Tutorial Belajar MySQL Part 3: Pengertian Database, Database Model dan RDBMS

Posted on

Di Tutorial Belajar MySQL: Pengertian Database, Database Model dan RDBMS ini, kita akan membahas mengenai teori mendasar mengenai database, meliputi pengertian database, database model, RDBMS, dan sejarah relational model database.


Pengertian Database

Banyak pendapat kalau menyangkut mengenai pengertian database, bermacam textbook dan pendapat para expert di dunia database. Namun agar tak terlalu pusing, marilah kita ambil saja pendapat Wikipedia: “A database is an organized collection of data”. Dengan terjemahan bebasnya, Database yakni kumpulan data yang terorganisir.

Tak peduli apakah data ini tersimpan di format kertas atau file komputer, pada kurun waktu data ini tertata di aturan dan untuk keperluan tertentu, dapat disebut selaku database. Namun biasanya kalau kita menyebut database, hal ini merujuk kepada kumpulan data yang disimpan secara elektronik di komputer.


Pengertian Database Model

Sekali lagi, mari kita kutip  Wikipedia : A database model is the theoretical foundation of a database and fundamentally determines in which manner data can be stored, organized, and manipulated in a database system. Artian bebasnya, database model yakni teori seputar bagaimana data itu akan disimpan, disusun, dan dimanipulasi di sebuah program database.

Dari awal konsep database mulai banyak digunakan (sekitar tahun 1960an – di amerika sana), bermacam teori dikemukakan mengenai bagaimana cara menyajikan data agar gampang digunakan. Gampang digunakan disini meliputi: membangun, membaca, memperbaharui, dan menghapus data, atau istilah kerennya : CRUD (Create, Read, Update and Delete).

Mulailah berkembang bermacam database model, dari Flat model, Hierarchical model, Network model, hingga Relational model. Flat model yakni istilah lain dari tabel sederhana seperti di microsoft excel, tanpa aturan dan cara penulisan tertentu. Di Hierarchical model, data disusun seperti pohon terbalik, sehingga data terorganisasi dari atas ke bawah. Model database ini digunakan di program database awal, seperti Information Management System (IMS) oleh IBM (1966). Network database model ialah sebuah pengembangan dari Hierarchical model. Pembahasan lebih lanjut mengenai Database Model, dapat dibaca di wikipedia-database model.


Database Model : Relation

Konsep Relational Database Model diajukan pertama-tama kali oleh peneliti IBM, Dr. Edgar F. Codd di tahun 1969, dan ialah sebuah database model yang betul-betul banyak digunakan ketika ini.

Dr. Codd di awalnya mencari cara baru untuk menangani data di jumlah besar. Namun karena keterbatasan di Hierarchical dan Network model yang umum digunakan ketika itu, ia menggunakan prinsip matematis di menyusun data-data tersebut. Dan karena memang mempunyai keahlian di bidang matematika, Dr.Codd berusaha mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan yang sering timbul di database model ketika itu, seperti redundansi data, hubungan antar data, dan ketergantungan kepada urutan di media penyimpanan.

Dr.Codd mengajukan ide mengenai relational model ini di sebuah paper berjudul “A Relational Model of Data for Large Shared Databanks” di Juni 1970. Relational Database model berasal dari 2 cabang ilmu matematika : set theory dan first-order predicate logic.

Sebuah relational database menyimpan data di ‘relasi’, atau yang disebut pun tabel. Setiap tabel terdiri dari tuple atau record dan atribut atau field. Urutan penyusunan di media penyimpanan fisik tak berpengaruh di model ini, dan setiap record di di tabel diidentifikasi dengan sebuah field unik.

Relational Database Model inilah yang betul-betul populer dan banyak diimplementasi di bermacam program database ketika ini, termasuk Oracle dan MySQL. Program database untuk relational model, dikenal pun dengan Relational Database Management Systems (RDBMS).


