Tutorial Belajar MySQL Part 10: Dasar Penulisan Query MySQL

Posted on

Setelah koneksi ke MySQL Server dan MySQL Client berhasil, saatnya kita mempelajari perintah-perintah MySQL. Untuk  Tutorial Belajar MySQL: Dasar Penulisan Query MySQL ini kita akan mempelajari format dan cara penulisan pedoman (query) MySQL dengan cmd Windows, dan beberapa tata cara penulisan (syntax) MySQL.


Menjalankan Pedoman (query) MySQL

Setiap pedoman, atau sering pun disebut “query” di di MySQL mesti diakhiri dengan tanda titik koma “;” dan akan dieksekusi setelah tombol Enter ditekan. Pada rentang waktu query MySQL belum diakhiri dengan “;” karenanya itu dianggap masih di satu pedoman.

Ketika kita menjalankan sebuah pedoman MySQL (query), query tersebut akan dikirim dari MySQL Client ke MySQL Server untuk di proses, setelah proses selesai, hasilnya akan dikirim kembali ke MySQL Client.

Agar lebih gampang memahami query MySQL, kita akan seketika praktek beberapa query sederhana. Silahkan jalankan MySQL Server dan masuk selaku user root dari MySQL Client (tutorialnya telah kita bahas di Tutorial Belajar MySQL: Cara Menjalankan MySQL Server, dan Tutorial Belajar MySQL: Cara Menjalankan MySQL Client).

Setelah masuk ke di MySQL Client (ditandai dengan awalan mysql> di jendela cmd), kita akan mencoba beberapa pedoman MySQL sederhana. Ketikkan pedoman berikut: SELECT NOW(); lalu akhiri dengan Enter di keyboard.

Contoh query diatas yaitu untuk menampilkan tanggal dan waktu ketika ini dengan guna NOW(). Query tersebut akan menghasilkan hasil yang berbeda-beda tergantung ketika rekan rekan menjalankannya.

Pedoman SELECT kebanyakan digunakan untuk proses pembacaan data dari database, tetapi pun dapat digunakan untuk menampilkan hasil dari guna tambahan, seperti guna NOW(), yang kita coba kali ini. Hasil query MySQL akan ditampilkan di wujud tabel di cmd windows, hasil ini dikirim dari MySQL Server.

Selain hasil di wujud tabel, hampir setiap pedoman query, MySQL pun akan menampilkan banyaknya baris yang dipengaruhi dan lamanya waktu eksekusi. Di contoh kita diatas, ditampilkan keterangan: 1 row in set (0.00 sec). Keterangan ini berarti query kita diproses pada kurun waktu 0 detik (0 second), dan mempengaruhi 1 baris (1 row). o detik disini bukan berarti query tersebut akan tampil seketika, namun karena pedoman yang sederhana, MySQL (mungkin) hanya membutuhkan waktu 0,001 demikian detik untuk memproses (dibulatkan menjadi 0,00).

Selaku contoh query lainnya, kita akan mencoba untuk menampilkan nama user yang sedang aktif dan versi MySQL Server yang digunakan di ketika ini. Untuk menampilkan keterangan ini, MySQL menyediakan guna USER() dan VERSION()

Dapat dilihat dari contoh query tersebut, untuk setiap guna dipisahkan dengan tanda koma “,”.

Penulisan pedoman (query) MySQL pun tak mesti di satu baris. Misalnya, kita dapat menjalankan query berikut:

Setelah guna NOW() pertama-tama, tekan Enter untuk pindah baris, lalu ketikkan pedoman sambungannya. Pada rentang waktu kita belum mengakhiri pedoman tersebut dengan “;”, karenanya MySQL menganggap baris berikutnya yaitu sambungan dari baris sebelumnya. Pemisahan pedoman seperti diatas akan betul-betul bermanfaat jikalau kita menuliskan query yang panjang, sehingga lebih gampang dibaca. Tanda mysql> akan berubah menjadi -> pada kurun waktu kita belum mengakhiri query tersebut dengan tanda titik koma “;”.

