Tutorial Belajar PHP Part 31: Pengertian dan Cara Penulisan Struktur Logika ELSE-IF dalam PHP

Posted on

Struktur kontrol program IF terakhir yang akan kita bahas yaitu stuktur ELSE-IF. Pada panduan PHP kali ini kita akan mempelajari mengenai Pengertian dan Cara Penulisan Struktur Logika ELSE-IF dalam PHP.


Pengertian Struktur ELSE-IF pada PHP

Stuktur ELSE-IF adalah percabangan logika lanjutan dari IF. Dengan ELSE-IF kita dapat membangun kode program yang akan menyeleksi bermacam-macam kemungkinan yang dapat terjadi. Berikut yaitu contoh pemakaian ELSE-IF pada PHP:

Pada kode program diatas, saya membangun program sederhana bagi membandingkan 2 angka. IF pertama-tama akan mengerjakan pengecekan apakah $a > $b, jikalau hasilnya yaitu FALSE, karenanya masuk ke IF kedua (ditulis dengan elseif) apakah $a == $b, dan jikalau hasilnya yaitu FALSE, karenanya dapat dipastikan $a < $b.

Apabila sahabat bertanya apa perbedaan IF dengan ELSEIF, karenanya jawabanya terletak di efisiensi pemrosesan. Contoh diatas dapat pun kita bikin tanpa menggunakan ELSEIF seperti berikut ini:

Perhatikan kode program di baris ke-9, saya mengganti ELSEIF menjadi IF.

Perbedaannya yaitu, bagi contoh kode PHP kita tanpa IF ini, seluruh kondisi akan dijalankan, walaupun hakekatnya tak perlu. Apabila $a=15 dan $b=8, karenanya kondisi IF pertama-tama akan terpenuhi ($a > $b), dan kita ingin program PHP keluar dari IF. Namun karena petunjuk berikutnya yaitu IF, karenanya PHP akan tetap memeriksa apakah ($a == $b).

Lain halnya jikalau kita menggunakan petunjuk ELSEIF, karenanya ketika sebuah kondisi telah dipenuhi, PHP tak perlu mengerjakan pengecekan kepada kondisi IF lainnya.


Aturan Penulisan Struktur ELSE-IF pada PHP

Pada PHP, kita dapat menuliskan struktur ELSE-IF dengan elseif, atau else if (dipisahkan dengan spasi). Kedua format ini dianggap sama.

Format mendasar penulisan ELSE-IF yaitu selaku berikut:

Seberapa banyak struktur ELSE-IF di pada kode program tak dibatasi, namun jikalau sahabat ada pada situasi yang membutuhkan percabangan ELSE IF yang lebih dari 5, mungkin sahabat dapat memecah nya menjadi bagian-bagian kecil agar mempermudah alur logika program.


Cara Penulisan Alternatif Struktur ELSE-IF

Selain menggunakan tanda kurung kurawal selaku tanda awal dan ahir ELSE-IF, PHP menyediakan cara penulisan alternatif. Berikut format mendasar penulisannya:

Namun bagi cara penulisan ini, kita tak dapat memisahkan penulisan ELSE-IF menjadi “else if”, tetapi mesti ditulis menyatu menjadi “elseif”.

Kode program diatas baru berhasil dieksekusi jikalau diubah menjadi:

StrukurIF-ELSE-IF ini adalah diantara struktur terpenting pada pemograman, dengan struktur IF kita dapat membangun alur percabangan program tergantung dengan situasi yang dihadapi.


Selain struktur IF, PHP meyediakan struktur percabangan lainnya, yakni switch. Pembahasan mengenai struktur switch akan kita bahas pada panduan PHP berikutnya.


Sumber https://www.duniailkom.com/