Tutorial Belajar C Part 3: Pengertian Compiler, Linker dan IDE

Posted on

Setelah melihat sejarah bahasa pemrograman C, kali ini kita akan membahas mengenai konsep pemrograman yang lebih umum, yakni pengertian dari Compiler, Linker dan IDE. Ketiga istilah ini akan sering rekan-rekan temui ketika mempelajari sebuah bahasa pemrograman.


Pengertian Compiler

Compiler ialah program yang berfungsi “membaca dan menerjemahkan” bahasa pemrograman komputer (kode program) untuk menghasilkan sebuah program.

Seperti yang nantinya kita praktekkan, bahasa C berisi instruksi-instruksi yang ditulis di kode khusus. Contoh kode tersebut ialah: printf(“Hello World”). Compiler akan membaca pedoman ini dan menghasilkan sebuah file exe.

Dengan kata lain, Compiler Bahasa C ialah program yang dibutuhkan untuk memproses teks bahasa C untuk menjadi sebuah program.

Dimana dapat didapat compiler bahasa C?

Terdapat banyak compiler C. Daftar lengkapnya dapat dilihat ke List of compilers bahasa pemrograman C.

Yang lumayan terkenal untuk program operasi Windows ialah:

Sepanjang panduan bahasa pemrograman C di Source Code Program ini, saya akan menggunakan compiler Code::Blocks, yang cara instalasinya akan di bahas di panduan berikutnya.


Pengertian Linker

Di pembahasan mengenai pengertian compiler sebelum ini, saya menulis bahwa compiler akan memproses bahasa pemrograman menjadi sebuah program. Well… itu ialah pengertian yang di sederhanakan.

Di teori pemrograman, proses dari sebuah teks kode program menjadi program melibatkan beberapa langkah. Diagram berikut merangkum proses yang terjadi:

Diagram Compiler dan Linker Bahasa Pemrograman C

Pertama-tama-tama kali, kita membangun sebuah kode program di bahasa C. Kode program ini (dikenal pun dengan sebutan sourcecode) dapat dikerjakan menggunakan program teks editor lazimnya seperti Notepad. Khusus untuk bahasa pemrograman C, sourcecode mesti di simpan selaku dengan akhiran file *.c, seperti hello_world.c, aplikasiku.c, luas_segitiga.c, dll.

Agar komputer dapat paham kode C yang telah dikerjakan, sourcecode tadi berikutnya “di translate” menjadi bahasa mesin (machine language). Proses inilah yang dilakukan oleh compiler. Compiler pun memeriksa apakah kode program yang ditulis mengandung error atau tak.

Apabila tak ditemukan error, compiler akan membangun sebuah object files yang berisi object code. Di di object file inilah instruksi di bahasa mesin disimpan. Untuk kebanyakan compiler C, object file ini akan berakhiran *.obj dengan nama yang sama dengan sourcecode.

Karena sebelumnya saya mempunyai file hello_world.c, setelah di compile akan terdapat file hello_world.obj.

Langkah terakhir diserahkan kepada linker. Kewajiban dari linker ialah menggabungkan bermacam-macam library external dengan object file untuk menghasilkan sebuah program.

Seperti yang akan kita pelajari nanti, kode program C biasanya butuh file library external. Selaku contoh, untuk menampilkan teks ke layar di bahasa C perintahnya ialah printf(“Hello World”). Untuk dapat memproses pedoman printf(), C butuh sebuah file external, yakni stdio.h.

Linker-lah yang akan menggabungkan hello_world.obj dengan stdio.h. Hasil akhirnya berupa sebuah program berextension *.exe. Karena file sourcecode saya bikin selaku hello_world.c, file programnya akan bernama hello_world.exe. Dengan men-double-klik file hello_world.exe, program kita telah seketika berjalan.

Compiler + Linker

Terlihat dari diagram diatas bawah proses compiler dan linker dikerjakan terpisah. Akan tetapi program compiler modern biasanya telah menggabungkan kedua langkan ini di sekali jalan.

Ketika rekan-rekan men-klik tombol “compile”, file .exe telah seketika terbentuk, tanpa mesti menjalankan proses compile dan link secara terpisah.


Pengertian IDE

Istilah terakhir yang akan kita bahas ialah IDE. IDE ialah sebuah singkatan dari Integrated Development Environment. IDE ialah program yang menggabungkan teks editor, compiler dan linker di 1 program. Kadang ditambah pun dengan sebuah debugger, yakni fitur untuk menampilkan kesalahan dari kode program.

Sebuah IDE betul-betul mempermudah proses perancangan program, karena kita hanya perlu membuka 1 program saja.

Beberapa IDE pun mempunyai fitur tambahan seperti real-time debugging (memberitahu error sebelum kode program di compile), syntax highlighting (mewarnai beberapa kode agar gampang dibaca) dan code completion (memberikan saran penulisan kode program).

Contoh dari IDE untuk bahasa C ialah Turbo C, Visual C++ dan Code::Blocks.

Tampilan awal IDE Code::Blocks 17.12


Setelah membahas pengertian compiler, linker, serta IDE, kita telah siap untuk menginstall IDE Code::Blocks, inilah yang akan saya bahas di panduan belajar bahasa pemrograman C berikutnya: Download dan Install Code::Blocks.


Sumber https://www.duniailkom.com/