Tutorial Belajar Java Part 17: Tipe Data Float dan Double Bahasa Pemrograman Java

Posted on

Tipe data float dan double yaitu tipe data angka pecahan. Di lanjutan panduan belajar bahasa pemrograman Java di Source Code Program kali ini kita akan bahas mengenai pengertian dan perbedaan antara keduanya.


Pengertian Tipe Data Float dan Double Bahasa Java

Tipe data float dan double digunakan untuk menampung angka pecahan seperti 3.14, 44.53 atau -0.09876. Sama seperti bahasa pemrograman di umumnya, kita menggunakan tanda titik selaku pemisah angka bulat dan pecahan, bukan tanda koma seperti yang kita gunakan sehari-hari di Indonesia.

Perbedaan antara float dan double terletak dari jangkauan angka serta tingkat ketelitian. Berikut tabel perbedaan antara tipe data float dan double di bahasa Java:

Jenis Tipe Data Ukuran Memory Jangkauan
float 4 byte (32 bit) 3.4 * 10-38 hingga 3.4 * 1038
double 8 byte (64 bit) 1.7 * 10-308 hingga 1.7 * 10308

Meskipun tipe data float dan double dapat menyimpan angka yang betul-betul besar, tapi tipe data ini mempunyai kelemahan yang umum di setiap bahasa pemrograman (tak bahasa Java saja). Yakni terdapat batas tingkat ketelitian. Hal ini berhubungan dengan mekanisme penyimpanan di di komputer yang berbentuk angka biner.


Contoh Kode Program Tipe Data Float dan Double Bahasa Java

Selaku contoh kode program pertama-tama, saya akan membangun 2 buah variabel bertipe float dan double, menginput angka, lalu menampilkannya:

Hasil kode program:

Di awal kode program, saya mendeklarasikan variabel var1 bertipe float, dan variabel var2 bertipe double. Kemudian di baris 7-8, kedua variabel ini diisi dengan angka 234.45.

Perhatikan cara mengisi variabel var1, terdapat akhiran “F“, yakni 234.45F. Ini diperlukan karena secara default seluruh angka pecahan di Java dianggap selaku double.

Terakhir kedua variabel ini ditampilkan dengan command System.out.println() di baris 10 dan 11.

Akhiran “F” untuk proses input tipe data float ini mesti ditulis, kalau tak akan terjadi error seperti contoh berikut:

Hasil kode program:

Di hal ini compiler Java protes karena ada proses konversi dari double ke float.

Penulisan angka pecahan pun dapat menggunakan notasi ilmiah, seperti 3.12e2 atau 4E-3. Karakter e atau E mewakili pangkat 10, sehingga 3.12e2 = 3.12 x 102 = 312. Sedangkan 4E-3 = 4 x 10-3 = 0.004. Berikut contohnya:

Hasil kode program:


Cara Membaca (input) Data Double dan Float

Untuk proses input tipe data double dan float, pun dapat menggunakan Scanner class, tapi mesti menggunakan command input berikut:

  • nextFloat()
  • nextDouble()

Pun untuk menghindari masalah tanda baca seperti yang pernah kita bahas di panduan: Cara Menginput Data ke dalam Bahasa Java, sebaiknya proses input ini pun menyertakan Locale class. Berikut contoh penggunaannya:

Di awal kode program, terdapat kode untuk proses import java.util.Scanner dan java.util.Locale. Class Locale ini diperlukan di dikala proses intansiasi class Scanner di baris 7. Fungsinya agar proses input menggunakan program amerika (US), yakni menggunakan tanda titik selaku pemisah pecahan.

Jikalau tanpa command ini, dapat saja di komputer kamu proses input pecahan ini menggunakan tanda koma. Jadi agar seragam, kita set saja dengan program US. Proses pembacaan sendiri dilakukan di baris 13 dan 16, yakni untuk tipe data float dan tipe data double.

Jadi, sebaiknya gunakan tipe data float atau double?

Untuk pemakaian umum, sebaiknya gunakan double saja. Selain karena jangkauannya lebih besar, double pun menjadi tipe data pecahan default dari Java, sehingga kita tak perlu menambah akhiran “F” ketika ingin mengisi nilai ke di variabel.


Di panduan belajar bahasa Java di Source Code Program kali ini
kita telah membahas banyak hal terkait tipe data float dan double, mulai dari pengertian, perbedaan, serta pelbagai contoh kode program. Berikutnya akan dibahas mengenai Tipe Data Boolean Bahasa Pemrograman Java.


Sumber https://www.duniailkom.com/