Tutorial Belajar WordPress Part 6: Cara Menginstall WordPress Offline dengan XAMPP

Posted on

Pada 5 panduan belajar wordpress sebelumnya, kita telah mempersiapkan seluruh file dan program yang dibutuhkan bagi menginstall wordpress secara offline. Pada panduan kali ini kita akan membahas fitur wizard atau panduan setingan wordpress agar dapat digunakan.


Mengakses localhost/wordpress

Setelah file wordpress dipindahkan ke folder htdocs, inilah saatnya kita mulai proses instalasi wordpress. Silahkan jalankan XAMPP seperti pada tutorial-tutorial sebelumnya, lalu buka domisili localhost/wordpress. Halaman awal proses instalasi wordpress akan tampil di web browser.

Tempat tinggal localhost/wordpress ini sesuai dengan nama folder wordpress di folder htdocs XAMPP. Pada panduan sebelumnya, kita men-copy folder wordpress ke pada htdocs. Kamu bebas bila ingin mengubah nama folder ini menjadi nama lain, misalkan: situsku. Karenanya bagi mengaksesnya di web browser kita menuliskan: localhost/situsku.

Pada panduan di Source Code Program ini, saya tetap menggunakan nama folder standar: wordpress.


Menginput Settingan Database WordPress

Dikala mengakses localhost/wordpress, akan tampil halaman awal proses instalasi wordpress:

Di halaman pertama-tama ini, kita dapat memilih bahasa instalasi yang digunakan. Walaupun di pada list terdapat Bahasa Indonesia, saya akan memilih English (United States). Karena dengan menggunakan fitur bahasa inggris, segala alternatif dan pengaturan menjadi universal dan akan terasa familiar bila kamu sering menggunakan program komputer lainnya (Saya tak bermaksud melalaikan bahasa indonesia, tetapi karena panduan dan manual asli wordpress masih menggunakan bahasa inggris, kita ‘terpaksa’ mesti familiar dengan fitur bahasa inggris).

Silahkan klik Continue bagi melanjutkan.

Pada halaman ini, wordpress memberitahu kita bagi menyiapkan 5 daftar informasi terkait database, yakni: nama database, username database, password database, database host, dan table prefix. Kita telah membangun database pada panduan sebelumnya, sedangkan bagi nama user, kita dapat menggunakan user root yang telah terdapat di pada MySQL. Klik Let’s go bagi melanjutkan.

Di halaman ini, kita diminta bagi mengisi 5 informasi mengenai database. Berikut ialah isian yang mesti dikerjakan:

Database Name: wordpress_db. Isian ini mesti disesuaikan dengan nama database. Pada panduan Cara Membuat Database MySQL dengan Phpmyadmin kita telah membua
t 1 buah database MySQL. Apabila kamu menggunakan nama lain, silahkan menginputnya disini.

User Name:root. Username disini ialah username dari server MySQL. Ketika menginstall XAMPP, secara otomatis akan dibuatkan 1 user MySQL: root. User root hakekatnya ialah ‘user sakti’ di pada MySQL. User ini dapat mengerjakan hak akses apa saja. Menggunakan user root selaku user wordpress biasanya dianggap ‘tak aman’ karena bila seseorang mengetahui password root, ia dapat menghapus seluruh database yang terdapat (termasuk database lain diluar wordpress_db). Akan tetapi karena kita hanya menginstallnya di komputer sendiri, hal ini tak menjadi masalah.

Password: ’’ (kosongkan). Password yang diminta disini ialah password dari user MySQL yang akan digunakan bagi mengakses database. Di dikala instalasi XAMPP, user ‘root’ otomatis dikerjakan tanpa password, sehingga kita tinggal mengosongkan kolom ini.

Database Host: localhost. Database host ialah lokasi dimana MySQL Server berada. Karena kita menjalankan web server apache dan MySQL di pada komputer yang sama, karenanya isiannya ialah localhost.

