download-b

Tutorial Belajar JavaScript Part 24: Cara Penulisan Struktur Logika SWITCH dalam JavaScript

Posted on

Setelah mempelajari cara penggunaan struktur logika IF ELSE di panduan JavaScript sebelumnya, kali ini kita akan membahas mengenai Cara Penulisan Struktur Logika SWITCH dalam JavaScript.


Pengertian Struktur Logika SWITCH pada JavaScript

Struktur logika SWITCH dapat disederhanakan selaku format khusus dari struktur IF ELSE. SWITCH digunakan bagi percabangan kode program dimana kondisi yang diperiksa hanya 1 namun membutuhkan banyak opsi.

Struktur mendasar penulisan SWITCH yaitu selaku berikut:

Kondisi bagi inputan struktur SWITCH biasanya yaitu variabel yang akan diperiksa. Hasil percabangan dari variabel tersebut akan ditangani oleh petunjuk case. Opsi default dapat ditambahkan bagi menangani kasus yang tak ditangani oleh petunjuk case.


Cara Penulisan Struktur Logika SWITCH pada JavaScript

Agar lebih gampang dimengerti, seketika saja kita masuk ke pada kode program SWITCH pada JavaScript. Contoh program berikut mengambil contoh terakhir pada panduan percabangan ELSE IF sebelumnya, yakni kita memeriksa nilai dari variabel angka dan menampilkan hasilnya pada format huruf. Kalau menggunakan struktur SWITCH, berikut yaitu cara penulisannya:

Setelah mendeklarasikan variabel a dan mengisi nilainya dengan angka 5, kemudian kita masuk ke struktur SWITCH.

Blok SWITCH diawali dan diakhiri dengan kurung kurawal. Dan kemudian bagi setiap kemungkinan yang terjadi dari variabel angka, ditampung dengan petunjuk case.

Petunjuk case diikuti dengan kondisi yang ingin di-’tampung’. Di pada contoh diatas, saya menampung isi variabel angka dengan case 1 bagi menangani kondisi sekiranya angka==1, case 2 bagi menangani kondisi sekiranya angka==2, dan seterusnya. Setiap case lalu diikuti dengan tanda titik dua (:).

Di kondisi terakhir, terdapat petunjuk default yang tujuannya yaitu bagi menampung kondisi sekiranya seluruh kondisi case tak terdapat. Contohnya, sekiranya variabel angka berisi angka 0, karenanya kondisi case yang terdapat tak terdapat bagi menangani hal ini, dan petunjuk default lah yang akan dijalankan.

Kalau sahabat perhatikan pada setiap case, saya menambahkan petunjuk break. Petunjuk break disini bertujuan bagi mengistruksikan kepada JavaScript bagi segera keluar dari SWITCH sekiranya diantara case ditemukan. Kalau kita tak mencantumkan petunjuk break, karenanya seluruh petunjuk mulai dari case yang sesuai hingga ke bawah akan dijalankan. Berikut contohnya:

Kalau sahabat menjalankan kode JavaScript tersebut, karenanya yang akan diraih yaitu:

Hal ini terjadi karena sekiranya tanpa petunjuk break, struktur SWITCH akan mengeksekusi seluruh kode program dimulai dari posisi case yang diperoleh.

Sepintas keperluan atas petunjuk break ini merancang kondisi SWITCH menjadi sedikit ribet, namun karena hal tersebut, kita dapat merancang petunjuk break seperti berikut ini:

Contoh kode program tersebut akan berjalan dari yang mestinya.

Pada panduan JavaScript kali ini, kita telah mempelajari mengenai struktur logika SWITCH, pada panduan berikutnya, kita akan membahas mengenai struktur perulangan FOR di dalam JavaScript.


eBook JavaScript Uncover Duniailkom

JavaScript telah menjadi fitur wajib di setiap blog modern. Duniailkom telah menyusun eBook JavaScript Uncover yang membahas JavaScript dengan lebih detail dan lebih komplit, mulai dari mendasar hingga konsep DOM, Event dan AJAX. Penjelasan lebih lanjut dapat ke eBook JavaScript Uncover Duniailkom.


Sumber https://www.duniailkom.com/