RDBMS : Relational Database Management Systems

Relational Database Management Systems (RDBMS) yakni program program/program yang menggunakan relational database model selaku dasarnya. Sejak 1970an, RDBMS telah banyak digunakan oleh bermacam vendor, dan di bermacam program hardware. Dua RDBMS pertama-tama yakni System R, yang dikembangkan oleh IBM, dan INGRES (Interactive Graphics Retrieval System) yang dikembangkan oleh University of California di Berkeley. Keduanya di awal 1970an.

Setelah keunggulan Relational Database banyak dikenal, bermacam perusahaan mulai berlalih dari hierarchical dan network database model ke relational database model. Di tahun 1980an, Oracle RDBMS lahir, dan diikuti oleh pesaingnya ketika itu, IBM DB2 RDBMS.

Kalau di tahun 1980an RDBMS hanya dapat digunakan di program mainframe perusahaan besar, namun ketika ini dengan semakin majunya perkembangan teknologi di sisi hardware, PC-based RDBMS telah banyak terdapat. MySQL RDBMS dapat diinstall di komputer/laptop lazim.


Client-Server RDBMS Arsitektur

Kebutuhan akan database yang dapat diakses bersama-sama oleh banyak pengguna mulai muncul di sekitar awal 1990an. Sebuah database terpusat, namun dapat diakses dari tiap komputer yang berjauhan, membangun banyak RDBMS dikembangkan dengan arsitektur Client-Server.

Di arsitektur Client-Server, sebuah komputer bertindak selaku Database Server pusat. Server inilah yang akan melayani seluruh permintaan dari komputer (Client) yang membutuhkan akses ke database. Namun fisik database itu sendiri pun tak mesti di di Server, dapat saja berada di tempat lain, namun terhubung ke Database Server untuk memprosesnya.

MySQL pun menggunakan arsitektur Client-Server. Namun nantinya di panduan ini, kita akan menjalankan program server dan client di komputer yang sama. Namun
di dasarnya, kalau kita menjalankan MySQL Server di komputer, setiap komputer yang terhubung kedalam jaringan dapat mengaksesnya dengan menggunakan MySQL Client. Lebih lanjut mengenai hal ini akan kita pelajari di panduan berikutnya.


Setelah Relational Database Model : Object-Oriented Database Model

Walaupun RDBMS telah populer, dan digunakan di hampir seluruh keperluan seperti bisnis, inventory, bank, dll, namun untuk kasus-kasus tertentu, Relational Database Model dianggap masih kurang mendukung, khususnya untuk program baru seperti sisfo geografis, dan multimedia. Sehingga mulailah dikembangkan bermacam model database lainnya, seperti Object-Oriented Database dan Object-Relational Database.

Konsep Database Objek Model ini berasal dari dunia programming: OOP (Object Oriented Programming), dimana setiap data dikaitkan dengan objek dari data tersebut. ODBMS (Object Database Management System) pun telah banyak beredar, seperti Versant ODBMS oleh Versant Corporation, UniData dari IBM, dan VelocityDB.

Namun konsep Object Oriented Database ini belum terlalu populer digunakan, dan mungkin saja nantinya hanya selaku pelengkap dari relational database, yang untuk kasus per kasus memerlukan program database khusus.


Demikian pembahasan singkat kita mengenai pengertian database, database model dan perkembangan RDBMS. Di panduan berikutnya, kita akan bahas lebih mendalam konsep Teori Relational Database, sebelum mempraktekkannya dengan MySQL.

Sumber :

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Database
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Database_model
  3. Michael J. Hernandez : Database Design for Mere Mortals, Addison Wesley, 2003


eBook MySQL Uncover Duniailkom

MySQL dan MariaDB telah menjadi standar database untuk web programming. Duniailkom telah menyusun eBook MySQL Uncover yang membahas MySQL/MariaDB dengan lebih detail dan lebih komplit, mulai dari query mendasar hingga View, Stored Procedure dan Trigger. Penjelasan lebih lanjut dapat ke eBook MySQL Uncover Duniailkom.


Sumber https://www.duniailkom.com/