Tutorial Belajar C Part 27: Jenis-jenis Operator Aritmatika Bahasa C

Posted on

Operator artimatika lumayan sering dimanfaatkan di programming, dan penggunaannya pun tak terlalu rumit. Di panduan belajar bahasa C kali ini kita akan mempelajari mengenai Jenis-jenis Operator Aritmatika dalam Bahasa pemrograman C.


Pengertian dan Jenis Operator Aritmatika Bahasa C

Aritmatika ialah cabang ilmu matematika yang membahas perhitungan mendasar “kabataku”, yakni operasi perkalian, pembagian, penambahan dan pengurangan.

Selain keempat operasi di atas, bahasa C pun mempunyai operasi modulo division, atau operator % yang dimanfaatkan untuk mencari sisa hasil bagi.

Tabel berikut merangkum operator aritmatika di bahasa pemrograman C:

Operator Penjelasan Contoh
+ Penambahan a = 5 + 2
Pengurangan a = 5 – 2
* Perkalian a = 5 * 2
/ Pembagian (real/pecahan) a = 5 / 2
% Sisa hasil bagi (modulus) a = 5 % 2

Operator Aritmatika Unary

Operator Penjelasan Contoh
+ Positif (plus) +5
Negatif (min) -3

Kita akan bahas dengan contoh kode program sesaat lagi.


Contoh Kode Program Operator Aritmatika Bahasa C

Berikut contoh kode program pemakaian bermacam operator aritmatika di bahasa C:

Di contoh ini saya mendesain beberapa operasi aritmatika, yakni penambahan, pengurangan dan perkalian.

Aturan prioritas operator berlaku di sini, dimana operator perkalian dan pembagian akan dijalankan terlebih dahulu daripada operator pengurangan dan penambahan. Untuk operator yang sama kuat (seperti penambahan dan pengurangan), akan diproses dari kiri ke kanan.

Tanda kurung dapat dimanfaatkan untuk memprioritaskan operator tertentu, seperti untuk menghitung variabel e di contoh di atas.

Saya sengaja tak menampilkan operator pembagian karena ada beberapa hal yang akan kita bahas. Perhatikan kode berikut ini:

Di sini saya mendesain 3 variabel integer: a, b, c. Untuk operasi a dan c tak ada masalah, hasilnya sesuai dimana 8 / 4 = 2 dan 8 /2 = 4.

akan tetapi kenapa 8 / 3 menghasilkan angka 2? Mungkin ini karena b di set selaku integer, bukan float atau double. Mari kita ubah tipe datanya:

Kenapa hasilnya tetap 2? Ini terjadi karena bahasa C melihat tipe data operand yang dimanfaatkan. Di sini operand nya ialah 8 dan 3 yang ialah sebuah integer (angka bulat).

Agar operasi pembagian menghasilkan nilai float, kedua operand mesti ditulis di format pecahan, yakni 8.0 dan 3.0. Berikut hasilnya:

Hasil kode program:

Yup, sekarang ini ini hasilnya telah sesuai, dimana 8.0 / 3.0 ialah 2.666667. Untuk memformat tampilan ahir misalnya menjadi 2.66, dapat menggunakan bermacam teknik yang pernah kita bahas di panduan tipe data float: Pengertian dan Contoh Kode Program Tipe Data Float.


Pengertian Operator Mod (Modulus)

Operator mod (singkatan dari modulo atau modulus) dimanfaatkan untuk mencari nilai sisa pembagian. Operator mod perlu penjelasan tersendiri terutama bagi yang baru pertama-tama kali belajar bahasa pemrograman komputer. Operator ini terdengar asing tapi hakekatnya lumayan sederhana.

Selaku contoh:

  • 8 mod 5 = 3, karena 3 ialah angka sisa pembagian.
  • 100 mod 7 = 2, karena hanya 98 yang habis dibagi 7 (bersisa 2).

Berikut contoh kode program pemakaian operator mod di bahasa C:

Hasil kode program:

Operator modulus ini lumayan sering dimanfaatkan, misalnya menentukan sebuah bilangan genap atau ganjil. Untuk keperluan ini kita dapat memeriksa apakah a % 2 menghasilkan 0? Kalau iya, karenanya a berisi bilangan genap.


Di panduan bahasa C kali ini kita telah membahas cara pemakaian operator aritmatika. Selain itu pun disinggung cara pemakaian operasi pembagian bahasa C yang butuh sedikit trik, serta pengertian dari operator modulus.

Berikutnya, kita akan membahas Operator Increment dan Decrement dalam Bahasa C.


Sumber https://www.duniailkom.com/