Tutorial Belajar C Part 36: Percabangan Kondisi Switch Case Bahasa C

Posted on

Kondisi SWITCH CASE yang akan kita pelajari kali ini dapat diaplikasikan selaku alternatif penulisan kondisi logika IF ELSE IF yang baru saja kita bahas.

Namun tak seluruh kondisi IF ELSE IF dapat dikonversi ke di wujud SWITCH CASE. Apa saja itu? kita akan bahas dengan detail di lanjutan panduan bahasa pemrograman C kali ini.


Pengertian Kondisi SWITCH CASE Bahasa C

Kondisi SWITCH CASE ialah percabangan kode program dimana kita membandingkan isi sebuah variabel dengan beberapa nilai. Seandainya proses perbandingan tersebut menghasilkan nilai true, karenanya block kode program akan dijalankan.

Kondisi SWITCH CASE terdiri dari 2 bagian, yakni command SWITCH dimana terdapat nama variabel yang akan diperiksa, serta 1 atau lebih command CASE, masing-masing untuk setiap nilai yang ingin diperiksa.

Berikut format basic penulisan kondisi SWITCH CASE di bahasa C:

Di awal kode program, terdapat command SWITCH untuk menginput variabel yang akan diperiksa. Kemudian terdapat beberapa command CASE yang diikuti dengan sebuah nilai. Seandainya isi dari variabel sama dengan diantara nilai ini, karenanya blok kode program akan dijalankan. Seandainya ternyata tak ada kondisi CASE yang sesuai, blok default di baris betul-betul bawah lah yang akan dijalankan.

Di di setiap block case diakhiri dengan command break; agar struktur CASE seketika berhenti demikian itu kondisi terpenuhi. Mari seketika kita lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program Percabangan SWITCH CASE Bahasa C

Di panduan sebelumnya, kita telah membangun program menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF. Kita akan coba konversi kode tersebut menjadi struktur SWITCH CASE. Sebelumnya, berikut kode program menampilkan nilai dengan struktur IF ELSE IF:

Program yang sama dapat dikonversi ke di wujud SWITCH CASE berikut:

Hasil kode program:

Di baris 8 saya meminta user untuk menginput diantara huruf antara ‘A’ – ‘E’. Nilai huruf ini disimpan ke di variabel nilai yang di set dengan tipe data char.

Kondisi SWITCH CASE dimulai di baris 10. Di sini terdapat command switch (nilai), yang artinya saya ingin memeriksa isi dari variabel nilai. Seluruh block SWITCH ini berada di di tanda kurung kurawal, yakni mulai dari baris 10 hingga 28.

Di baris 11 terdapat command case ‘A’: Ini artinya seandainya variabel nilai berisi karakter ‘A’, karenanya jalankan isi dari block CASE, yakni command printf(“Pertahankan! n”). Lalu terdapat command break di baris 13 agar struktur CASE lain tak perlu di proses lagi.

Di baris 14 terdapat command CASE kedua, yakni case ‘B’:. Sama seperti sebelumnya, blok ini akan dijalankan seandainya variabel nilai berisi huruf ‘B’. Demikian seterusnya hingga case ‘E’ : di baris 23.

Seandainya ternyata tak ada nilai yang sesuai, karenanya block default di baris 26 yang akan di eksekusi.

Struktur SWITCH CASE ini terlihat lebih rapi daripada struktur IF ELSE IF, dan kadang kala dapat lebih efisien. Namun SWITCH CASE pun mempunyai batasan, yakni tak dapat diaplikasikan untuk kondisi yang lebih kompleks seperti perbandingan dengan tanda lebih besar dari ” > “, maupun penggabungan kondisi.

Kita tak dapat membangun struktur CASE seperti berikut:

Kondisi perbandingan di atas hanya dapat ditulis menggunakan struktur IF.

Sehingga seandainya kondisi yang diperiksa lumayan rumit, tetap mesti menggunakan struktur IF ELSE IF. Struktur SWITCH CASE hanya cocok diaplikasikan untuk operasi perbandingan sederhana, dimana nilai yang diperiksa hanya terdiri dari nilai yang tetap.


Di panduan ini kita telah membahas pengertian dan cara pemakaian struktur SWITCH CASE di bahasa pemrograman C. Berikutnya akan disambung dengan struktur perulangan (loop), yang diawali dengan perulangan FOR.

 


Sumber https://www.duniailkom.com/