Tutorial Belajar Python Part 11: Tipe Data Boolean dalam Bahasa Python

Posted on

Dari seluruh tipe data yang terdapat di di bahasa pemrograman Python, mungkin inilah tipe data yang benar-benar sederhana, namun Boolean amat urgen dan selalu ada di setiap bahasa pemrograman komputer. Untuk lebih lanjut, kita akan bahas Tipe Data Boolean dalam Bahasa Pemrograman Python.


Pengertian Tipe Data Boolean Python

Tipe data boolean sebetulnya amat simple. Tipe data ini hanya dapat diisi dengan diantara dari 2 nilai: True atau False. Tipe data boolean banyak diaplikasikan untuk percabangan kode program atau untuk memutuskan apa yang mesti dijalankan ketika sebuah kondisi terjadi.

Selaku contoh, kita dapat menyusun kode program untuk menentukan apakah sebuah angka genap atau ganjil merujuk di input dari pengguna. Untuk keperluan ini kita mesti mengecek terlebih dahulu apakah angka tersebut dapat dibagi 2 (untuk angka genap), atau tak dapat dibagi 2 (untuk angka ganjil). Tipe data boolean dapat diaplikasikan untuk menampung kondisi seperti ini, yakni benar atau salah (True atau False).

Pemakaian tipe data boolean ini akan lebih jelas dikala kita masuk ke kondisi percabangan program seperti IF (yang akan dibahas di panduan terpisah).


Cara Pemakaian Tipe Data Boolean Python

Dari yang yang telah diterangkan sebelumnya, tipe data boolean hanya dapat diisi dengan 2 nilai, yakni diantara dari True atau False. Berikut contoh penulisannya:

Hasil kode program python:

Di kode program diatas, saya menginput nilai boolean True ke di variabel foo dan nilai boolean False ke di variabel bar.

Yang pun mesti diperhatikan yakni penulisan huruf besar atau kecil. Di bahasa Python, penulisannya mesti persis seperti itu, apabila diinput selaku true atau TRUE, akan menghasilkan error:

Hasil kode program python:

Selain diinput manual, tipe data boolean lebih sering di dapat selaku hasil dari operasi perbandingan, seperti apakah suatu angka lebih besar dari angka lainnya, apakah lebih kecil, atau sama dengan. Berikut contoh pemakaian operasi perbandingan ini:

Hasil kode program python:

Di baris pertama-tama, saya menyimpan hasil operasi perbandingan 12 < 10 ke di variabel foo. Apakah 12 < 10? Salah. Sehingga nilai variabel foo akan berisi boolean False.

Di baris ketiga, operasi perbandingannya di balik, yakni apakah 12 > 10? Benar. Sehingga nilai variabel foo akan berisi boolean True.

Terakhir di baris kelima operasi perbandingannya yakni apakah “A” sama dengan “a”. Disini saya membandingkan antara dua buah string, namun karena “A” tak sama dengan “a”, karenanya variabel foo akan berisi boolean False.

Hasil boolean dari operasi perbandingan ini pun dapat didapat tanpa mesti menyimpannya ke di variabel, seperti contoh berikut:

Hasil kode program python:

Operasi perbandingan yang diaplikasikan masih sama seperti sebelumnya, hanya saja kali ini seketika saya input ke di pedoman print.

Lebih jauh lagi, cara perbandingan seperti ini amat sering diaplikasikan di struktur logika IF seperti contoh berikut:

Hasil kode program python:

Pembahasan lebih lanjut mengenai struktur IF ini akan kita bahas di panduan tersendiri. akan tetapi dapat kamu lihat bahwa operasi perbandingan yang menghasilkan nilai Boolean diaplikasikan untuk menentukan pedoman apa yang mesti dijalankan. Di contoh diatas, operasi yang menghasilkan nilai True yakni a > b, sehingga hasil yang tampil yakni “Isi variabel a lebih besar daripada variabel b“.


Di lanjutan panduan belajar bahasa pemrograman Python kali ini kita telah membahas mengenai pengertian tipe data Boolean dan pun contoh penggunaannya. Berikutnya kita akan membahas tipe data List dalam bahasa Python.


Sumber https://www.duniailkom.com/