Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Pemenang Tender Proyek Menggunakan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process) Pada Dinas Bina Marga Kab Aceh Utara

Posted on
ABSTRAK
Di lama sekarang ini ini banyak perusahaan yang mengikuti tender bagi memperoleh proyek yang mereka inginkan merujuk pada penawaran yang diajukan sebelumnya. Diantara instansi yang mengadakan tender yaitu Kantor Dinas Bina Marga Kab Aceh Utara. Paket yang di lelang di Dinas Bina Marga yaitu paket fisik dengan nilai di atas 200 juta, sedangkan paket pengadaan biasanya bernilai lebih kecil sehingga ditunjuk seketika tanpa ditenderkan, Kantor tersebut menawarkan tendernya ke perusahaan-perusahaan dengan cara memberikan pengumuman yang disebarkan lewat media massa, internet, dan papan pengumuman berisi mengenai tender tersebut dan membuka pendaftaran.
Setelah pendaftaran tersebut akan diseleksi dan akan dilakukan penilaian kepada perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender lewat tahapan-tahapan evaluasi pelelangan dengan program gugur, yaitu evaluasi administrasi, evaluasi teknis, evaluasi kewajaran harga dan evaluasi kualifikasi. Proses penyeleksian pemenang tender diseleksi lewat empat tahapan yang dilakukan secara manual oleh pihak pengambil keputusan. Akan tetapi pengumuman tender proyek, pendaftaran, pengambilan berkas, akumulasi, pemasukan berkas, evaluasi hingga pengumuman pemenangnya dilakukan secara online.
Penentuan pemenang secara manual banyak menghabiskan waktu (biasanya rentang waktu 1 hingga 4 minggu), karena mesti memeriksa seluruh berkas persyaratan lewat tahapan-tahapan tersebut. Kalau pada penentuan pemenangnya menghabiskan waktu sebulan, peserta tender akan mendesak pihak pengambil keputusan dengan terus-menerus menanyakan mengenai hasil keputusan pemenang tender. Kendala yang sangat sering terjadi di evaluasi kewajaran harga dengan mengurutkan perusahaan  merujuk pada harga penawaran terendah setelah mengoreksi aritmatik dengan membenarkan volume, penjumlahan dan perkalian. Setelah seluruh tahapan dilalui, pihak yang mengadakan tender menetapkan tiga pemenang yang terdiri dari pemenang 1, 2, dan 3. Kalau pemenang 1 pada waktu 14 hari belum memulai perancangan proyek dan malaporkan kepada pihak panitia pemenang yang ke-2 akan mengambil alih proyek tersebut.
Merujuk pada permasalahan tersebut penulis tertarik bagi merancang suatu program program pendukung keputusan pemenang tender proyek Dinas Bina Marga Kab Aceh Utara, dengan menggunakan sistem Analytic Hierarchy Process (AHP) dan dengan bahasa pemrograman PHP. Program pengambilan keputusan dengan sistem AHP ini dikerjakan bagi meningkatkan proses serta kualitas hasil pengambilan keputusan dengan memadukan data dan pengetahuan bagi meningkatkan efektivitas pada proses pengambilan keputusan kepada proses penentuan pemenang tender proyek.
Program yang akan dikerjakan menampilkan data perusahaan peserta, paket lelang yang akan diseleksi, data peserta lelang, penawaran pelelangan, kemampuan peserta lelang, peralatan paket lelang, evaluasi administrasi, evaluasi teknis, evaluasi harga, evalusi kualifikasi, hasil pemenang pelelangan dan perancangan report.
Program program pendukung keputusan ini ditujukan kepada pihak pengambil keputusan bagi mempermudah pada proses penyeleksian pemenang tender proyek dan dapat mempercepat waktu pada pengambilan keputusan serta perancangan report pemenang tender proyek.

 Kata kunci     : AHP, SPK, Tender


Unduh File PDF : 
BAB 1, 2, 3, 4 dan 5 (.word)

Unduh Source Code Program :
Download File.rar
Screnshot Program :

bg1




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *