cloud-hosting-terbaik-indonesia

Tutorial Belajar PHP Part 43: Cara Pembuatan Default Parameter pada Fungsi PHP

Posted on

Pada lanjutan panduan belajar PHP kali ini kita akan membahas mengenai Cara Pembuatan Default Parameter pada Fungsi PHP.


Pengertian Default Parameter pada PHP

Default Parameter ialah istilah bagi parameter yang mempunyai nilai awal, atau nilai default.

Selaku contoh, misalkan kita membangun kegunaan sederhana: tambah(). Manfaat ini membutuhkan 2 buah parameter, yakni nilai yang ingin ditambahkan. Berikut ialah contoh programnya:

Dengan menambahkan default parameter, kita dapat memanggil kegunaan tambah() hanya dengan 1 inputan angka, atau bahkan tak perlu sama sekali. Berikut ialah perubahannya:

Perhatikan di pada perancangan kegunaan, saya menulis parameter kedua menjadi $b=2. Inilah yang dimaksud dengan default parameter. Sekiranya parameter $b tak ditulis di ketika pemanggilan kegunaan, nilai 2 akan dijadikan nilai awal.

Dengan nilai default ini, kita dapat menyusun kegunaan dengan parameter yang bersifat opsional. Parameter tersebut dapat diisi di ketika pemanggilan kegunaan, namun boleh pun diabaikan. Sehingga kalau kegunaan dipanggil tanpa parameter, nilai ini akan menjadi nilai awal bagi kegunaan tersebut.

Fitur default parameter dapat dimanfaatkan bagi membangun kegunaan yang fleksibel, karena di ketika pemanggilan kegunaan kita tak mesti menginputkan seluruh parameter, tetapi apa yang dianggap perlu saja.


Cara Penulisan Default Parameter pada PHP

Bagi membangun default parameter, kita hanya butuh memberikan nilai awal di ketika pendefenisian parameter. Berikut ialah format mendasar penulisan default parameter pada PHP:

  • nama_fungsi ialah nama dari kegunaan yang akan dikerjakan
  • $parameter1, $parameter2 ialah variabel yang akan menampung inputan atau argumen di ketika pemanggilan kegunaan.
  • nilai_default1, nilai_default2 ialah nilai default bagi parameter. Nilai ini akan digunakan kalau di ketika pemanggilan kegunaan nilai parameter tak diisi.
  • return nilai_akhir ialah instruksi bagi mengembalian hasil pemrosesan kegunaan.

Agar lebih gampang memahami konsep default parameter, saya akan mengubah kegunaan pangkat() yang telah kita rancang di panduan Cara Pengecekan Tipe Data Argumen untuk Fungsi PHP, berikut ialah contoh kode programnya:

 Di contoh kegunaan pangkat() kali ini saya tak menggunakan fitur pengecekan tipe data agar contoh program lebih sederhana.

Di ketika mendefenisikan kegunaan pangkat(), saya menambahkan nilai 2 selaku default parameter bagi parameter $pangkat. Sehingga kalau kegunaan pangkat() dipanggil tanpa parameter ke-2, berarti $pangkat akan diisi nilai 2.

Ketika pemanggilan kegunaan pangkat(5), karenanya kita hanya menggunakan 1 buah argumen. Bagi argumen ke 2, akan diisi nilai default, yakni 2. Sehingga kegunaan yang akan dijalankan hakekatnya ialah pangkat(5,2).

Namun ketika pemanggilan kegunaan pangkat(2,8), karenanya nilai parameter $pangkat akan menggunakan 8, bukan angka 2, karena di pemanggilan kali ini, saya membangun 2 buah argumen.


Penempatan Default Parameter

Sebuah kegunaan tak dibatasi berapa banyak default parameter yang boleh digunakan, namun kalau sahabat ingin membangun default parameter, dan di kegunaan yang sama pun menggunakan parameter lazim, karenanya default parameter mesti diletakkan di ahir pendefenisian parameter.

Dengan kata lain, setelah pendefinisian parameter dengan nilai default, tak boleh ada parameter reguler sesudahnya. Contoh pendefenisian kegunaan berikut ini akan menyebabkan error pada PHP:

Hal ini terjadi karena default parameter diletakkan sebelum parameter lazim. Contoh diatas seharusnya di tulis selaku:

Pada kedua contoh tersebut, dafault parameter di letakkan setelah pendefenisian parameter lazim.

Default parameter adalah fitur yang dapat dimanfaatkan bagi membangun kegunaan kita lebih fleksibel, karena cara pemanggilan kegunaan dapat dirancang dengan lebih sederhana. Bagi menyusun kegunaan yang lebih rumit, kita dapat membangun jumlah argumen yang tak terbatas. Mengenai hal ini kita akan membahasnya pada panduan Pengertian Variable Parameter dalam Fungsi PHP.


Sumber https://www.duniailkom.com/