cloud-hosting-terbaik-indonesia

Tutorial Belajar PHP Part 23: Pengertian dan Jenis-jenis Operator Perbandingan dalam PHP

Posted on

Pada panduan kali ini kita akan mempelajari jenis dan cara penggunaan operator perbandingan (Comparison Operators) pada PHP.


Pengertian Operator Perbandingan pada PHP

Sesuai dengan namanya, operator perbandingan membandingkan nilai dari 2 operand. Hasilnya selalu diantara dari TRUE atau FALSE. Hasil perbandingan akan bernilai TRUE jikalau kondisi perbandingan tersebut benar, atau FALSE jikalau kondisinya salah.

Operand bagi operator perbandingan ini dapat berupa tipe data angka (integer atau float), maupun bertipe string. Operator perbandingan akan memeriksa nilai dan (bagi beberapa operator) pun tipe data dari operand.


Jenis-jenis Operator Perbandingan pada PHP

Jenis-jenis dari operator perbandingan pada PHP dapat dilihat dari tabel dibawah ini:

Dikarenakan operasi perbandingan dapat mempunyai operan berupa angka dan string, PHP mempunyai aturan selaku berikut:

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa selain membandingkan angka dengan angka, PHP pun membolehkan perbandingan angka dengan string, array, bahkan objek. Namun pada prakteknya kita akan sering membandingkan angka.


Cara Pemakaian Operator Perbandingan di pada PHP

Berikut yaitu beberapa contoh pemakaian operator perbandingan pada PHP:

 Pada contoh kode PHP diatas, saya menggunakan guna var_dump() bagi melihat hasil dari perbandingan. Contoh 1 hingga 3 adalah operasi perbandingan aritmatika biasanya.

Di contoh ke 4, 10 <> ’10’ = FALSE, karena PHP menganggap kedua operand yaitu sama, sehingga jikalau diberikan operator tak sama dengan (<>), karenanya hasilnya FALSE. Perhatikan bahwa tipe data kedua angka berbeda, saya menambahkan tanda petik bagi membuah string ‘10’, namun PHP mengkonversinya menjadi integer 10 ketika membandingkan (sesuai aturan tabel diatas).

Di contoh ke 5, 10 == ’10’ = TRUE, karena alasan yang sama dengan penjelasan contoh ke 4. String ‘10’ dikonversi terlebih dahulu menjadi angka, lalu diperbandingkan, sehingga hasilnya menjadi TRUE.

Bagi contoh ke 6, 10 === ’10’ = FALSE, karena operator === selain membandingkan nilai, pun membandingkan tipe data dari opearand, sehingga string ‘10’ dianggap tak sama dengan integer 10. Hal ini berbeda dengan contoh ke 5.

Bagi contoh ke 7, ‘150’ == ‘1.5e2’ = TRUE, karena seluruh string yang berupa angka dikonversi menjadi angka terlebih dahulu, dan  ‘1.5e2’ yaitu penulisan scientific dari 1,5 x 10^2, yang hasilnya yaitu 150.  Namun sama seperti contoh ke 6, jikalau kita mengganti operator ‘==’ dengan ‘===’, karenanya hasilnya akan FALSE.

Di contoh terakhir, no 8. Saya membandingkan string dengan angka, sehingga string ‘duniailkom’ dikonversi menjadi integer bernilai 0, dan baru disamakan dengan operan kedua, yakni angka 0. Karena 0==0, karenanya hasilnya = TRUE.


Operator perbandingan ini sering digunakan bagi kondisi IF, misalkan jikalau $nama_user ada di pada database, karenanya jalankan kode program. Lebih lanjut mengenai pemakaian operator perbandingan,
akan kita bahas di panduan lanjutan.


Sumber https://www.duniailkom.com/