Tutorial Belajar Java Part 1: Pengertian Bahasa Pemrograman Java

Posted on

Di panduan pertama-tama belajar bahasa pemrograman Java di Source Code Program ini kita akan berkenalan dengan bahasa Java, mulai dari pengertian bahasa pemrograman Java, sejarah singkat, serta apa keunggulan dan alasan kita belajar bahasa Java.


Kenapa Mesti Belajar Bahasa Java?

Logo bahasa pemrograman Java

Bahasa Java ialah sebuah bahasa pemrograman yang legendaris. Hampir semua mahasiswa IT pernah belajar dan membangun program menggunakan bahasa Java. Kalau di kampus terdapat mata kuliah pemrograman dengan object (PBO), atau di bahasa inggris disebut selaku object oriented programming (OOP), kemungkinan besar yang akan dimanfaatkan selaku bahan praktek yaitu bahasa Java.

Selain “diwajibkan” oleh dosen, implementasi bahasa Java sendiri pun amat beragam. Java dapat dimanfaatkan untuk membangun program desktop, membangun situs (server side), hingga yang membangun Java seolah-oleh reborn yaitu penggunaannya di program Android.

Java yaitu bahasa native atau bahasa asli yang dimanfaatkan untuk membangun program android, sehingga bila kamu berencana untuk fokus mempelajari perancangan program android, karenanya belajar Java yaitu alternatif yang benar-benar tepat.


Pengertian Bahasa Pemrograman Java

Mengutip wikipedia, bahasa pemrograman Java yaitu “general-purpose computer-programming language that is concurrent, class-based, object-oriented, and specifically designed to have as few implementation dependencies as possible”.

Terjemahan bebasnya, Java yaitu “bahasa pemrograman umum (general-purpose) yang konkuren (menjalankan banyak hal secara bersamaan), dengan class, berorientasi object dan dirancang secara khusus agar tak bergantung di program tertentu“.

Dari pengertian ini kita dapat melihat fitur-fitur terpenting di bahasa Java:

# General-purpose computer-programming language #

Java dirancang selaku bahasa pemrograman umum yang dapat dimanfaatkan untuk membangun berjenis-jenis program, mulai untuk program desktop, situs, program mobile, hingga embedded device seperti microprocessor atau bahan pintar.

Ini berbeda dengan bahasa pemrograman yang secara khusus dimanfaatkan untuk perancangan program tertentu. Selaku contoh, bahasa pemrograman PHP secara khusus dimanfaatkan untuk membangun situs saja.

# Concurrent #

Di teori komputasi, concurrent programming yaitu fitur di sebuah bahasa pemrograman yang dapat menjalankan banyak hal di satu waktu. Lawan dari kata concurrent yaitu sequential programming, dimana alur pemrograman di proses secara berurutan dari awal hingga ahir.

Secara umum, concurrent programming akan meningkatkan performa dari program yang dikerjakan.

# Class-based, object-oriented #

Mungkin inilah fitur benar-benar terkenal di bahasa Java, yakni pemrograman dengan object. Berbeda dengan kebanyakan bahasa pemrograman yang mendukung pemrograman prosedural dan object sekaligus (seperti C++, PHP, atau Python), bahasa Java hanya menyediakan konsep object saja.

Fitur pemrograman object ini memang akan mempermudah di perancangan program yang kompleks, namun di sisi lain ini pun membangun bahasa Java relatif lebih susah dipelajari terutama bagi pemula.

Saya sendiri menyarankan tak menjadikan bahasa Java selaku bahasa pemrograman pertama-tama. Konsep pemrograman object baru pas dipelajari bila sebelumnya kamu telah pernah belajar bahasa pemrograman procedural, seperti bahasa Pascal, C, atau C++.

# Designed to have as few implementation dependencies as possible #

Bahasa Java mempunyai moto “Write once, run anywhere“, yang menekankan bahwa satu kode kode program Java yang kita tulis, dapat seketika berjalan di banyak bahan dan berjenis-jenis sisfo, tanpa perlu di-compile ulang.

