cloud-hosting-terbaik-indonesia

Tutorial Belajar PHP Part 42: Cara Pengecekan Tipe Data Argumen untuk Fungsi PHP

Posted on

Pada penyusunan guna PHP, kita dapat memanfaatkan argumen atau parameter selaku inputan kedalam guna yang dirancang. Pada panduan belajar PHP kali ini kita akan membahas mengenai Cara Pengecekan Tipe Data Argumen untuk Fungsi PHP.


Pentingnya Pengecekan Tipe Data Argumen

Pada penyusunan guna PHP, selain menyusun cara kerja guna, kita pun mesti memperkirakan berapa banyak parameter yang dibutuhkan bagi guna tersebut. Sebuah guna dapat mempunyai 1, 2 atau 5 parameter, namun dapat pun tanpa parameter sama sekali.

Tergantung tujuannya, sebuah guna umumnya hanya memperbolehkan tipe data tertentu selaku argumen. Misalnya, bagi guna yang berhubungan dengan matematika, biasanya hanya membutuhkan argumen dengan tipe data angka (integer atau float), dan guna penghitung kata, hanya membutuhkan tipe data string selaku argumen.

Jikalau sahabat yaitu satu-satunya pengguna guna yang sahabat rancang sendiri, karenanya dapat dipastikan bahwa tak akan ada inputan argumen yang salah tipe data. Namun jikalau terdapat kemungkinan guna yang dirancang akan digunakan oleh pihak lain, pengecekan tipe data argumen perlu dirancang agar guna berjalan dari yang mestinya.

Jikalau tipe data parameter tak sesuai, karenanya guna tak akan berjalan dari yang mestinya, dan biasanya PHP akan mengeluarkan pesan error. Cara elegan bagi mengatasi permasalahan ini yaitu membangun kode program bagi memeriksa tipe data parameter ini sebelum masuk kepada pemrosesan di pada guna.

Pengecekan tipe data dilakukan di awal pemrosesan guna, dan jikalau tipe data tak sesuai, kita dapat membangun pesan bahwa guna tak dapat diproses. Pengecekan apakah suatu argumen adalah sebuah bagian dari tipe data tertentu, dilakukan dengan guna khusus yang telah disediakan PHP.

Berikut yaitu list guna pengecekan tipe data pada PHP:

  • is_array($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu array
  • is_bool($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu boolean
  • is_double($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu float
  • is_float($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu float
  • is_int($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu integer
  • is_integer($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu integer
  • is_long($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu integer
  • is_null($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu null
  • is_numeric($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu angka (integer dan float)
  • is_object($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu objek
  • is_real($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu float
  • is_resource($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu resource (seperti variabel yang menampung koneksi ke database)
  • is_scalar($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu scalar (scalar yaitu penyebutan bagi tipe data mendasar, seperti integer, float, string atau boolean. Array, object dan resource bukan scalar)
  • is_string($var):  guna pengecekan apakah tipe data yaitu string


Cara Pengecekan Tipe Data Argumen Kegunaan

Kegunaan-fungsi diatas dapat dimanfaatkan bagi pengecekan tipe data suatu variabel, dan tentu saja pun argumen guna. Agar lebih gampang dimengerti, saya telah menyusun guna pangkat() yang berfungsi bagi mengerjakan pemangkatan bilangan.

Kegunaan pangkat() saya rancang dengan 2 buah inputan atau parameter. Parameter pertama-tama yaitu angka yang akan dihitung, dan parameter kedua yaitu nilai pangkatnya. pangkat(2,3) berarti 2 pangkat 3. pangkat(2,8) berarti 2 pangkat 8. Kedua parameter ini mesti berupa angka, dan khusus bagi nilai pangkat, mesti berupa angka bulat (integer).

Berikut yaitu kode program guna pangkat():

 Kegunaan pangkat() diatas terasa sedikit panjang, namun jikalau sahabat telah mengikuti seluruh panduan PHP di Source Code Program, karenanya guna tersebut tak akan terlalu sulit bagi dimengerti.

Kegunaan pangkat() saya rancang bagi menghitung pangkat dari sebuah angka. Variabel $nilai dan $pangkat yaitu parameter yang akan menjadi variabel perantara.

Di baris ke-4 saya membangun pengecekan masing-masing parameter di pada logika IF. Kegunaan is_numeric() dan is_int() akan menghasilkan nilai TRUE jikalau keduanya benar, sehingga saya menggabungkan keduanya kedalam logika AND. Seandainya logika AND ini salah, karenanya kondisi IF akan bernilai FALSE, dan bagian ELSE akan dijalankan (baris ke-13), dimana saya membangun kalimat “Tipe data argumen mesti berupa angka” bagi memberitahu pengguna guna bahwa tipe argumennya mesti berupa angka.

Jikalau kedua kondisi is_numeric() dan is_int() benar, karenanya saya membangun proses perulangan for bagi mencari hasil pemangkatan. Setelah hasilnya ditemuk
an, command return akan mengembalikan nilai tersebut (baris ke-11).

Dari hasil pemanggilan guna, kita dapat melihat bahwa logika alur program telah berjalan benar, dan jikalau saya memberikan nilai argumen yang salah, hasil yang ditampilkan bukan kode error PHP, melainkan pesan kesalahan yang lebih informatif.

Dengan menggunakan guna seperti is_numeric() dan is_int() kita dapat mengerjakan pengecekan tipe data terlebih dahulu sebelum mengerjakan proses guna. Hal ini akan menghindari error program PHP, dan memberikan fleksibilitas bagi mengerjakan tindakan pencegahan jikalau tipe data yang diinput bukan yang seharusnya.


Pada panduan belajar PHP berikutnya, kita akan membahas mengenai Cara Pembuatan Default Parameter pada Fungsi PHP.


Sumber https://www.duniailkom.com/