youtube-html5-video-player-640x350-1

Ingin streaming YouTube lebih lancar?

Posted on

Barusan saja admin ketemu sebuah pembahasan menarik soal codec yang digunakan pada YouTube. Pada besarnya bandwidth yang ditawarkan ISP pada Indonesia menonton video online bukanlah masalah yang besar, asalkan kualitas videonya seimbang pada besar kecepatan internetnya. Namun ternyata masih ada satu hal lagi yang dapat dioptimalkan guna merancang streaming pada browser lebih bagus.

Kasusnya admin mengalami video yang diputar patah – patah, ngelag atau nyendat. Tips ini terjadi siap dari resolusi 480p, 720p, dan 1080p pun dapat jadi 4k. Awalnya sih mengira sebab koneksi internet tak stabil atau memang komputer admin saja yang ga kuat nyetelnya. Ternyata tak, atau masih ada yang dapat dilakukan guna mengatasinya.

youtube-html5-video-player-640x350

Coba kamu cek laman YouTube HTML 5 Video Player dulu: https://www.youtube.com/html5 dan lihatlah dukungan codec apa saja yang hidup (warna biru) dan yang mati (warna merah). Tips ini berlaku guna browser modern layaknya Mozilla Firefox, Google Chrome, Microsoft Edge, Opera dan seterusnya.

Coba kemudian matikan dukungan guna WebM VP8 dan MSE & WebM VP9 melalui manual atau menggunakan aplikasi addon/ekstensi layaknya h264ify (Firefox atau Chrome). Lanjutkan pada merestart browsernya. Seharusnya video yang framenya patah – patah pas diputar akan lebih tanpa hambatan.

Dari percobaan diperbandingkan menggunakan aplikasi H.264 karenanya jumlah frame yang dibuang (Dropped frames) jauh lebih kecil dan malah dapat tak ada sama sekali. Ini yang menjamin video yang disetel lebih bagus dan tak patah – patah. Cek pada opsi Stats for Nerd yah. ??

youtube-stats-for-nerds-webm-vp9-640x473

Kenapa hal ini dapat terjadi? Atau kok pengaruh pemakaian codec berbeda terasa besar? Dari bermacam-macam referensi ini disebabkan dukungan akselerasi CPU atau GPU kepada codec H.264 jauh lebih bagus diperbandingkan VP8 atau VP9. Mudah kan? Malahan oleh Microsoft melalui default dinonaktifkan support guna kedua codec tadi. Memang melalui standar lebih dahulu H.264 dan sebab ini urusannya pada hardware karenanya tak secepat dia pula revisi atau update instruksi khususnya.

Kami harap mencerahkan. ??

sumber : utekno.com