Jikalau kita telah membangun query MySQL, namun memutuskan untuk membatalkannya, dapat dilakukan dengan kode “c”. Contoh querynya:

Dapat rekan rekan perhatikan bahwa tanda -> akan kembali menjadi mysql> yang menandakan MySQL telah siap untuk pedoman yang baru.

Selain menggunakan “;”, query MySQL pun akan mengeksekusi pedoman pun diakhiri dengan tanda “g”.


Cara Merubah Tampilan output MySQL

Untuk pedoman MySQL (query MySQL) yang menghasilkan output yang panjangnya melebihi layar cmd, akan sulit bagi kita di membacanya. MySQL menyediakan cara untuk merubah tampilan tabel menjadi baris.

Untuk merubah tampilan output MySQL menjadi baris, tambahkan tanda “G” (huruf G besar, bukan g kecil) setelah pedoman query. Berikut yaitu contoh penggunaannya di MySQL:


Aturan Penulisan huruf BESAR dan kecil di MySQL

Konsep pemakaian huruf besar dan huruf kecil di MySQL akan berbeda tergantung ketika penggunaannya.

MySQL tak membedakan penulisan huruf besar maupun kecil (case insensitive) di pen
ulisan guna dan identifier
. Selaku contoh, ketiga query ini akan menghasilkan output yang sama (kecuali header dari tabel):

Namun untuk penulisan nama database dan nama tabel, MySQL akan mengikuti program operasi dimana MySQL Server berjalan.

Untuk Program Operasi Windows, nama database mahasiswa dianggap sama dengan MaHaSIsWA, namun di MySQL Server yang berjalan di Linux, kedua database tersebut dianggap berbeda (case sensitive).

Karena hal ini, ada baiknya kita membiasakan menggunakan kesepakatan di penamaan. Disarankan untuk menggunakan selalu huruf kecil di penulisan database, tabel dan variabel di MySQL, sehingga perbedaan huruf tak akan menjadi masalah di kemudian hari jikalau MySQL Server pindah program operasi.

Di di panduan duniailkom, dan pun di beberapa buku MySQL, perintah-perintah dan guna baku MySQL akan menggunakan HURUF BESAR sedangkan untuk nama database, tabel, dan kolom akan menggunakan huruf kecil. Hal ini hanya semata-mata agar pedoman SQL gampang dibaca dan dibedakan dengan nama database atau tabel. Kita dapat saja menggunakan huruf kecil untuk seluruh fungsi-fungsi di MySQL.


Perhatikan pemakaian tanda

Di beberapa kasus, sebuah query dapat saja menggunakan tanda baca selain angka dan huruf seperti : “,” (koma), “” (forward slash/garis miring depan),”” (tanda petik), dan “ “ (spasi). Misalnya untuk 123 dan ‘123’, 12e + 14 dan 12e+14 akan mempunyai arti berbeda di MySQL. Jikalau rekan rekan menemui error, mungkin pemakaian “tanda” ini yaitu masalahnya. Lebih jauh di pemakaian tanda ini akan kita pelajari di tutorial-tutorial MySQL berikutnya.


Setelah mempelajari cara penulisan basic query MySQL di panduan kali ini, di panduan berikutnya kita akan belajar cara membangun database di MySQL , di halaman Tutorial Belajar MySQL: Cara Membuat dan Menghapus Database MySQL.


eBook MySQL Uncover Duniailkom

MySQL dan MariaDB telah menjadi standar database untuk web programming. Duniailkom telah menyusun eBook MySQL Uncover yang membahas MySQL/MariaDB dengan lebih detail dan lebih komplit, mulai dari query basic hingga View, Stored Procedure dan Trigger. Penjelasan lebih lanjut dapat ke eBook MySQL Uncover Duniailkom.


Sumber https://www.duniailkom.com/