Untuk memperoleh fitur seperti ini, bahasa Java menggunakan konsep byte code dan JVM (Java Virtual Machine). Penjelasan lebih komplit mengenai byte code dan JVM ini akan kita bahas di panduan berikutnya.


Sejarah Bahasa Java

Konsep awal bahasa Java dikembangkan pertama-tama kali di tahun 1991 oleh perusahaan Sun Microsystems. Beberapa programmer di perusahaan tersebut merasa bahasa C dan C++ (yang dikala itu sedang populer), tak lagi mencukupi untuk project yang sedang mereka kerjakan.

Sun Microsystems kemudian membangun tim kecil yang bernama Green Project. Tujuannya yaitu untuk mengoptimalkan bahasa pemrograman baru yang lebih bagus dari C++. Beberapa anggota urgen dari tim tersebut diantaranya James Gosling, Mike Sheridan dan Patrick Naughton. Ketiga programmer inilah yang nantinya dinobatkan selaku co-founder dari bahasa Java.

James Gosling di 2008 (sumber gambar: wkipedia)

Bahasa baru ini di awalnya bernama bahasa Oak, yang terinspirasi dari pohon Oak yang tumbuh di depan kantor James Gosling. Bahasa Oak diperuntukkan untuk bahan televisi interaktif, namun dianggap terlalu canggih untuk teknologi TV kabel di dikala itu. Di tahun 1993, Green Project mengalihkan fokus utama pengembangan bahasa Oak ke teknologi yang disebut dikenal selaku “internet”.

Akhirnya di tahun 1995, Sun Microsystems secara resmi merilis bahasa pemrograman ini selaku bahasa “Java“, karena ternyata “Oak” telah terdaftar selaku merk dagang di perusahaan lain, yakni “Oak Technologies“.

Pemilihan bahasa “Java” terinspirasi dari “Java coffee“, atau kopi jawa. Karena demikianlah logo bahasa J
ava berupa gambar secangkir kopi. Konsep mendasar dari bahasa Java sendiri banyak terinspirasi dari bahasa C dan C++, sehingga bila kamu telah familiar dengan diantara bahasa ini, kode program di Java terasa amat mirip.

Di perjalanannya, perusahaan Sun Microsystem di akuisisi oleh Oracle di tahun 2010. Sehingga “pemilik” dari bahasa Java dikala ini yaitu perusahaan Oracle. Meskipun demikian itu, mayoritas teknologi yang terdapat di bahasa Java berlisensi open source (GNU General Public License), sehingga dapat dimanfaatkan dengan tak dipungut bayaran.

Bahasa Java terbagi ke di beberapa bidang teknologi sesuai dengan target program yang dirancang. Diantaranya:

  • Java Micro Edition (Java ME): diperuntukkan untuk membangun program di bahan kecil (embedded system) dengan komputasi yang terbatas, seperti kalkukator, tv box, jam tangan, dll.
  • Java Standard Edition (Java SE): diperuntukkan untuk bahan komputer desktop atau server.
  • Java Enterprise Edition (Java EE): diperuntukkan untuk bahan besar serta program internet.

Di panduan ini kita akan memakai Java Standard Edition (Java SE), atau tepatnya Java SE versi 12 yang dirilis di Maret 2019.

Hingga dikala ini bahasa Java tetap menjadi diantara bahasa pemrograman yang benar-benar populer. Dan karena penggunaannya untuk membangun bahan android, membangun bahasa Java menjadi diantara bahasa pemrograman yang wajib dipelajari.


Di panduan kali ini kita telah membahas alasan belajar bahasa Java, pengertian bahasa Java serta sejarah singkat dari bahasa Java. Berikutnya kita akan masuk ke Pengertian Java Virtual Machine.


Sumber https://www.duniailkom.com/