Tutorial Belajar C Part 2: Sejarah Bahasa Pemrograman C

Posted on

Sebelum mempelajari syntax (aturan penulisan) dari bahasa pemrograman C, mari bahas sejenak mengenai asal muasal dari bahasa C itu sendiri. Kita akan lihat cerita singkat mengenai sejarah bahasa pemrograman C.


Kemunculan Program Operasi UNIX

Bell Labs – Sumber: wikipedia.org

Kisah dimulai dari program operasi UNIX, yang mana inilah tujuan awal dari pengembangan bahasa C.

Sekitar tahun 1960, Massachusetts Institute of Technology, Bell Labs, dan General Electric bekerjasama memajukan sebuah program operasi untuk komputer GE-645 mainframe. Di era tersebut sebuah komputer dapat sebesar satu ruangan.

Program operasi ini dinamakan Multics (Multiplexed Information and Computer Services). Kemunculan Multics membawa banyak inovasi, namun bahasa pemrograman yang dimanfaatkan lumayan kompleks.

Tak ingin membuang banyak waktu dengan pengembangan Multics, peneliti dari Bell Labs lambat laun meninggalkan project tersebut, diantaranya yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, M. D. McIlroy, dan J. F. Ossanna.

Bell Labs sendiri yakni sebuah sebuah laboratorium multi disiplin ilmu yang berlokasi di Murray Hill, New Jersey, Amerika Serikat. Ketika itu Bell Labs berada di bawah perusahaan ATT Corporation (sekarang ini ini Bell Labs telah berada di bawah Nokia: www.bell-labs.com)

Peneliti di Bell Labs mencoba memajukan ulang program operasi yang lebih sederhana diperbandingkan Multics. Program operasi ini diberi nama Unics (Uniplexed Information and Computing Service), yang kemudian berubah nama menjadi UNIX.


Bahasa C untuk Mengoptimalkan UNIX

Di awalnya, program operasi UNIX dibangun menggunakan bahasa assembly. Program operasi ini pertama-tama kali diimplementasikan ke di komputer PDP-7 dan berikutnya ke di PDP-11 oleh Dennis Ritchie and Ken Thompson.

Agar lebih sederhana, pengembangan UNIX kemudian diubah menggunakan bahasa pemrograman B, yakni sebuah bahasa yang dibangun oleh Ken Thompson. Akan tetapi bahasa B mempunyai keterbatasan sehingga beberapa fitur di PDP-11 tak dapat diprogram. Oleh karena itu dikembangkanlah bahasa pemrograman C. Nama bahasa C dipilih selaku huruf abjad berikutnya setelah B.

Ken Thompson (kiri) with Dennis Ritchie (kanan) – Sumber: wikipedia.org

Bahasa pemrograman C ini dikembangkan antara tahun 1969 – 1972 oleh Dennis Ritchie. Yang kemudian dimanfaatkan untuk menulis ulang program operasi UNIX. Selain untuk memajukan UNIX, bahasa C pun dirilis selaku bahasa pemrograman umum.

Di tahun 1978, Brian Kernighan dan Dennis Ritchie merilis buku “The C Programming Language”, yang pun sering disebut selaku “KR” (singkatan dari nama penulisnya: Kernighan dan Ritchie). Buku “The C Programming Language” menjadi standar untuk buku programming modern, dan masih sering dijadikan bahan referensi bahasa C di kalangan akademisi.


Perkembangan UNIX dan Bahasa C

Program Operasi UNIX yang dibangun oleh Bell Labs ternyata lumayan populer. Di era tersebut sebuah komputer berharga amat mahal dan berukuran besar (butuh satu ruangan khusus). Oleh karena itu komputer UNIX hanya terdapat di kantor pemerintah dan beberapa Universitas besar di Amerika Serikat.

Masuknya UNIX ke Universitas inilah yang turut mempopulerkan pemakaian bahasa pemrograman C. Mau tak mau mahasiswa yang ingin memajukan program UNIX pun mesti menguasai bahasa pemrograman C. Ini pula yang menjadi alasan berkurangnya pemakaian bahasa pemrograman Pascal (yang pun lumayan populer di dikala itu).

Perkembangan UNIX tak berhenti hingga disini. Di tahun 1983, Richard Stallman membangun sebuah project open source: GNU (singkatan dari GNU’s Not Unix). Project ini ingin membangun sebuah program operasi free yang mirip seperti UNIX dan dapat diinstall di komputer pribadi, tak hanya di komputer-komputer besar.

Di tahun 1991, Linus Torvalds merilis kernel (otak pemrosesan sebuah program operasi) yang dinamakan Linux. Linux pun dirilis dengan lisensi GNU, yang mana boleh digunakan, dipelajari, dimodifikasi dan disebarkan oleh siapa saja. Linux sendiri terinspirasi dari UNIX dan pun dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman C.

