telah dipahami bersama di ketika array dideklarasikan.


Pengertian Dynamic Array Pascal

Dynamic array ialah tipe array yang jumlah element-nya belum ditentukan (masih nol). Contoh penulisannya ialah selaku berikut:

Jadi, berapa jumlah element di di array ini? Jumlah element akan ditentukan menggunakan kegunaan setlength() di bagian kode program utama. Selaku contoh, sekiranya saya ingin variabel ‘nilai’ mempunyai 10 element, saya tinggal menulis setlength(nilai, 10). Seketika saja kita masuk kedalam contoh kode programnya:

Di ketika variabel ‘nilai’ dideklarasikan selaku array, kita belum mengetahui berapa jumlah element array tersebut. Barulah di di kode program, kegunaan setlength(nilai,10) akan menetapkan bahwa array ‘nilai’ akan berisi 10 element. Perhitungan 10 element ini dimulai dari index 0 hingga 9.

Kalau jumlah element array tetap ditulis, dimana letak dinamisnya?

Di di pascal, jumlah element suatu array memang mesti ditulis, tapi di array dinamis, jumlah element ini ditentukan di di kode program utama, bukan di ketika di deklarasikan.

Oleh karena itu nantinya kita dapat menentukan jumlah element array menurut kondisi tertentu (menggunakan struktur logika IF), misalnya sekiranya syarat terpenuhi, set jumlah element 1000, sekiranya tak set jumlah element array menjadi 10.

Bila kamu telah mempelajari pointer, array dinamis pun dapat dibangun menggunakan pointer, tapi caranya lebih rumit daripada menggunakan kegunaan setlength().

Untuk array 2 dimensi, kita tinggal men-set 2 buah batasan element array, seperti contoh berikut:

Perhatikan cara penulisan variabel nilai. Kita membuatnya selaku array of array of integer, yang berarti ini ialah array 2 dimensi dengan tipe integer. Untuk men-set batasan jumlah element array, saya menggunakan kegunaan setlength(nilai,4,4). Guna ini akan membangun variabel ‘nilai’ berisi 25 element (hasil dari 5*5 = 25).


Di panduan kali ini kita telah melihat perbedaan antara array tetap (fixed array) dengan array dinamis (dynamic array). Pembahasan mengenai array masih belum selesai 🙂 Di panduan be
rikutnya saya akan membahas cara membuat array dari tipe data bentukan pascal.


Sumber https://www.duniailkom.com/