Tutorial Belajar Pascal Part 16: Pengertian dan Cara Penggunaan Tipe Data Boolean Pascal

Posted on

Apabila rekan rekan baru pertama-tama kali mempelajari algoritma dan pemrograman, tipe data boolean mungkin terasa asing, apalagi sekiranya diperbandingkan dengan tipe data ‘biasanya’ yang telah kita pelajari seperti angka (integer dan real) atau huruf (char dan string).

Di lanjutan panduan belajar Pascal di Source Code Program kali ini, saya akan membahas pengertian dan cara penggunaan tipe data boolean pascal.


Pengertian Tipe Data Boolean Pascal

Tipe data boolean hakekatnya amat serderhana. Tipe data ini hanya dapat diisi dengan diantara dari 2 nilai: TRUE atau FALSE. Tipe data boolean banyak digunakan untuk percabangan kode program, atau untuk memutuskan apa yang mesti dijalankan ketika sebuah kondisi terjadi.

Selaku contoh, kita dapat mendesain kode program untuk menentukan apakah sebuah angka genap atau ganjil menurut input dari pengguna. Untuk keperluan ini kita mesti mengecek terlebih dahulu apakah angka itu dapat dibagi 2 (untuk angka genap), atau tak dapat dibagi 2 (untuk angka ganjil). Tipe data boolean dapat digunakan untuk menampung kondisi seperti ini, benar atau salah (True atau False).

Contoh pemakaian tipe data boolean akan lebih jelas sekiranya rekan rekan telah mempelajari kondisi percabangan program seperti IF (yang akan saya jelaskan di panduan terpisah). Untuk sementara rekan rekan hanya perlu memahami bahwa tipe data boolean yakni tipe data yang hanya mempunyai 2 isi: TRUE atau FALSE.


Cara Pemakaian Tipe Data Boolean Pascal

Seketika saja kita lihat contoh program untuk mendefenisikan dan mengisi variabel dengan tipe data boolean di pascal:

Di contoh diatas, saya mendesain variabel a selaku boolean, kemudian mengisinya dengan true dan false. Di contoh ketiga dan keempat, saya menggunakan pedoman not untuk membalik nilai boolean. Command ‘not true’ akan menghasilkan false, sedangkan ‘not false’ akan menghasilkan true.

Perhatikan bahwa nilai untuk boolean ini (true atau false) mesti ditulis tanpa tanda kutip. Apabila rekan rekan menambahkan tanda kutip, ini menjadi string. Dengan kata lain ‘true’ tak sama dengan true (perhatikan tanda kutipnya).

Selain menulis seketika nilai boolean, kita pun dapat menginput hasilnya dari sebuah operasi perbandingan. Berikut contohnya:

Diantara konsep yang mesti rekan rekan pahami di di pemrograman yakni pemakaian tanda ‘=’. Didalam pascal, tanda ini digunakan untuk operasi perbandingan, bukan penginputan ke di sebuah variabel (operasi assignment).

Dengan kata lain, “a:= 1=1” berarti kita mengisi nilai variabel a dengan hasil dari perbandingan “1=1”. Jadi apakah 1=1? Yup benar, yang di di bahasa inggris menjadi: true. Oleh karena demikianlah variabel a akan diisi dengan nilai boolean true.

Di contoh kedua, apakah “9<8”? salah!, karena 9 bukan lebih kecil dari delapan, sehingga hasilnya: false.

Berikutnya, apakah “999<>998”? Tanda “<>” di di pascal dapat dibaca selaku “tak sama dengan”, sehingga hasilnya yakni: true.

Contoh terakhir, apakah ‘duniailkom’ = ‘duniailkom.com’? salah!, karena untuk ‘benar’, kedua string mesti mengandung karakter yang sama persis. Sehingga hasilnya yakni false.


Tipe data boolean yang dipelajari disini akan lebih jelas penggunaannya sekiranya rekan rekan telah mempelajari struktur logika percabangan kode program seperti IF. Saya akan menjelaskan struktur alur kode program ini setelah pembahasan mengenai tipe data dan operator pascal.

Berikutnya kita akan masuk ke tipe data enumerated di di pascal.


Sumber https://www.duniailkom.com/