Apple pun tak ketinggalan menggunakan UNIX. Di tahun 1997 – 2001, program operasi MacOS dikembangkan ulang dari NeXTSTEP, sebuah program Unix. MacOS kemudian dijadikan selaku basis untuk seluruh program operasi Apple, mulai dari program operasi MacOS untuk Komputer dan Laptop, program operasi iOS untuk smartphone, serta program operasi watchOS dan tvOS .

Program operasi Android pun tak lepas dari UNIX. Android sendiri menggunakan kernel Linux yang telah di modifikasi.

Seluruh program operasi ini menjadi keluarga yang dikenal selaku UNIX-like, dan hampir semuanya ditulis menggunakan bahasa pemrograman C.

Pemakaian Bahasa Pemrograman C

Melihat banyaknya implementasi dari bahasa C di program UNIX dan “keluarganya” (UNIX-like), karenanya otomatis seandainya sobat ingin mempelajari “daleman” dari pelbagai program operasi seperti UNIX, Linux, MacOS hingga Android, akan butuh bahasa pemrograman C.

Beragam compiler bahasa pemrograman pun dikembangkan menggunakan bahasa C. Selaku contoh, compiler untuk bahasa pemrograman PHP dibangun menggunakan bahasa C. Program MySQL pun dibangun dari bahasa C. Apabila sobat ingin berkontribusi selaku pengembang dari program MySQL, PHP, dan beberapa besar project open-source, mayoritas pun menggunakan bahasa C.

akan tetapi bukan berarti seandainya kita ingin membangun program di UNIX, Linux, MacOS dan Android, mesti menggunakan bahasa C. Bahasa C baru perlu untuk memodifikasi program tersebut.

Bahasa C yaitu sebuah bahasa pemrograman yang amat powerful. Hampir seluruh program dapat dibangun menggunakan bahasa pemrograman C. Malahan, seandainya sobat ingin membangun sebuah bahasa pemrograman baru, bahasa C yakni sebuah alternatif yang pas untuk mengembangkannya.

Bahasa PHP dikembangkan dari C – sumber: wikipedia.org

Versi Bahasa Pemrograman C

Seperti layaknya pelbagai program komputer, bahasa C pun mempunyai beberapa versi atau tahap pengembangan. Versi bahasa C ini dikenal selaku ANSI C.

ANSI yaitu singkatan dari American National Standards Institute. Sebuah badan standarisasi yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Kalau di Indonesia, dapat disamakan dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Selain ANSI, badan standarisasi lain yang lumayan terkenal yaitu ISO, IEEE dan W3C.

Standarisasi diperlukan agar terdapat “patokan” baku dari sebuah bahasa C. Karena dapat saja sebuah perusahaan memajukan bahasa C kemudian menambah beberapa fitur yang belum tentu terdapat di program lain.

Terdapat beberapa versi ANSI C yang ditandai dengan tahun dikala standar tersebut dirilis:

  • C89: Standar bahasa C pertama-tama yang dirilis oleh ANSI di tahun 1989. Versi ini dikenal selaku C89.
  • C99: Di tahun 1999, ANSI menambahkan beberapa fitur baru ke di bahasa C, seperti inline functions, beberapa tipe data baru dan flexible array-members. Versi ini dikenal selaku C99.
  • C11: Sesuai dengan namanya, standar C11 diperbaharui di tahun 2011. Terdapat penambahan fitur-fitur baru, seperti macros, atomic operations, dan anonymous structures yang tak terdapat di C99.
  • C18: Standar ini dirilis di bulan Juni 2018. Tak ada penambahan fitur baru seandainya diperbandingkan C11, namun berisi perbaikan bug dan error yang terdapat di standar C18.

ANSI C18 yakni sebuah versi betul-betul baru, namun karena masih amat baru (hanya beda beberapa bulan sejak update artikel ini di Agustus 2018), akan butuh waktu agar seluruh compiler C mendukungnya. Karena itu seandainya sobat mencari compiler C, boleh memilih yang menggunakan standar C11 sambil menunggu update ke C18.


Di panduan kali ini, kita telah mengenal sejarah singkat tentang sistem operasi UNIX serta bahasa pemrograman C. Saya pun beberapa kali menulis mengenai compiler C. Apa sebetulnya maksud dari compiler ini? Kita akan bahas di panduan berikutnya di Pengertian Compiler, Linker dan IDE.

Sumber:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/C_(programming_language)
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Unix
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Bell_Labs
  • https://en.wikipedia.org/wiki/PHP
  • https://www.programiz.com/c-programming


Sumber https://www.duniailkom.com/