Tutorial Membuat Web Online Part 3: Memahami Fitur-Fitur Web Hosting

Posted on

Kemungkinan besar web hosting yang akan kamu gunakan yaitu tipe shared server web hosting dari yang yang telah kita pelajari di panduan sebelumnya: Jenis dan Tipe-Tipe Web Hosting.

Perusahaan jasa penyedia web hosting pun mempunyai paket-paket sendiri,sesuai dengan fitur dan harga yang disediakan, seperti paket basic, personal, bisnis, corporate, dll. Di panduan lanjutan cara membangun web online ini saya akan membahas hal teknis mengenai fitur yang disediakan oleh web hosting. Ini dapat jadi bahan pertimbangan di memilih paket web hosting.


Shared server web hosting yaitu pasar web hosting amat murah sekaligus yang amat banyak di tawarkan. Namun sebelum membeli, ada baiknya kita memperhatikan fitur-fitur yang disediakan:

Kapasitas Harddisk

Seperti yang telah kita bahas di panduan mengenal pengertian web hosting dan domain, web hosting yaitu tempat diletakkannya file-file situs. Oleh karena itu, ukuran media penyimpanan menjadi diantara pertimbangan amat urgen. Aturannya lumayan jelas: semakin besar harddisk, semakin bagus.

Namun jangan terlalu berpatokan kepada hal ini. Ukuran media yang disediakan oleh beraneka web hosting dikala ini telah lumayan besar (termasuk untuk paket yang amat murah).

Selaku sekilas, situs duniailkom yang menggunakan CMS wordpress, ‘hanya’ memerlukan sekitar 300MB media penyimpanan untuk 300an artikel + beberapa ratus gambar (yang digunakan di di artikel).

Dengan demikian, kamu tak mesti terburu-buru untuk mengambil kapasitas harddisk yang besar. Seandainya ingin memulai web pribadi, lumayan ambil kapasitas yang kecil (minimal 500MB). Apabila di kemudian hari butuh penyimpanan yang lebih besar, dapat meminta ‘naik paket’ kepada penyedia hosting.

Beberapa paket web hosting pun menawarkan ukuran harddisk ‘unlimited’ yang artinya ruang kapasitas yang tak terbatas! Fitur ini hakekatnya lebih kepada aspek ‘marketing’ saja. Dari yang yang kita tahu, tak ada yang tak terbatas di dunia ini, termasuk ukuran harddisk.

Ukuran kapasitas ‘unlimited’, di dasarnya tetap mempunyai batasan. Web hosting akan membatasinya dari hal lain, seperti seberapa banyak file yang dapat disimpan (misalkan: 10000 buah file), atau membangun batasan ukuran wajar. Ini mirip dengan istilah FUP (Fair Usage Policy) paket internet unlimited di Indonesia.

Mengenai seberapa jauh batasan dari kapasitas ‘unlimited’ ini dapat kamu tanyakan sewaktu membeli layanan hosting.

Diantara file yang berukuran besar yaitu file video dan audio (file MP3). Untuk mengakali keterbatasan ruang, kita dapat menyimpan video dan audio di layanan video sharing seperti YouTube, kemudian mengambil link-nya. Dengan demikian kita tak perlu menyimpan file video ini di web hosting.


Kapasitas Bandwidth

Kapasitas Bandwidth yaitu seberapa besar lalu lintas data dari dan ke web hosting yang disediakan untuk situs kamu. Ukuran yang ditawarkan mulai dari beberapa Megabyte per bulan, hingga ratusan Gigabyte per bulan.

Beberapa web hosting pun menyediakan kapasitas unlimited atau unmetered (tak dihitung), tapi sekali lagi biasanya mereka membatasinya dari FUP (Fair Usage Policy), yakni pemakaian yang dirasa ‘wajar’. Seandainya kamu dianggap telah melebihi pemakaian yang wajar, kamu akan diminta untuk naik ke paket yang diatasnya.

Untuk situs yang tak terlalu ramai, kisaran 5 GB per bulan telah mencukupi. Selaku perbandingan, situs duniailkom yang setiap harinya dibuka sebanyak 8000 kali (view), total bandwidth yang terpakai sekitar 15 BG per bulan. Batasan bandwidth ini dapat diakali dengan menggunakan layanan CDN cuma-cuma seperti Cloudflare.

