Tutorial Membuat Web Online Part 4: Struktur, Tipe dan Jenis-jenis Web Domain

Posted on

Setelah memahami pengertian web hosting, tipe-tipe web hosting dan fitur apa saja yang disediakan web hosting, di panduan kali ini kita akan beralih membahas mengenai web domain, yakni mengenai struktur, tipe dan jenis jenis domain web.


Web domain (atau hanya domain saja) yakni tempat tinggal situs yang sehari-hari kita ketik di web browser. Contohnya: www.google.com, www.kompas.com, atau www.duniailkom.com. Agar lebih memahami mengenai web domain, kita akan membahas beberapa istilah yang berkaitan dengan web domain ini.

Sebuah tempat tinggal laman terdiri dari struktur tetap yang terdiri dari Top Level Domain, Second Level Domain, Third Level Domain dan Sub domain.


Pengertian TLD (Top Level Domain)

TLD yang ialah singkatan dari Top Level Domain yakni bagian dari tempat tinggal laman yang amat kanan hingga tanda titik. Dari tempat tinggal www.duniailkom.com, bagian “.com” yakni TLD. Contoh TLD lainnya yakni .net, .org, atau .id.

Terdapat ratusan TLD yang dapat digunakan. Selain TLD klasik seperti .com, .net atau .org, dikala ini pun terdapat TLD yang terdiri dari kata seperti .laman, .ninja, .travel, atau .yoga.

Selain itu, terdapat istilah Country Code Top Level Domains (ccTLD). ccTLD yakni TLD khusus yang digunakan untuk negara tertentu. Selaku contoh, domain .id digunakan untuk negara Indonesia, .us untuk Amerika Serikat, .my untuk Malaysia, .sg untuk Singapura, dll. Daftar komplit mengenai TLD ini dapat dilihat dari wikipedia: List of Internet top-level domains.


Second Level Domain

Setelah top level domain, bagian berikutnya dari nama domain yakni SLD, atau Second Level Domain. SLD berada setelah TLD, yakni setelah bagian “.com” dari sebuah situs. Selaku contoh, “duniailkom” yakni SLD dari domain www.duniailkom.com.

Beberapa domain pun menggunakan second level domain yang seolah-olah bagian dari top level domain. Contohnya, di Indonesia terdapat domain dengan akhiran .co.id, ac.id, atau web.id, seperti yang digunakan oleh www.kaskus.co.id. Bagian “co” di disini tetap disebut selaku second level domain.


Third Level Domain

Seperti yang dapat ditebak, setelah second level domain, masih ada third level domain. Ini yakni bagian berikutnya dari nama domain. Dari contoh www.kaskus.co.id, kata “kaskus” terletak di bagian third level domain.


Pengertian Sub Domain

Selain struktur hierarki domain: top, second, dan third level domain, pun terdapat istilah Sub Domain.

Sub Domain yakni sebutan untuk domain yang ialah bagian dari domain utama. Selaku contoh, apabila duniailkom ingin menyusun forum khusus, dapat menggunakan sub domain di tempat tinggal forum.duniailkom.com. Atau apabila www.google.com yakni domain utama, karenanya mail.google.com yakni sub domain dari situs google. Bagian “forum” dan “mail” inilah yang dimaksud dengan sub domain.

Nantinya kamu pun akan melihat bahwa setelah kita membeli sebuah nama domain, sub domain ini dapat dibangun sesuka hati (tanpa biaya tambahan), dengan catatan layanan hosting menyediakan fitur ini.


Mengenal ICANN dan PANDI

ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) yakni badan internasional yang mengatur pendaftaran sebuah nama domain. Apabila kita membeli domain, hakekatnya kita pun akan terdaftar ke ICANN. Namun kita tak membeli seketika nama domain dari ICANN, lumayan lewat jasa layanan ‘domain registrar’.

Khusus untuk Country Code TLD, ICANN memberikan wewenang pengaturan ini kepada masing masing negara. Di Indonesia, domain “.id” dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Domain yang dikelola oleh PANDI yakni semua domain dengan akhiran .id, seperti co.id, ac.id, web.id, atau hanya .id saja.

Tampilan web PANDI (https://pandi.id)


Syarat untuk Membeli Domain

Di awalnya, setiap TLD diperuntukkan untuk keperluan tertentu, misalnya .com untuk perusahaan, .net untuk network atau jaringan, dan .org untuk organisasi, seperti yang kamu pelajari dari buku-buku pengantar kuliah :).

Namun di prakteknya, kita dapat membeli nama domain dengan TLD apapun, terlepas apakah situs kita memang sebuah perusahaan, jaringan, organisasi atau hanya perorangan yang ingin eksis.

Selaku contoh, saya dapat membeli domain “namasaya.com”, “namasaya.net”, dan “namasaya.org” tanpa syarat apapun, lumayan dengan membayar biaya pendaftaran. Tipe domain seperti ini disebut pun dengan open TLD, dimana setiap orang dapat memperoleh tempat tinggal ini. Contoh lain dari open TLD yakni .biz dan .asia.

Selain open TLD, terdapat pun nama domain yang tak dapat didaftarkan dengan bebas, atau membutuhkan syarat tertentu. Selaku contoh, PANDI mensyaratkan seluruh domain “.id” hanya dapat didaftarkan oleh WNI saja dengan melampirkan KTP, dan untuk domain .co.id mesti ditambahkan dengan surat izin usaha (SIUP).

Update: belakangan syarat KTP untuk domain .id telah tak diharuskan lagi. Namun untuk .co.id tetap mesti melampirkan SIUP.


Di panduan kali ini kita telah membahas mengenai struktur domain, tipe-tipe web domain, serta berkenalan dengan ICANN dan PANDI. Di panduan berikutnya akan dibahas mengenai tips dan pertimbangan dalam memilih nama domain.

Panduan ini hasil kerjasama Duniailkom dengan Niagahoster. Dapatkan diskon tambahan 10% dengan kode coupon: a-voucher75.


Sumber https://www.duniailkom.com/