Apa itu DNS Nasional?

Posted on

Ya, pada bulan Mei 2015 ini Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) rencananya akan siap menggunakan layanan DNS (Domain Name System) terpusat dan mesti ditaati oleh semuanya penyelenggara jasa internet pada Indonesia. Kalau sebelumnya kamu mengenal Internet Positif, Internet Sehat, Trust+Positif, Internet Sehat dan entah pada istilah apalagi tapi esensinya sama yaitu memblokir situs pada konten SARA (Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat), pornografi, kekerasan, perjudian dan sejenisnya yang melanggar hukum – karenanya nanti akan ada perbedaan.

Nah… Kemenkominfo akan siap mengaktifkan layanan DNS baru merujuk pada milik Trust+Positif dan mewajibkan setiap ISP (Internet Service Provider) agar menggunakan aplikasi atau mengikuti sinkronisasi data – datanya, dan namanya ialah DNS Nasional. Jadi walau nanti nama dari produk keamanan dan perlindungan akses konten pada internet berbeda – beda tergantung penyedianya tapi sumber databasenya ialah sama. Tips ini sangat lambat diikuti tanggal 31 Mei 2015 ini.

Kalau kamu belum paham apa dia DNS karenanya sederhananya setiap situs akan mempunyai tempat tinggal IP, bayangkan kamu lebih gampang hapal Google.com atau 203.176.180.31? Keduanya sama – sama membuka laman google. Nah… DNS ini berfungsi mengkonversi url atau tempat tinggal laman menjadi tempat tinggal IP yang dimengerti komputer dan sebaliknya.

Bila sebelumnya kita dapat melewati blokir konten hanya pada mengganti DNS server yang digunakan pada Google Public DNS atau OpenDNS karenanya sekarang ini ini dapat disebut percuma sebab penyedia internet layaknya Telkom, Innovate, 3, XL, Indosat dan lainnya sudah mengikuti aplikasi transparent DNS proxy – atau pembajakan DNS, jadi apapun DNS kamu akan dicegat dan diarahkan pada DNS server milik mereka sendiri. Sama saja jadinya.

Yah.. semoga saja DNS Nasional ini tak disalahgunakan guna menyensor kebebasan berbicara, kalau melalui tujuannya memang bagus sebab guna melindungi rakyat Indonesia dari akses konten yang berbahaya, ilegal atau merusak moral.

sumber : utekno.com