info-b

Tutorial Belajar PHP Part 29: Pengertian dan Cara Penulisan Struktur Logika IF dalam PHP

Posted on

Struktur kontrol pertama-tama yang akan kita bahas yaitu struktur logika IF. Di pada panduan belajar PHP kali ini kita akan mempelajari Pengertian dan Cara Penulisan Struktur IF dalam PHP.


Pengertian Struktur IF pada PHP

Pengertian Struktur IF pada bahasa pemograman yaitu sebuah struktur logika bagi membangun percabangan alur program. Secara sederhananya, dengan menggunakan struktur IF kita dapat mengatur apakah sebuah petunjuk akan dijalankan atau tak tergantung kepada kondisinya.

Selaku contoh kita ingin membangun program sederhana, bila nama user yaitu “Andi”, karenanya tampilkan kata “Selamat Datang, Andi”. Berikut yaitu penulisannya di pada PHP:

Kalau sahabat jalankan kode program diatas, karenanya di web browser akan tampil “Selamat datang Andi, di Source Code Program...”, namun apabila sahabat mengganti kode program diatas menjadi:

Karenanya tak akan ada tampilan apa-apa di pada web browser.

Struktur logika IF setidaknya membutuhkan 2 inputan, yaitu ekspresi logika (expression) dimana berisi kondisi yang mesti dipenuhi, dan petunjuk yang akan dijalankan (statement) bila kondisi logika tersebut terpenuhi.

Berikut yaitu struktur mendasar penulisan alur logika IF pada PHP:

Expression pada hal ini yaitu kondisi yang mesti dipenuhi agar statement dapat dijalankan. Hasil dari expression mesti tipe boolean. Dalam rentang waktu hasil expression bernilai TRUE, karenanya statement akan dijalankan, namun bila nilainya FALSE, karenanya statement tak akan dijalankan.

Pada perancangan program, biasanya digunakan operasi perbandingan selaku expression. Di contoh kita pertama-tama, expression kita yaitu $nama==”Andi”, yang bermaksud bahwa bila isi variabel $nama sama dengan “Andi” karenanya jalankan petunjuk echo.

Namun expression IF ini tak mesti berupa operasi perbandingan, namun dapat berupa variabel, yang dalam rentang waktu hasilnya yaitu TRUE, karenanya statement akan dijalankan. Perhatikan contoh berikut ini:

Kalau sahabat menjalankan program tersebut, kalimat “Selamat datang Andi, di Source Code Program…” akan selalu tampil di web browser, karena kondisi IF akan selalu terpenuhi.

Hasil expression mesti bertipe boolean, namun dengan prinsip PHP yang menggunakan type juggling (dimana sebuah tipe data akan dikonversi tergantung situasinya), karenanya expression pada percabangan IF ini dapat menggunakan tipe data selain boolean. Jadi sahabat dapat menulis seperti berikut:

Petunjuk echo akan dijalankan, karena integer 9, akan dikonversi menjadi TRUE. Lebih lanjut mengenai konversi tipe data ini telah kita bahas di Tutorial Belajar PHP: Cara Mengubah Tipe Data PHP (Type Juggling dan Type Casting)


Aturan Penulisan Struktur IF pada PHP

Penulisan sederhana dari struktur if yaitu selaku berikut:

Expression ditulis di pada tanda kurung, dan tak diikuti dengan titik koma(;).

Apabila statement yang ingin dijalankan terdiri dari 2 baris atau lebih, kita mesti memberikan tanda kurung kurawal bagi menandai statement yang berhubungan dengan kondisi IF. Berikut contoh strukturnya:

Tanda kurung kurawal menandakan blok petunjuk yang dijalankan bila expression bernilai true.

Kita pun dapat membangun beberapa logika IF sekaligus bagi bermacam situasi:

Bagi kasus yang lebih spesifik, kita dapat membangun struktur IF didalam IF, atau dikenal dengan nested IF, seperti contoh berikut:

Seberapa banyak kondisi IF didalam IF (nested) tak dibatasi pada PHP, namun perlu diperhatikan pemakaian tanda kurung kurawal selaku penanda bagian dari IF. Kalau sahabat membangun struktur IF yang kompleks, tanda kurung kurawal ini akan membangun bingung bila tak dikelola dengan benar. Kesalahan penutupan kurung kurawal akan membangun program tak berjalan sesuai dengan keinginan.


Alternatif Penulisan Struktur Logika IF

Selain menggunakan tanda kurung kurawal selaku tanda awal dan ahir IF, PHP menyediakan cara penulisan lain bagi menandai ahir petunjuk IF, yaitu diawali dengan tanda titik dua (:) dengan diakhiri dengan endif.

Berikut yaitu format mendasar penulisan IF:

Perbedaan mendasar mengenai cara penulisan ini ada di tanda titik dua (:) setelah penulisan expression, dan kata kunci endif di ahir statement.

Kamu bebas menggunakan format penulisan logika IF yang disediakan. Beberapa programmer menggunakan alternatif penulisan IF dengan endif ini, karena dianggap lebih rapi.


Struktur logika IF ini pun mempunyai percabangan kedua seandainya kondisi expression tak terpenuhi. Pada panduan berikutnya kita akan mempelajari struktur logika ELSE.


Sumber https://www.duniailkom.com/