download-b

Tutorial Belajar JavaScript Part 30: Mengenal Method (fungsi) Objek Tipe Data Array JavaScript

Posted on

Sama seperti tipe data basic pada JavaScript, Array pun mempunyai manfaat atau method yang dapat digunakan pada pemrosesan array. Pada panduan kali ini kita akan membahas apa saja method atau fungsi array di dalam JavaScript.


Jenis-jenis method Array JavaScipt

Bagi mempermudah pemakaian array, JavaScript menyediakan beberapa manfaat yang melekat di setiap variabel array (atau lebih tepat disebut dengan method). Berikut yakni method objek array di pada JavaScript.

  • join()
  • reserve()
  • sort()
  • slice()
  • splice()
  • push dan pop()
  • shift() dan unshift()
  • toString() dan toLocaleString()

Kita akan membahas seluruh method ini secara lebih mendalam.


Method Objek Array: Array.join()

Method Array .join() berfungsi bagi menggabungkan unsur array menjadi sebuah string. Sebuah argumen dapat diinputkan kedalam method ini yang akan berfungsi selaku karakter ’pembatas’ bagi menyatukan array. Berikut yakni contoh pemakaian method join() pada JavaScript:

Perhatikan bahwa apabila argumen tak ditulis, karenanya tanda koma ”,” akan digunakan selaku pembatas string. Kegunaan join() ini yakni kebalikan dari manfaat split() dari objek string.


Method Objek Array: Array.reverse()

Method Array.reverse() digunakan bagi membalikkan urutan dari unsur di pada array. Method ini akan mengubah array asal. Berikut yakni contoh pemakaian method reverse():


Method Objek Array: Array.sort()

Method Array.sort() digunakan bagi mengurutkan unsur dari array. Bila method ini dipanggil tanpa argumen, unsur dari array akan diurutkan merujuk pada abjad. Bila unsur di pada array bukan huruf, karenanya akan dikonversi sementara menjadi string, baru kemudian dilakukan proses pengurutan. Bila ditemukan unsur dengan nilai null atau undefined, akan di tempatkan di urutan ahir.

Berikut yakni contoh pemakaian method sort() pada array JavaScript:

Dari contoh diatas terlihat bahwa method sort() tak menghasilkan nilai yang seharusnya pada pengurutan angka. Bagi hal ini, kita dapat menginput manfaat kedalam argumen method sort().

Kegunaan yang diinput di pada argumen method sort() akan mempunyai 2 inputan bagi memutuskan unsur mana yang akan ditampilkan terlebih dahulu. Bila unsur pertama-tama seharusnya ditampilkan terlebih dahulu, karenanya manfaat mesti menghasilkan nilai kurang dari 0, dan apabila angka kedua mesti tampil terlebih dahulu, karenanya manfaat mesti mengembalikan nilai lebih besar dari 0.

Selaku contoh, berikut yakni method sort() dengan argumen berupa manfaat bagi mengurutkan angka pada unsur array.


Method Objek Array: Array.concat()

Method Array.concat() berfungsi bagi ”penyambungan” array. Hasil ahir dari pemanggilan manfaat ini yakni array baru dengan penambahan dari method concat(). Unsur yang ditambahkan diinput selaku argumen dari method concat(). Berikut yakni contohnya:


Method Objek Array: Array.slice()

Method Array.slice() digunakan bagi ’memotong’ array menjadi array baru, atau menjadi ’sub-array’ dari array asal. Method slice() ini membutuhkan 2 buah argumen yang berisi posisi index awal dan ahir pemotongan.

Bila hanya diberikan 1 argumen, karenanya method ini akan mengembalikan array baru dimulai dari posisi argumen hingga dengan ahir array. Bila argumen bernilai negatif, karenanya perhitungan akan dimulai dari ahir array. Berikut yakni contoh pemakaian method array slice():

Dari contoh kode yang kita lakukan, terlihat bahwa index terakhir tak termasuk ke pada array baru. arr1.slice(2,4) akan mengembalikan unsur array dari index ke-2, ke-3, namun tak ke-4.


