Tutorial Belajar C Part 25: Tipe Data Boolean dan Cara Penggunaan Tipe Data Boolean

Posted on

Lanjutan panduan bahasa pemrograman C kali ini akan membahas tipe data Boolean dan cara pemakaian tipe data Boolean di bahasa pemrograman C.


Pengertian Tipe Data Boolean

Tipe data boolean hakekatnya betul-betul sederhana. Tipe data ini hanya dapat diisi dengan diantara dari 2 nilai: TRUE atau FALSE. Tipe data boolean banyak digunakan di percabangan kode program, atau untuk memutuskan apa yang mesti dijalankan di sebuah kondisi if else.

Selaku contoh, kita dapat menyusun kode program untuk menentukan apakah sebuah angka genap atau ganjil merujuk di input dari pengguna. Untuk keperluan ini kita mesti memeriksa apakah angka itu dapat dibagi 2 (untuk angka genap), atau tak dapat dibagi 2 (untuk angka ganjil). Tipe data boolean dapat digunakan untuk menampung kondisi seperti ini, benar atau salah (True atau False).

Contoh pemakaian tipe data boolean akan lebih jelas seandainya sobat telah mempelajari operator perbandingan, serta percabangan program seperti if else.


Tipe Data Boolean di Bahasa C

Yang lumayan menarik, atau mungkin agak “aneh”, bahasa pemrograman C tak mempunyai tipe data Boolean bawaan. Operasi perbandingan yang seharusnya menghasilkan nilai boolean True atau False hanya menghasilkan integer 1 atau 0.

Di bahasa C, nilai integer 1 atau selain nol akan dianggap selaku True, sedangkan 0 akan menjadi False. Berikut contohnya:

Saya mendefinisikan variabel a selaku integer. Kemudian variabel a ini diisi dengan hasil dari operasi perbandingan, apakah 5 == 5? iya (true), karenanya variabel a akan berisi angka 1. Berikutnya apakah 5 > 5? tak (false), karenanya variabel a akan berisi angka 0.

Lebih lanjut mengenai operasi perbandingan seperti == dan > akan kita bahas di panduan terpisah. Yang terpenting di sini yaitu operasi perbandingan akan menghasilkan integer 1 atau 0.

Berikut contoh pemakaian tipe data integer di pelbagai kondisi if:

Kita memang belum membahas mengenai kondisi if, tapi di sini saya ingin menunjukkan bahwa di bahasa C, angka integer dapat digunakan selaku pengganti tipe data boolean.

Angka 1, 30, -8 dan karakter ‘A’ semua dianggap selaku boolean true. Semuanya akan menampilkan teks karena kondisi if memenuhi syarat. Sedangkan angka 0 dianggap selaku false sehingga pedoman printf di baris 22 tak akan dijalankan.


Cara Mendesain Tipe Data Boolean di Bahasa C

Karena tak tersedianya tipe data Boolean, banyak trik yang dapat digunakan untuk menyusun tipe data boolean “bentukan”, misalnya dengan menyusun konstanta dengan nama true dan false:

Hasil kode program:

Di awal kode program, saya menyusun 2 konstanta, yakni true dan false yang masing-masingnya berisi angka integer 1 dan 0. Kemudian konstanta true dan false ini digunakan di kondisi if. Ini dapat berjalan tapi sedikit “dipaksakan”.

Alternatif yang lebih bagus yaitu dengan tambahan file header stdbool.h. Header ini terdapat untuk compiler C99 ke atas. Dapat dibilang bahwa ini yaitu cara “standar” untuk menyusun tipe data boolean di bahasa C:

Dengan tambahan baris #include <stdbool.h>, kini program kita telah mempunyai tipe data boolean. Cara pendefinisiannya ada di baris 6, yakni dengan tipe data bool. Saya menyusun variabel a dan b selaku bool, kemudian mengisi nilai true ke di a, dan false ke di b.

Hasilnya hanya pedoman printf di baris 11 yang berjalan karena memenuhi kondisi if (true
)
.

Lebih lanjut mengenai tipe data boolean ini akan kembali kita pelajari di bahan mengenai operasi perbandingan, serta kondisi if else.


Di panduan ini kita telah membahas diantara tipe data Boolean di bahasa C. Panduan ini pun mengakhiri pembahasan mengenai tipe data, dimana kita telah mempelajari tipe data char, integer, float, array, string dan struct.

Berikutnya akan masuk ke pembahasan mengenai Operator di bahasa pemrograman C


Sumber https://www.duniailkom.com/