Table Prefix: wp_. Table prefix ialah beberapa karakter unik yang akan ditambahkan di setiap tabel pada database MySQL. Table prefix akan bermanfaat bila kita ingin menginstall 2 atau lebih wordpress tetapi tetap ingin menggunakan 1 database saja. Hal ini biasanya diperlukan bila web hosting membatasi hanya boleh membangun 1 database. Bagi situasi ini kita dapat membangun table prefix: wp1_ bagi instalan wordpress pertama-tama, wp2_ bagi instalan wordpress kedua, dst. Karena kita hanya menginstall wordpress di komputer sendiri, silahkan gunakan setingan default, dan bila kamu ingin menginstall wordpress lain, kita tinggal membangun database baru.

Setelah form selesai diisi, klik tombol Submit.

Apabila tak ada masalah terkait database, akan tampil jendela baru bagi konfirmasi bahwa wordpress berhasil mengakses database menurut inputan kita sebelumnya. Klik tombol Run the install bagi memulai proses perancangan tabel wordpress.


Menginput Settingan Situs WordPress

Setelah wordpress selesai membangun tabel di pada database MySQL, Langkah berikutnya ialah menginput setingan terkait situs wordpress.

Form ini berisi setingan awal bagi situs wordpress. Berikut ialah penjelasannya:

Site Title: Situsku. Site Title ini akan menjadi judul dari situs wordpress yang akan kita bikin. Selaku contoh, bagi situs duniailkom saya membangun Site Title: Duniailkom. Kamu bebas ingin membangun nama apapun dan nanti kita pun dapat mengubahnya lagi. Bagi panduan kali ini saya menggunakan Situsku selaku Site Title.

Username: admin_situsku. Username disini ialah username dari administrator situs wordpress. Administrator mempunyai hak akses sangat tinggi di pada wordpress. Bagi situs ‘live’ usahakan menggunakan username yang susah ditebak, termasuk menggunakan kombinasi angka, karakter, dll. Karena kita hanya menggunakannya di pada situs offline, saya akan membangun Username: admin_situsku.

Password, twice: qwerty. Kolom isian password disini ialah bagi username administrator diatasnya. Sekali lagi, bila wordpress kamu gunakan pada situs ‘live’, buatlah password yang susah ditebak. Kali ini bagi mempermudah penulisan panduan, saya menggunakan password sederhana: qwerty.

Your E-mail: situsku@gmail.com. Kolom email ini berisi isian domisili email yang akan digunakan bagi hal-hal darurat, seperti lupa password admin, pemberitahuan urgen, dll. Bagi situs ‘live’, silahkan masukkan domisili email aktif kamu. Namun karena kita hanya menginstall wordpress bukan di internet, silahkan masukkan domisili email apapun.

Privacy: Allow search engines to index this site. Alternatif privacy ini sepenuhnya hanya digunakan bagi situs ‘live’. Menghapus alternatif ini akan membangun situs kita tak tampil di pada pencarian mesin pencari seperti google. Walaupun umumnya setiap pemilik web ingin situsnya tampil di google, bagi beberapa situs khusus yang bersifat pribadi/rahasia, kamu boleh menghapus alternatif ini. Pada panduan ini saya akan membiarkannya dengan setingan default (di-checklist).

Setelah segala isian form selesai, akhiri dengan men-klik tombol Install WordPress.

Apabila seluruh proses tak ada masalah, akan tampil jendela ahir: Success!


Menguji WordPress Offline

Setelah proses instalasi wordpress secara offline selesai, kita dapat mencobanya dengan melanjutkan jendela sebelumnya. Silahkan klik tombol Log in.

Jendela Log in yang tampil ialah jendela log in yang akan kita gunakan secara reguler nantinya. Saya akan membahasnya pada panduan berikutnya. Bagi dikala ini silahkan masukkan username dan password administrator yang telah kita input sebelumnya, kemudian klik Log In. Pada contoh kita username ialah: admin_situsku dan password: qwerty.

Apabila username dan password admin sesuai, akan tampil halaman administrasi wordpress. Selamat! Kita telah berhasil menginstall wordpress secara offline menggunakan XAMPP.

Kamu pun dapat mengunjungi domisili: http://localhost/wordpress bagi melihat tampilan situs wordpress.


Pada panduan belajar wordpress berikutnya, kita akan membahas mengenai cara pengoperasian wordpress dengan lebih detail.


Sumber https://www.duniailkom.com/