Namun seandainya kamu menyediakan layanan streaming video/ unduh file yang seketika diletakkan di web hosting, jatah bandwidth ini akan terkuras dengan cepat. Untuk mengatasinya, letakkan file video tersebut di YouTube dan untuk file unduh dapat diletakkan di situs file hosting seperti dropbox, atau gdrive. Dengan demikian, proses streaming dan unduh tak mengurangi jatah bandwidth.

Ilustrasi Jaringan Server


Kemampuan Pemrosesan (CPU dan Memory)

Fitur server seperti CPU dan Memory biasanya tak dicantumkan oleh webhosting, terutama untuk tipe shared web hosting. Padahal, inilah ‘batasan’ amat dekat yang mungkin terlampaui.

Kapasitas CPU dan Memory web server berhubungan dengan seberapa ‘kuat’ web hosting menangani jumlah pengguna di dikala yang bersamaan (jumlah traffic). Semakin banyak traffic yang terdapat di waktu yang sama, semakin besar pula kebutuhan CPU dan Memory server.

Selaku contoh, untuk situs yang tak terlalu ramai (1000 pengunjung per hari), maksimal user di dikala yang bersamaan mungkin hanya 30-40 orang. Seandainya telah mencapai 5000 pengunjung per hari, jumlahnya dapat mencapai 100 orang di dikala yang bersamaan. Apabila kita melewati batas yang di bolehkan, web hosting biasanya akan memberikan peringatan bahwa kita melampaui jatah CPU/Memory dan mesti naik ke layanan yang lebih ‘kuat’ seperti VPS.

Pemakaian CPU dan Memory server ini amat berkaitan dengan konten atau isi situs. Apabila situs kamu hanya terdiri dari beberapa halaman HTML, ini tak akan membutuhkan banyak CPU/Memory. Namun seandainya menyediakan layanan streaming video atau kode PHP yang berat, akan membutuhkan kemampuan server yang lebih kuat.


Jumlah Email

Beberapa paket web hosting pun membatasi dari jumlah email yang dapat dikerjakan .

Seandainya kamu merencanakan situs ini untuk keperluan pribadi, jumlah email yang dibutuhkan tak terlalu banyak, seperti admin@situsanda.com, atau support@situsanda.com, amat banyak kamu hanya butuh 5 email.

Tetapi seandainya yang dirancang yaitu situs perusahaan, mungkin email ini menjadi urgen, karena akan lebih ‘bergengsi’ seandainya setiap karyawan mempunyai email sendiri, seperti andi@namaperusahaan.com< /em>. Beberapa paket pun menawarkan jumlah email yang unlimited.

Selaku alternatif untuk batasan kapasitas email ini, kita pun dapat menggunakan layanan email alternatif dari Google Mail, Yahoo Mail, atau layanan email lainnya.


Jumlah Database

Seandainya kamu membangun situs ‘statis’ yang tak memerlukan database, karenanya fitur ini tak jadi masalah. Namun umumnya situs ‘dinamis’ memerlukan database untuk menyimpan data. CMS (Content Management System) seperti WordPress dan Joomla pun memerlukan database untuk menyimpan isi situs.

Beberapa besar database yang ditawarkan oleh penyedia hosting yaitu MySQL. Karena memang MySQL yaitu database server yang amat umum digunakan untuk situs online. Seandainya kamu butuh jenis database lain seperti PostgreSQL, atau bahkan Oracle, silahkan tanya sebelum membeli.

Beberapa web hosting pun membatasi jumlah database yang dapat dikerjakan. Ada yang cuma 1 database, 5 database, 10 atau unlimited. Jumlah database yang besar akan bermanfaat seandainya kamu berencana membangun beberapa situs/ sub situs di 1 hosting.

Walaupun demikian, CMS seperti WordPress menyediakan fitur agar kita dapat menggunakan 1 database untuk beberapa situs.


Jumlah Addon Domain dan Sub Domain

Fasilitas ini hanya dibutuhkan seandainya kamu berencana membangun beberapa situs di satu hosting yang sama.

Addon Domain yaitu fitur untuk menambahkan situs yang berbeda ke di hosting yang sama. Selaku contoh, kamu dapat membeli 1 paket web hosting yang digunakan untuk 3 situs, seperti www.situs1.com, www.situs2.com, dan www.situs3.com. Dengan catatan web hosting tersebut memperbolehkan hal ini.

Untuk paket web hosting termurah biasanya hanya mendukung 1 addon domain. Dengan kata lain kamu tak dapat menambah situs lain di hosting tersebut (hanya boleh 1 situs saja). Untuk paket yang lebih besar ada yang membolehkan 5 addon domain, hingga unlimited.

