cloud-hosting-terbaik-indonesia

Tutorial Belajar JavaScript Part 9: Aturan Dasar Penulisan Kode Program JavaScript

Posted on

Pada panduan pertama-tama bagian Core JavaScript, kita akan mempelajari mengenai Aturan Dasar Penulisan Kode Program JavaScript. Aturan yang akan kita bahas ialah mengenai case sensitivity, whitespace, cara penulisan komentar, aturan penulisan identifier, reserved keyword, dan penulisan semicolon.


Perbedaan Penulisan Huruf (Case Sensitivity)

Di pada JavaScript, penulisan huruf besar dan huruf kecil dibedakan, atau pada istilah pemograman bersifat Case Sensitif. Hal ini berarti penulisan variabel , keyword, maupun nama guna di pada JavaScript mesti konsisten. Variabel nama, Nama, dan NAMA adalah 3 variabel berbeda. Sedangkan bagi penulisan keyword while, mesti ditulis dengan ‘while’, bukan ‘While’ atau ‘WHILE’.

Namun karena HTML sendiri tak bersifat case-sensitif, kadang hal ini dapat mendatangkan permasalahan. Contohnya, sekiranya menggunakan event handler, di pada HTML kadang dapat ditulis: onclick, onClick, atau OnClick. Ketiga penulisan ini dibolehkan di pada HTML. Akan tetapi bagi menghindari permasalahan, sebaiknya kita membangun kesepakatan bagi menggunakan huruf kecil bagi seluruh penulisan keyword dan variabel di pada JavaScript.


Pemakaian Karakter Spasi, Enter, dan Tab (Whitespace)

Karakter-karakter spasi, enter, tab dan karakter lain yang ‘tak kelihatan’ (sering dikenal dengan istilah whitespace) akan diabaikan di dikala pemrosesan JavaScript. Karakter-karakter ini dapat digunakan bagi ‘menjorokkan’ (indent) kode program agar lebih gampang dibaca.


Cara Penulisan Komentar pada JavaScript

JavaScript mendukung 2 jenis cara penulisan komentar, yakni menggunakan karakater // bagi komentar pada 1 baris, dan karakter pembuka komentar /* dan penutup */ bagi komentar yang melingkupi beberapa baris.

Berikut ialah contoh penulisan komentar di pada JavaScript:


Aturan Penulisan Identifier (Variabel dan Nama Guna) JavaScript

Di pada JavaScript, identifier ialah sebutan bagi nama. Nama ini dapat terdiri dari nama variabel, atau nama dari guna. Aturan penulisan identifier pada JavaScript ialah :

  • Karakter pertama-tama mesti diawali dengan huruf, underscore (_) atau tanda dollar ($)
  • Karakter kedua dan seterusnya dapat ditambahkan dengan huruf, angka, underscore (_) atau tanda dollar ($).

Dari aturan tersebut dapat dilihat bahwa kita tak dapat menggunakan angka selaku karakter pertama-tama dari sebuah variabel atau nama guna.

Berikut ialah contoh penulisan nama variabel yang dibolehkan:

Namun karakter berikut tak dapat digunakan selaku identifier:


Kata Kunci (Reserved Keyword) JavaScript

Seperti bahasa pemograman lain, JavaScript pun mempunyai beberapa kata kunci atau keyword yang tak dapat digunakan selaku nama variabel atau nama dari sebuah guna. Istilah ini sering disebut selaku reserved keyword.

Reserved keyword adalah kata kunci yang digunakan JavaScript pada menjalankan fungsinya. Keyword di pada JavaScript ialah selaku berikut:

Beberapa dari nama keyword diatas dapat digunakan pada situasi khusus (seperti nama dari method bagi objek), namun sedapat mungkin kita tak menggunakannya agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari.


Aturan Penulisan Tanda Semicolon di Ahir Baris

Berbeda dari kebanyakan bahasa pemograman, di pada JavaScript karakter titik-koma (bahasa inggris: semicolon) sifatnya opsional bagi digunakan selaku penanda ahir dari baris program, dan boleh tak ditulis.

JavaScript ‘mendeteksi’ baris baru (karakter ‘break’) selaku penanda ahir baris program. Kode command berikut berjalan dari yang mestinya di pada JavaScript:

Perhatikan bahwa di pada tag <script> saya tak menggunakan tanda semicolon bagi menutup baris command JavaScript, dan kode tersebut berjalan sukses tanpa menghasilkan error.

Namun javascript tak akan ‘mendeteksi’ setiap baris baru selaku penanda ahir baris program, perhatikan kode berikut ini:

Kode tersebut akan diproses oleh JavaScript menjadi:

Akan tetapi, penulisan berikut ini:

Akan diproses menjadi:

Hal ini terjadi karena JavaScript akan menganggap baris baru selaku tanda semicolon (pemisah baris program) apabila di dikala memproses baris berikutnya telah tak mungkin ‘bersambung’. Pemakaian karakter pembuka kurung “(“ di awal baris baru, akan dianggap selaku bagian sambungan dari baris sebelumnya.

Pemakaian tanda semicolon “;” walau bersifat opsional, namun amat dianjurkan digunakan. Tanda semicolon akan membangun program lebih gampang dibaca dan tak membangun ambigu seperti contoh kita diatas. Di pada panduan JavaScript di Source Code Program ini, saya pun akan menggunakan tanda “;” di setiap ahir baris.

Pada panduan kali ini kita telah membahas aturan dasar penulisan kode program dalam JavaScript. Pada panduan berikutnya, kita akan membahas Pengertian dan Cara Pembuatan Variabel di dalam JavaScript.


eBook JavaScript Uncover Duniailkom

JavaScript telah menjadi fitur wajib di setiap blog modern. Duniailkom telah menyusun eBook JavaScript Uncover yang membahas JavaScript dengan lebih detail dan lebih komplit, mulai dari mendasar hingga konsep DOM, Event dan AJAX. Penjelasan lebih lanjut dapat ke eBook JavaScript Uncover Duniailkom.


Sumber https://www.duniailkom.com/