info-b

Tutorial Belajar PHP Part 12: Pengertian Konstanta dan Cara Penulisan Konstanta PHP

Posted on

Selain  menggunakan variabel bagi menampung nilai data, pada konsep bahasa pemograman dikenal pun istilah konstanta atau “constant”. Pada panduan belajar PHP kali ini kita akan mempelajari mengenai Pengertian dan Cara Penulisan Konstanta dalam PHP, serta perbedaanya dari variabel.


Pengertian Konstanta PHP

Pada bahasa pemograman, Konstanta (constant) yaitu suatu lokasi penyimpanan (pada memory) yang berisikan nilai yang sifatnya tetap dan tak dapat diubah sepanjang program berjalan (wikipedia).

Berbeda dengan variabel yang isi/nilainya dapat diubah bahkan dihapus dalam rentang waktu program berjalan, sebuah konstanta apabila telah diberikan nilai, tak dapat diubah lagi pada kode program. Hal ini seseuai dengan namanya, yakni konstant.


Aturan Penulisan Konstanta PHP

1. Cara Pendefenisikan Konstanta pada PHP

Jikalau variabel di pada PHP dikerjakan dengan menambahkan tanda dollar, seperti: $nama. Bagi merancang konstanta PHP menyediakan 2 cara:

  1. Menggunakan kata kunci (keyword) const.
  2. Menggunakan manfaat define.

Bagi mendefenisikan konstanta dengan kata kunci const, caranya mirip dengan menambahkan nilai kepada sebuah variabel, namun didahului kata const. Berikut yaitu contoh penulisannya:

Jikalau menggunakan manfaat define, manfaat ini membutuhkan 2 nilai, yakni nama konstanta, dan nilainya. Seperti contoh berikut ini:

Aturan penamaan konstanta sama seperti variabel, yakni bagi karakter pertama-tama hanya boleh menggunakan huruf dan underscore (_), dan bagi huruf kedua dan seterusnya, boleh menggunakan huruf, angka dan underscore. Sehingga sebuah konstanta pun tak boleh diawal angka atau mengandung karakter khusus sepert #,*, atau .

Sedikit catatan mengenai perbedaan pendefenisian konstanta menggunakan kata kunci const dan manfaat define:

Penyusunan konstanta dengan keyword const hanya dapat digunakan di top-level scope, yakni mesti pada lingkungan global PHP. Sehingga kita tak dapat menggunakan const di pada function, loop, atau kondisi if.

Apabila kamu membutuhkan konstanta di pada manfaat, karenanya mesti menggunakan keyword define.


2. Konstanta PHP bersifat Case Sensitif

Sama seperti variabel, konstanta pada PHP bersifat case sensitif, sehingga perbedaan huruf besar dan kecil dianggap berbeda. GAJI, GaJi, dan gaji adalah sebuah 3 konstanta yang berbeda.

Walaupun kita boleh menggunakan huruf kecil pada penulisan konstanta, kesepakatan programmer PHP menganjurkan menggunakan HURUF BESAR bagi penulisan konstanta. Tujuannya agar lebih gampang bagi membedakan dengan variabel (dimana variabel dianjurkan menggunakan huruf kecil).


3. Nilai Konstanta PHP Tak Dapat Diubah

Jikalau sebuah konstanta telah didefenisikan, kita tak dapat merubah nilai tersebut.

Contoh error konstanta:

Jikalau kode program tersebut dijalankan, berikut tampilannya:


4. Konstanta hanya dapat berisi tipe data tertentu

Konstanta pada PHP hanya dapat berisi tipe data sederhana (disebut pun jenis tipe skalar), yakni: boolean, integer, float dan string. Hal ini berbeda dengan variabel, yang dapat pun berisi tipe data turunan seperti array, objek atau resources.

Hasil contoh diatas akan menghasilkan error selaku berikut:

Di pada contoh diatas saya mencoba memberikan nilai array selaku nilai dari konstanta GAJI_PEGAWAI, namun PHP mengeluarkan error yang menjelaskan bahwa konstanta hanya dapat berisi nilai dengan tipe skalar saja. Tipe skalar ini yaitu boolean, integer, float dan string. Kita akan mempelajari tipe-tipe data ini pada panduan berikutnya.


5. Konstanta Aplikasi PHP (Predefined Constant)

Sama seperti variabel, PHP pun telah merancang beberapa konstanta yang telah didefinisikan dan tak dapat di ubah nilainya. Namun karena banyaknya modul yang dapat ditambahkan kedalam PHP, Predefined Constant pada PHP akan bertambah tergantung modul yang terdapat. Namun selaku contOh, berikut yaitu Predefined Constant pada aplikasi inti PHP:

PHP_VERSION, PHP_MAJOR_VERSION, PHP_MINOR_VERSION, PHP_RELEASE_VERSION, PHP_VERSION_ID, PHP_EXTRA_VERSION, PHP_ZTS, PHP_DEBUG, PHP_MAXPATHLEN, PHP_OS, PHP_SAPI, PHP_EOL, PHP_INT_MAX, PHP_INT_SIZE, DEFAULT_INCLUDE_PATH, PEAR_INSTALL_DIR, PEAR_EXTENSION_DIR, PHP_EXTENSION_DIR, PHP_PREFIX, PHP_BINDIR, PHP_BINARY, PHP_MANDIR, PHP_LIBDIR, PHP_DATADIR, __LINE__ , __FILE__ , __DIR__ , __FUNCTION__ , __CLASS__ , __TRAIT__ , __METHOD__, __NAMESPACE__,

Daftar list Predefined Constant diatas saya ambil seketika dari manual PHP di http://php.net/manual/en/reserved.constants.php. Kebanyakan dari konstanta tersebut menyimpan nilai yang dapat menolong kita pada merancang program PHP, khususnya bagi debugging, saya akan membahasnya di lain kesempatan.


Pada program dunia nyata, pemakaian konstanta tak akan sesering pemakaian variabel, namun apabila kamu membutuhkan sebuah variabel yang tak dapat ditimpa nilainya, konstanta adalah sebuah alternatif yang tepat.

Pada panduan Belajar PHP Mendasar berikutnya, kita akan masuk kedalam tipe data. Bagi pembahasan pertama-tama, kita akan membahas mengenai tipe data integer di dalam PHP.


Sumber https://www.duniailkom.com/