Tutorial Belajar MySQL Part 29: Mengenal Superuser root dan Pengertian Privileges MySQL

Posted on

Hingga dengan artikel belajar MySQL sebelumnya, Tutorial MySQL: Menghapus Duplikasi (DISTINCT), kita masih belajar cara mengakses data dari MySQL, atau pada teori database, command tersebut termasuk ke pada Data Manipulation Language (DLL), dimana termasuk kelompok command query yang  digunakan bagi memanipulasi data pada database dan menampilkannya.

Pada beberapa artikel kedapan kita akan belajar command query yang dikelompokkan selaku Data Control Language (DCL), yakni query yang digunakan bagi mengendalikan dan membatasi hak akses ke database. Kita akan membahas mengenai bagaimana cara membuat user MySQL, membatasi dan mengadministrasikan serta hak akses user pada database MySQL.

Pada panduan belajar MySQL ini kita akan Membahas Superuser root dan pengertian privileges MySQL.


Mengenal Hak Akses Superuser: ‘root’

Seandainya sahabat mengikuti panduan belajar MySQL dari awal, dalam rentang waktu ini kita hanya menggunakan 1 user pada belajar MySQL, yaitu user ‘root’. User root ini otomatis dikerjakan di dikala instalasi MySQL Server pertama-tama kali.

User ‘root’ pada istilah keamanan komputer sering disebut selaku ‘superuser’. Superuser adalah tingkatan user tertinggi dimana user ini dapat melihat, mengubah, bahkan menghapus seluruh database dan menjalankan command apapun yang terdapat pada MySQL.

Pada tahap pembelajaran, kita diuntungkan dan dimudahkan dengan menggunakan user root pada membangun database MySQL. Hal ini dikarenakan user root dapat menjalankan semua command pada MySQL.

Namun di program real dunia nyata, menggunakan user root bagi mengkases database pada operasional sehari-hari amat tak disarankan. Memberikan kemampuan dan hak akses bagi menghapus seluruh database akan berdampak fatal di operasional program.

Kita dapat membangun user baru yang hanya dapat menjalankan command SELECT saja, dan user tersebut dibatasi bagi tak dapat menjalankan query DROP.

Selaku contoh, pada database mahasiswa yang kita gunakan sepanjang berlajar MySQL di Source Code Program ini, kita mungkin butuh bagi membangun user bagi setiap jurusan, dan membatasi user tersebut hanya dapat mengakses tabel yang sesuai dengan jurusannya masing-masing.

Bagi kerperluan multi user inilah MySQL menyediakan banyak command yang dapat digunakan bagi membangun, dan membatasi hak akses user pada mengakses database.


Pengertian Hak akses (Privileges) pada MySQL

User pada MySQL dapat dikerjakan dengan bermacam-macam kombinasi hak akses yang dapat dibatasi. Apakah user tersebut dapat membangun, mengubah dan menghapus sebuah tabel, atau user tersebut kita batasi hanya bagi melihat tabel saja (command SELECT).

Lebih jauh lagi, MySQL mempunyai kemampuan bagi membatasi hak akses dari komputer mana MySQL Client dijalankan. Misalkan tabel jurusan_fisika, hanya dapat diakses dari komputer yang tempat tinggal IP-nya berasal dari jurusan fisika saja, sehingga membatasi hak akses mahasiswa fisika bagi melihat tabel jurusan pariwisata.

Selain lokasi IP address, hak akses user pada MySQL dapat dibatasi pun di level tabel dan kolom tertentu saja. Misalkan pada tabel mahasiswa terdapat kolom IPK yang mesti dirahasiakan, karenanya kita dapat membatasi hak akses bagi kolom IPK dan membuka akses bagi kolom lainnya.

Pada bahasa inggrisnya, hak akses ini dikenal dengan istilah ‘privileges’. Kita akan membahas cara membangun user dan membatasi hak aksesnya pada panduan berikutnya.


Mengenal Database mysql

Seluruh user dan hak aksesnya (privileges), disimpan oleh mysql di sebuah database khusus, yakni database mysql. Tabel khusus ini seketika dikerjakan secara otomatis di dikala instalasi MySQL. Sahabat dapat melihat isi database ini dengan menjalankan command query dibawah ini:

Pada membangun user dan juga hak aksesnya, MySQL menyediakan 2 cara:

  1. Menggunakan command khusus (query GRANT ) pada perancangan user.
  2. Mengubah seketika data record yang terdapat pada database mysql .

Menggunakan command khusus pada membangun uses akan lebih gampang digunakan dan lebih aman, karena seandainya mengubah tabel mysql seketika, kita mempunyai resiko salah command yang dapat menyebabkan terhapusnya data pada database mysql. Namun mengubah database mysql menawarkan fleksibilitas yang lebih pada membangun hak akses.


 

Di panduan berikutnya saya akan membahas mengenai Cara Membuat dan Menghapus User MySQL, menggunakan query CREATE USER.


Sumber https://www.duniailkom.com/