Tutorial Belajar Pascal Part 36: Percabangan Kondisi IF THEN dalam Pascal

Posted on

Di penyusunan program, ada saatnya kita butuh suatu command percabangan, yakni apabila sebuah kondisi terpenuhi, jalankan kode program ini. Sekiranya tak, jalankan kode program yang lain.

Di di Pascal terdapat beberapa struktur kondisi seperti ini. Kita akan mulai dari yang benar-benar sederhana, yakni percabangan kondisi IF THEN.


Konsep Mendasar Percabangan Kondisi IF THEN di Pascal

Konsep mendasar dari percabangan command IF THEN di bahasa pemrogram Pascal yaitu selaku berikut:

Kondisi berperan selaku penentu dari stuktur percabangan ini. Sekiranya kondisi terpenuhi (menghasilkan nilai TRUE), kode program akan dijalankan. Sekiranya kondisi tak terpenuhi (menghasilkan nilai FALSE), tak terjadi apa-apa. Kondisi biasanya terdiri dari operasi perbandingan, misalnya apakah variabel a berisi angka 10, atau variabel password berisi string ‘rahasia’.

Bagian yang ditandai dengan begin dan end; yakni “blok” kode program yang akan dijalankan seandainya kondisi bernilai TRUE. Setelah itu, Pascal akan lanjut mengeksekusi kode program dibawahnya.

Mari seketika praktek dengan menggunakan contoh kode program.


Contoh Kode Program Percabangan IF THEN Pascal

Selaku contoh pertama-tama, silahkan pelajari kode program berikut ini:

Di awal kode program saya mendesain sebuah variabel “angka” dengan nilai 10 (integer). Kemudian saya memeriksa sebuah kondisi menggunakan command if then.

if (angka > 5) artinya saya ingin memeriksa apakah nilai dari variabel “angka” lebih besar dari 5. Sekiranya iya, kondisi tersebut akan menghasilkan nilai TRUE. Akibatnya, kode program writeln(‘Variabel “angka” lebih besar dari 5’) akan dijalankan.

Setelah blok kondisi if selesai diproses, Pascal lanjut menjalankan kode program setelah blok if then, yakni baris writeln(‘Belajar Pascal di Source Code Program’) hingga ahir kode program yang di tandai dengan end.

Saya dapat menambahkan kode program lain di di blok if then, seperti contoh berikut:

Sekiranya kamu browsing atau melihat panduan lain, kebanyakan bagian blok begin dan end; ini tak ditulis. Sekiranya seperti ini, command yang dijalankan (ketika kondisi TRUE) hanya boleh 1 baris saja, seperti contoh berikut:

Namun benar-benar benar-benar disarankan untuk selalu mendesain blok begin dan end; di setiap kondisi if, karena seperti yang terlihat dari kode program diatas, susah untuk memastikan apakah baris writeln(‘Belajar Pascal di Source Code Program’) termasuk ke di blok if atau tak, yang kenyataannya memang tak termasuk.

Hati-hati untuk menulis penutup blok if then, yakni “end;” (dengan tanda titik koma), bukan “end.” (dengan tanda titik).

Selaku contoh yang lebih interaktif, silahkan jalankan kode program berikut:

Kali ini saya mendesain program yang meminta input dari pengguna (menggunakan command readln), lalu disimpan kedalam variabel angka.

Variabel angka berikutnya saya periksa menggunakan kondisi if (angka mod 2 = 0). Kamu masih ingat dengan operator mod? Operator mod akan menghasilkan sisa hasil bagi dari suatu bilangan.

Dengan menulis if (angka mod 2 = 0) artinya saya memeriksa apakah variabel angka apabila dibagi 2 sisanya 0? Selaku contoh, 4 mod 2 = 0 (sesuai dengan kondisi). 7 mod 2 = 1 (tak sesuai dengan kondisi).

Kondisi if (angka mod 2 = 0) ini hakekatnya digunakan untuk memeriksa apakah sebuah angka termasuk genap atau tak. Sekiranya habis dibagi 2 (sisanya 0), artinya angka tersebut yakni bilangan genap.

Bagaimana dengan angka ganjil? Misalkan apabila diinput sebuah angka, akan lebih bagus hasilnya “Angka yang kamu masukkan yakni bilangan genap” atau “Angka yang kamu masukkan yakni bilangan ganjil”. Ini akan kita pelajari di panduan berikutnya, yakni mengenai command kondisi IF THEN ELSE di dalam bahasa pemrograman Pascal.


Sumber https://www.duniailkom.com/