Tutorial Belajar OOP PHP Part 3: Cara Membuat dan Mengakses Objek dalam PHP

Posted on

Melanjutkan panduan belajar Objek Oriented Programming (OOP) PHP, kalau sebelumnya kita telah mempelajari Pengertian Class, Object, Property dan Method, kali ini kita akan membahas Cara Membuat dan Mengakses Objek dalam PHP.


Cara Membangun Objek pada PHP

Istilah Objek pada Objek Oriented Programming (OOP), hakekatnya terdiri dari class, property, method dan object. Keempat istilah ini telah kita pelajari pada panduan sebelumnya. Merangkum apa yang telah kita pelajari, berikut yakni contoh cara penyusunan objek di pada PHP:

Pada kode di atas, kita telah merancang sebuah class dengan nama laptop, komplit dengan property dan menthod-nya. Kemudian saya merancang 1 buah objek dari class laptop dengan nama $laptop_anto di baris terakhir.

Walaupun pada kode di atas kita telah merancang objek, objek tersebut belum menampilkan apa-apa, karena class laptop belum berisi data apapun. Kita akan segera mempelajari cara mengakses ‘isi’ dari class pada PHP.

Apabila sahabat bertanya kenapa saya menggunakan contoh class laptop yang mungkin ‘jauh’ dari istilah Web, jawabannya yakni agar menyederhanakan penjelasan. Objek Oriented Programming mempunyai aturan dan alur program yang lumayan rumit sehingga menggunakan contoh sederhana ini dapat mempermudah pada memahami konsep OOP.

Pada buku-buku yang membahas OOP, jenis class yang ‘aneh’ ini pun sering digunakan selaku contoh. Misalnya class mobil, class sapi, ataupun class orang_utan. Sekali lagi, ini hanya bagi menyederhanakan pemahaman.


Cara Mengakses Objek pada PHP

Cara mengakses objek yang saya maksud hakekatnya yakni cara bagi mengakses ‘isi’ dari sebuah objek, yakni property dan method-nya. Agar lebih gampang dimengerti, berikut yakni revisi contoh class laptop sebelumnya:

Apabila sahabat menjalankan kode program di atas, berikut yakni hasil yang didapat:

Mari kita bahas kode program di atas:

Baris awal contoh kode program kita yakni pendefinisian sebuah class dengan nama laptop. Kurung kurawal menandakan awal dari class.

Berikutnya, tiga baris di atas adalah pendefinisian variabel class, atau dikenal dengan property. Property tak lain hanya variabel biasanya yang berada di pada class. Keyword var digunakan bagi deklarasi variabel di pada class.

Apabila sahabat pernah mempelajari OOP PHP, mungkin akan seketika komplain mengenai pemakaian keyword var bagi pendefinisian property. Saya menggunakan keyword var hanya bagi menyederhanakan penjelasan. Konsep enkapsulasi (public, protected dan private) akan dibahas mendalam pada panduan berikutnya. Kita akan mengoreksi cara pendefenisian ini nantinya.

2 buah guna di atas yakni method dari class. Apabila sahabat telah mengenal cara penyusunan function, kedua contoh ini hanyalah guna biasanya yang akan mengembalikan nilai berupa string. Pembahasan mengenai cara pemakaian function di pada PHP pernah kita bahas di Tutorial PHP Cara Penulisan dan Pembuatan Fungsi PHP.

Baris ini adalah petunjuk bagi penyusunan objek dari class laptop (dikenal dengan proses instansiasi). Variabel $laptop_anto ketika ini berisi objek dari class laptop. Kita akan mengakses property dan method class laptop via objek $laptop_anto ini.

3 baris di atas yakni cara bagi men-set nilai ke pada property dari objek $laptop_anto. Perhatikan
bahwa kita menggunakan tanda panah (->) bagi mengakses property dari objek. Tanda panah ini yakni operator khusus objek yang dikenal dengan istilah ‘Object Operator’. Penulisan nama property pun dilakukan tanpa menggunakan tanda $, sehingga property $pemilik, diakses dengan:

$laptop_anto->pemilik.

Kode program di atas digunakan bagi menampilkan nilai property dari objek $laptop_anto yang sebelumnya telah di-set nilainya. Sama seperti di ketika men-set nilai property, kita pun menggunakan tanda panah (->), kemudian diikuti nama property tanpa tanda $.

Command echo ditambahkan agar PHP menampilkan nilai property ke pada web browser. Agar tampilan di web browser lebih rapi, saya menambahkan echo “<br />” diantara hasil tampilan property.

Kode terakhir dari contoh kita kali ini yakni cara pemanggilan method dari objek $laptop_anto. Cara pengaksesannya sama dengan cara mengakses property, namun karena method yakni guna, kita menambahkan tanda kurung di ahir pemanggilan guna.


Objek Selaku Entitas Terpisah

Pada contoh kode di atas, saya hanya menggunakan 1 buah objek yang berasal dari class laptop. Namun di dasarnya sebuah class dapat digunakan bagi merancang berapapun banyak objek. Setiap objek adalah bagian terpisah, namun tetap mempunyai property dan method yang berasal dari class laptop.

Berikut yakni contoh penyusunan beberapa objek dari class laptop:

Class laptop di atas saya sederhanakan agar lebih singkat. Setelah penyusunan class, saya kemudian merancang 3 buah objek dari class laptop, yakni $laptop_anto, $laptop_andi dan $laptop_dina. Ketiga objek ini mempunyai struktur yang sama (sama-sama berasal dari class laptop), namun mempunyai isi data yang berbeda-beda.

Agar lebih paham, silahkan sahabat mencoba menambahkan beberapa property dan method bagi class laptop di atas.


Pada panduan kali ini kita telah membahas mengenai Cara Membuat dan Mengakses Objek dalam PHP. Hingga disini semoga sahabat telah memahami konsep class, property, method dan objek. Pada panduan belajar OOP PHP berikutnya, kita akan membahas mengenai pengertian enkapsulasi dalam pemrograman objek.


Sumber https://www.duniailkom.com/