Tutorial Belajar Java Part 18: Tipe Data Boolean Bahasa Pemrograman Java

Posted on

Tipe data boolean dapat dianggap selaku tipe data benar-benar sederhana di bahasa Java. Namun Boolean benar-benar urgen dan selalu ada di setiap bahasa pemrograman komputer yang penggunaannya pun benar-benar banyak. Untuk lebih lanjut, kita akan bahas Tipe Data Boolean dalam Bahasa Pemrograman Java.


Pengertian Tipe Data Boolean Java

Tipe data boolean yakni tipe data ini hanya dapat diisi dengan diantara dari 2 nilai: true atau false. Tipe data boolean banyak digunakan untuk percabangan kode program atau untuk memutuskan apa yang mesti dijalankan ketika sebuah kondisi terjadi.

Selaku contoh, kita dapat menyusun kode program untuk menentukan apakah sebuah angka genap atau ganjil menurut input dari pengguna. Untuk keperluan ini kita mesti periksa terlebih dahulu apakah angka tersebut dapat dibagi 2 (untuk angka genap), atau tak dapat dibagi 2 (untuk angka ganjil). Tipe data boolean dapat digunakan untuk menampung kondisi seperti ini, yakni benar atau salah (True atau False).

Pemakaian tipe data boolean ini akan lebih jelas ketika kita masuk ke kondisi percabangan program seperti if-else yang akan dibahas di panduan terpisah.


Contoh Kode Program Tipe Data Boolean Bahasa Java

Untuk menyusun tipe data boolean, sebuah variabel mesti di deklarasikan dengan keyword boolean. Berikut contoh kode programnya:

Hasil kode program:

Di kode program ini, saya mendeklarasikan var1 dan var2 untuk menampung tipe data boolean, kemudian menginput nilai true ke var1 dan nilai false ke var2.

Penulisan nilai true dan false mesti dengan huruf kecil semua. Java akan menghasilkan error seandainya nilainya diinput dengan huruf besar atau variasi huruf lain:

Hasil kode program:

Umumnya, tipe data boolean di dapat dari hasil operasi perbandingan, seperti apakah sebuah angka sama dengan angka lain, apakah lebih besar atau lebih kecil, dst. Berikut contoh yang dimaksud:

Hasil kode program:

Lebih lanjut mengenai operasi perbandingan akan kita bahas di panduan tersendiri. Namun konsep dasarnya lumayan sederhana. Di baris 6, saya mengerjakan operasi perbandingan, yakni apakah 12 < 10? tak, karenanya hasilnya yakni false.

Di baris 7, yang diperbandingkan yakni apakah 30 > 25? benar, karenanya var2 akan berisi nilai true. Seperti itu pun di baris 8, yakni apakah ‘A’ sama dengan ‘a’? tak, karenanya var3 akan berisi nilai boolean false.

Konsep true dan false ini benar-benar bermanfaat untuk proses pemeriksaan kondisi if else, seperti contoh berikut:

Hasil kode program:

Pembahasan mengenai struktur if else memang belum kita bahas. Tetapi selaku ilustrasi, di kode ini saya membandingkan antara angka yang tersimpan di variabel var1 dengan var2. Operasi perbandingan di baris 7 dan 10 akan mengembalikan nilai boolean. Apabila hasil perbandingan ini ada yang menghasilkan true, karenanya blok if demikianlah yang akan diproses.

Di contoh ini, variabel var1 yang berisi angka 12 yang lebih besar daripada var2 yang berisi angka 10. Sehingga operasi perbandingan var1 > var2 di baris 10 akan bernilai true. Hasilnya, tampil teks “var1 lebih besar daripada var2“.


Di lanjutan panduan belajar bahasa pemrograman Java ini kita telah membahas mengenai pengertian tipe data Boolean dan pun contoh penggunaannya. Lanjut, kita akan bahas mengenai Tipe Data Char dalam Bahasa Pemrograman Java.


Sumber https://www.duniailkom.com/