Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) Seleksi Pegawai Menggunakan Metode GAP pada PT. (Persero) ASKES

Posted on
ABSTRAK
Selaku pengambil keputusan, kita tentu saja dituntut bukan sekedar membangun suatu keputusan. Tetapi kita mesti membahas dan mencari keputusan yang sangat utama dan tepat (the best). Setiap bertambahnya kepentingan obyek yang menuntut kamu bagi memilih keputusan, karenanya akan semakin rumitlah realisasi pengambilan keputusan. Siapapun kamu, tak akan mungkin menghindar dari pengambilan keputusan, bagus itu bagi skala pribadi, keluarga, lingkungan, organisasi, maupun perusahaan. Karena keputusan selalu diperlukan bagi mengatasi masalah. Ketika keputusan yang akan diambil  sederhana seperti jam berapa mesti bangun, jam berapa mesti sarapan dan jam berapa mesti kekantor atau jam berapa mesti belajar karenanya biasanya seseorang  dapa denga muda mengambil keputusan.
            Namun terkadang seringkali seseorang dihadapkan di permasalahan yang perlu dipertimbangkan matang-matang sebelum mengambil keputusan seperti memilih pasangan hidup yang tepat, kapan ketika yang tepat bagi menikah, kemanakah melanjutkan sekolah, atau jurusan apa yang sangat tepat. Seluruh keputusan yang dibangun, pastinya didasari di pertimbangan matang dari beragam kemungkinan yang terdapat agar kita mendapat alternatif yang terbaik.  Demikian itu pun dengan sebuah perusahaan ketika keputusan yang  akan  diambil bersifat kompleks dengan risiko yang besar seperti perumusan kebijakan, pengambil keputusan sering memerlukan alat bantu dalam bentuk analisis yang bersifat ilmiah, logis, dan  terstruktur/konsisten Salah  satu  alat  analisa tersebut  adalah berupa  decisio making  model (model  pembuata keputusan)  yang memungkinkan mereka untuk membuat keputusan untuk masalah yang bersifat kompleks. Lembaga penelitian seperti Badan Penelitian da Pengembangan yang   dikelola   oleh   pemerintah   juga   harus    membuat   berbagai keputusan.   
Sala satu  jenis  keputusa yan palin sering  dibuat adala dalam  menyusun prioritas (memilih)  penelitian  dari  berbagai alternatif/pilihan   topik/proposal penelitian.   Setiap   tahun   lembaga penelitian dihadapkan pad ratusan proposal penelitian. Di sisi lain, sumberdaya bai it sumberdaya manusia waktu,  da dana  yang tersedi terbatas  sehingga  tidak  memungkinkan  bagi  menjalankan semua   penelitia tersebut.    Dala hal  ini manajemen   lembaga penelitia haru menyusun  priorita penelitian  berdasarkan  kriteria- kriteria yang telah disepakati bagi meyeleksi tenaga kerja
 .

Kata Kunci : Program Pendukung Keputusan, Visual Basic, Karyawan, Sistem GAP


Unduh File : 

Unduh Source Code Program :

Screnshot Program :

bg2

bg1



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *