Tutorial Belajar C Part 7: Struktur Dasar Kode Program Bahasa Pemrograman C

Posted on

Setelah sebelumnya kita mencoba menjalankan kode program yang dibuat dari bahasa C, kali ini kita akan bahas struktur dasar kode program dalam bahasa C.


Struktur Mendasar Bahasa Pemrograman C

Kode program yang telah jalankan sebelumnya betul-betul sederhana, tapi telah mewakili struktur mendasar dari sebuah bahasa pemrograman C. Berikut kode program tersebut:


#include <stdio.h>

Di baris amat awal, terdapat kode #include. Pedoman #include digunakan untuk memasukkan sebuah file khusus yang memungkinkan kita mengakses beraneka fitur tambahan di bahasa C.

Di contoh diatas, file stdio.h berisi kode program agar nantinya kita dapat mengakses command printf. File stdio.h sendiri yakni singkatan dari Standard Input/Output.

Dengan kata lain, agar di di kode program nanti kita dapat menggunakan command printf, dibagian amat atas kode program C mesti terdapat baris #include <stdio.h>. File include ini pun sering disebut selaku header file, dan karena itu pula menggunakan akhiran .h.

Bahasa C mengaplikasikan konsep modular, dimana fitur-fitur yang terdapat di pecah ke beraneka file. Apabila ingin menggunakan command tertentu, panggil header file yang sesuai.

Hasilnya, ukuran file program yang ditulis menggunakan bahasa C menjadi efisien. Kita hanya perlu menggunakan header file yang dibutuhkan saja. Namun kebalikannya, setiap ingin menggunakan command tertentu, mesti men-include-kan file header yang dibutuhkan.


int main(void) { }

Satu-satunya command yang mesti ada di setiap kode program bahasa C yaitu main().

Struktur main() sendiri di dasarnya yakni sebuah kegunaan (function). Isi dari function ini diawali dan diakhiri dengan tanda kurung kurawal ” { ” dan ” } “. Di di tanda kurung inilah “isi” dari kode program penyusun kegunaan main() ditulis.

Kode int sebelum main() menandakan nilai kembalian atau hasil ahir dari function main(). Kode int yakni singkatan dari integer, yakni tipe data angka bulat.

Dengan demikian, kode program main() yang saya tulis diatas mesti menghasilkan sebuah angka bulat (menggunakan command return yang akan kita bahas sesaat lagi).

Sedangkan tambahan void ke di main(void) menandakan bawah kegunaan main() tak membutuhkan nilai input (bahasa inggris void = kosong).

* Apabila rekan rekan agak bingung dengan penjelasan ini, dapat dianggap bahwa int main(void) { } yaitu command yang mengawali setiap kode program bahasa C.


printf(“Hello, World!n”);

Pedoman printf digunakan untuk menampilkan sesuatu ke layar. Pedoman ini yakni bagian dari stdio.h, sehingga sekiranya kita ingin menggunakannya, mesti terdapat baris command #include <stdio.h> di bagian amat awal kode program bahasa C.

Teks yang ingin ditampilkan ditulis di tanda kurung dan di di tanda kutip dua, seperti: printf(“Hello, World!n”); Hasil dari command ini, akan tampil teks Hello, World! di layar. akan tetapi apa kegunaan tambahan karakter n?

Apabila ditulis di di teks, karakter ” ” dikenal selaku escape character. Fungsinya untuk menampilkan karakter yang tak dapat ditulis. Selaku contoh, n yakni command untuk menulis newline character, yakni karakter penanda baris baru.

Artinya, command printf(“Hello, World!n”) akan menampilkan teks “Hello, World!”, kemudian pindah ke baris baru. Bahasa C mendukung beraneka escape character yang nantinya pun akan kita pelajari.

Setelah tanda kurung penutup command printf, mesti ditutup dengan tanda titik koma (semi-colon), yakni tanda “ ; ”. Setiap command bahasa C, mesti diakhiri dengan tanda ini, kecuali beberapa command khusus. Lupa menambahkan tanda titik koma di ahir sebuah command yakni error yang betul-betul sering terjadi.


return 0;

Pedoman return 0; berhubungan dengan kode int main(void) sebelumnya. Disinilah kita menutup function main() yang sekaligus mengakhiri kode program bahasa C.

Return 0 artinya kembalikan nilai 0 (nol) ke program operasi yang menjalankan kode program ini. Nilai 0 menandakan kode program berjalan normal dan tak ada masalah (EXIT_SUCCESS).

Kita pun dapat menulis return 1, return 99, return -1, dll. Nilai-nilai ini nantinya dapat digunakan oleh program operasi atau program lain. Nilai return selain 0 dianggap terjadi error atau sesuatu yang salah (EXIT_FAILURE).

Apakah command Return 0 ini mesti ditulis? Mesti ditulis! sekiranya kita berpatokan ke struktur bahasa C yang ideal. Namun beberapa compiler (termasuk Code:Blocks yang saya gunakan), akan “memaafkan” sekiranya command ini tak ditulis dan menambahkan command return 0 secara otomatis (tak disarankan).


Di panduan kali ini kita telah melihat struktur dasar kode program dalam bahasa C. Berikutnya akan dibahas mengenai aturan dasar penulisan kode program bahasa C.


Sumber https://www.duniailkom.com/