Method Objek Array: Array.splice()

Walaupun mempunyai nama method yang mirip dengan slice(), method splice() sepenuhnya berbeda. Method splice() yakni method ’serba-bisa’ yang dapat digunakan bagi memotong array, menambahkan unsur array, bahkan menjalankan keduanya sekaligus.

Tak seperti method slice() dan concat(), pemanggilan method ini akan mengubah array asal.

Bila hanya diberikan satu buah argumen, method splice() akan berfungsi ’menghapus’ array asal mulai dari index yang diberikan, dan mengembalikan nilai array yang ’dihapus’. Berikut contohnya:

Bila method splice() mempunyai 2 argumen, karenanya argumen kedua berfungsi bagi menentukan seberapa banyak unsur yang akan di ’hapus’. Bila unsur yang dihapus berada ditengah-tengan array asal, karenanya array asal akan ’tersambung’. Berikut contohnya:

Method splice() mendukung argumen ke 3, 4, dan seterusnya. Bila disertakan, argumen ini akan berfungsi selaku unsur yang akan ditambahkan ke array asal dimulai dari posisi argumen pertama-tama. Berikut yakni contoh kode program splice() dengan 3 atau lebih argumen:

Method splice() ini mungkin sedikit sulit dimengerti apabila diperbandingkan dengan method objek array lainnya, namun dapat bermanfaat pada perancangan program.


Method Objek Array: Array.push() dan Array.pop()

Method push() dan pop() digunakan bagi menambahkan dan mengurangi unsur dari array. Kedua method ini memungkinkan pemrosesan array sabagai sebuah ’stack’ atau tumpukan dengan metoda ”first in last out”.

Method push() akan menambahkan unsur array di ahir dari array, sedangkan method pop()  akan menghapus unsur terakhir dari array. Kedua method ini akan mengubah array asal dan mengembalikan nilai jumlah unsur array.

Berikut yakni contoh pemakaian method Array.push() dan Array.pop() pada JavaScript:


Objek Array: Array.unshift() dan Array.shift()

Method Array.unshift() dan Array.shift() hampir sama dengan Array.push() dan Array.pop() perbedaannya, method unshift() dan shift() akan menambahkan atau menghapus unsur array di awal array.

Method unshift() akan menambahkan unsur baru diawal array, dan menggeser seluruh eleman yang terdapat. Method shift() akan menghapus unsur sangat awal array, dan menggeser ke bawah seluruh unsur lain di pada Array. Kedua method ini akan mengubah array asal.

Berikut yakni contoh pemakaian method Array.unshift() dan Array.shift() pada JavaScript:


Method Objek Array: Array.toSting() dan Array.toLocaleString()

Method toSting() dan toLocaleString() berfungsi bagi menkonversi array menjadi string. Pada contoh-contoh yang kita lakukan pada panduan ini, hampir semuanya menggunakan method toString bagi menampilkan hasil array.

Kedua method ini akan mengkonversi masing-masing unsur menjadi string, lalu menyambungnya menjadi sebuah string dengan karakter koma selaku pemisah.

Perbedaan antara toSting() dan toLocaleString() yakni method toLocaleString() akan mengkonversi unsur merujuk pada setingan lokal web browser, namun sahabat tak akan melihat perbedaannya. Berikut yakni contoh pemakaian kedua method ini:

Pada panduan kali ini, kita telah membahas 11 method basic array pada JavaScript. Namun tipe data Array JavaScript masih mempunyai method lain yang dikenal dengan ECMAScript 5 array method. Disebut dengan ECMAScript 5 array method karena method ini ditambahkan di versi ECMAScript 5.

Method ini contohnya: forEach(), map(), dan filter(). Karena method ini sedikit rumit (hampir setiap argumennya yakni manfaat), karenanya saya akan ’melompati’ sementara method ini.


eBook JavaScript Uncover Duniailkom

JavaScript telah menjadi fitur wajib di setiap laman modern. Duniailkom telah menyusun eBook JavaScript Uncover yang membahas JavaScript dengan lebih detail dan lebih komplit, mulai dari basic hingga konsep DOM, Event dan AJAX. Penjelasan lebih lanjut dapat ke eBook JavaScript Uncover Duniailkom.


Sumber https://www.duniailkom.com/