Sub Domain yaitu ‘anak’ dari situs kamu dikala ini. Selaku contoh, seandainya www.duniailkom.com yaitu situs utama, karenanya saya dapat membangun sub domain dengan nama forum.duniailkom.com, atau eshop.duniailkom.com.

Sama seperti addon domain, paket web hosting pun ada yang membatasi jumlah sub domain mulai dari 1, 5, 10 atau unlimited.


Versi PHP dan MySQL

Walaupun relatif jarang, masih terdapat web hosting yang menggunakan versi PHP ‘jadul’ seperti PHP 4 dan database MySQL 4. Umumnya versi PHP dan MySQL yang update diperlukan seandainya kamu membangun situs yang menggunakan fitur-fitur PHP terbaru atau menggunakan CMS PHP seperti WordPress.

Sebaiknya kamu pun mencari tahu versi PHP amat rendah yang dapat didukung oleh CMS tersebut. Selaku contoh, WordPress memerlukan minimal PHP 5.2.4 dan MySQL 5.0. Lebih bagus lagi seandainya web hosting telah mendukung PHP 7.


Garansi Uptime

Uptime yaitu lama waktu sebuah web server untuk ‘online’. Tak ada hal yang lebih mengesalkan apabila server web hosting yang kita sewa sering ‘down’, alias tak dapat diakses.

Umumnya web hosting membangun garansi uptime 99,9%. Yang berarti mereka menjamin situs kita hanya ‘down’ sekitar beberapa menit di 1 tahun. Biasanya waktu ini digunakan untuk maintenance server.

Kamu dapat menanyakan garansi uptime ini di dikala ingin membeli web hosting, dan apa kompensasinya seandainya hingga down.


Lokasi Server

Lokasi server yaitu lokasi fisik dari web server berada. Biasanya lokasi ini menjadi pertimbangan apabila kamu membangun situs dengan Bahasa Indonesia.

Secara teori, sebuah situs yang servernya berada di Indonesia akan lebih cepat diakses daripada situs yang servernya berada di luar negeri (seperti di Amerika). Namun di prakteknya kecepatan ini tak akan semacam itu terasa. Kecuali kamu membangun situs kelas korporate yang amat mementingkan kecepatan.

Selain itu banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kecepatan sebuah situs, seperti banyaknya gambar yang ditampilkan. Biasanya paket hosting yang servernya berada di Indonesia akan sedikit lebih mahal diperbandingkan dengan server yang berada di luar negeri.


Program Control Panel

Program Control Panel merujuk kepada aplikasi program yang digunakan untuk mengatur konfigurasi web hosting. Aplikasi program yang amat populer yaitu CPanel, dan inilah yang akan kita pelajari nantinya.

Beberapa paket hosting murah pun ada yang menyediakan aplikasi program alternatif selain Cpanel, namun karena tak terlalu populer, agak susah menemukan dokumentasinya. Ini karena CPanel yaitu program berbayar (yang mesti dibayar oleh pihak web hosting).


Fitur Tambahan Lain

Selain fitur utama yang kita bahas disini, masih terdapat beberapa fitur tambahan yang mungkin dapat menjadi pertimbangan, seperti apakah web hosting tersebut menyediakan fitur cepat untuk menginstall CMS (seperti Softaculous), menyediakan fitur backup otomatis, menyediakan layanan help desk 24 jam (seandainya sewaktu-waktu kamu mengalami masalah), help desk di bahasa indonesia (agar lebih gampang seandainya kamu kurang memahami bahasa inggris), garansi uang kembali seandainya layanan tak memuaskan, dll.


Nama Besar Web Hosting

Bagi sebahagian pengguna, mungkin inilah fitur yang amat urgen, yakni nama besar sebuah situs penyedia web hosting. Ini berkaitan erat dengan kelangsungan situs kita, karena kita membayar untuk 1 tahun ke depan.

Mengenai situs penyedia layanan web hosting ini akan dibahas di panduan tersendiri.


Di panduan kali ini kita telah membahas beraneka faktor teknis yang dapat dipertimbangkan sebelum menyewa layanan web hosting. Berikutnya saya akan beralih membahas mengenai web domain: Mengenal Struktur, Tipe dan Jenis-jenis Domain Web.

Panduan ini hasil kerjasama Duniailkom dengan Niagahoster. Dapatkan diskon tambahan 10% dengan kode coupon: a-voucher75.


Sumber https://www.duniailkom.com/