Tutorial Belajar C Part 37: Perulangan FOR Bahasa C

Posted on

Di bahasa C (dan pun bahasa turunan C seperti C++, PHP dan Java), terdapat 3 buah struktur perulangan atau looping, yakni perulangan for, perulangan while dan perulangan do while.

Di panduan bahasa pemrograman C kali ini kita akan bahas perulangan for terlebih dahulu.


Pengertian Struktur Perulangan For Bahasa C

Struktur perulangan (atau di bahasa inggris disebut dengan loop) ialah instruksi kode program yang bertujuan untuk mengulang beberapa baris pedoman.

Di menyusun perulangan, kita setidaknya mesti mengetahui 3 komponen:

  1. Kondisi awal perulangan.
  2. Kondisi di dikala perulangan.
  3. Kondisi yang mesti dipenuhi agar perulangan berhenti.

Berikut format mendasar struktur perulangan for di bahasa C:

Start ialah kondisi di dikala awal perulangan. Biasanya kondisi awal ini berisi pedoman untuk memberikan nilai kepada variabel counter. Variabel counter sendiri ialah sebuah variabel yang akan menentukan berapa banyak perulangan dilakukan. Kebanyakan programmer menggunakan variabel i selaku variabel counter (ini tak mesti).

Condition ialah kondisi yang mesti dipenuhi agar perulangan berjalan. Pada rentang waktu kondisi ini terpenuhi, karenanya compiler bahasa C akan terus mengerjakan perulangan. Misalnya condition ini berisi pedoman i < 5, karenanya pada rentang waktu variabel counter i berisi angka yang kurang dari 5, karenanya lakukan perulangan.

Increment ialah bagian yang digunakan untuk memproses variabel counter agar dapat memenuhi kondisi ahir perulangan. Bagian ini akan selalu di eksekusi di setiap perulangan.

Disebut increment karena biasanya berisi operasi increment seperti i++, yang sama dengan i = i + 1. Maksudnya, di setiap perulangan naikkan variabel i sebanyak 1 angka. Namun kita pun dapat memberikan nilai lain, misalnya i = i + 2, sehingga variabel counter akan naik 2 angka setiap perulangan

Selaku tambahan, terdapat istilah iterasi (iteration), yang berarti 1 kali perulangan. Istilah ini lumayan sering digunakan ketika membahas mengenai struktur perulangan.

Bagus, lumayan dengan teorinya mari kita masuk ke contoh praktek.


Contoh Kode Program Perulangan For Bahasa C

Selaku contoh pertama-tama, saya ingin menampilkan teksĀ  “Hello World” sebanyak 5 kali. Berikut kode programnya:

Di baris 5 saya mendesain sebuah variabel i yang di set dengan tipe data integer. Variabel ini nantinya akan saya gunakan selaku variabel counter, yakni variabel yang menentukan kondisi ahir perulangan.

Pedoman di baris 6, yakni for (i = 1; i < 5; i++), dapat dibaca:

“Jalankan perulangan, mulai dari variabel i = 1 hingga i < 5. Di setiap iterasi, naikkan nilai variabel i sebanyak 1 angka menggunakan pedoman i++“.

Berikut hasilnya:

Pertanyaannya, kenapa hanya tampil 4 baris “Hello World“? Padahal kita mengulang dari i = 1 hingga i < 5.

Ini berkaitan dengan pemakaian tanda. Kondisi ahir perulangan ialah i < 5, yang artinya akan selalu bernilai true apabila i kurang dari 5, tapi apabila telah hingga dengan 5 karenanya kondisi menjadi false dan perulangan berhenti.

Agar teks “Hello World” dapat tampil sebanyak 5 kali, ada 2 alternatif, yakni mengubah kondisi awal menjadi i = 0, atau mengubah kondisi ahir menjadi i <=5. Alternatif kedua ini tambak lebih bagus:

Hasil kode program:

Kini teks “Hello World” telah tampil sebanyak 5 kali. Sekali lagi, hati-hati dengan menggunakan tanda perbandingan, terutama antara “<” dengan “<=“.

Di di perulangan, kita pun dapat mengakses variabel counter seperti contoh berikut:

Hasil kode program:

Kini setelah teks “Hello World“, tampil angka yang berasal dari nilai variabel i. Karena di setiap iterasi variabel counter i akan dinaikkan 1 angka (proses increment), karenanya nilainya pun akan naik 1 angka untuk setiap iterasi.

Variabel counter i pun tak haris di increment, tapi pun dapat di decrement untuk mendesain perulangan menurun. Berikut contohnya:

Hasil kode program:

Kode kita betul-betul mirip seperti sebelumnya, tapi perhatikan pedoman for di baris 6: for (i = 5; i >= 1; i--). Ini dapat dibaca:

“Jalankan perulangan, mulai dari variabel i = 5 hingga i >= 1. Di setiap iterasi, turunkan nilai variabel i sebanyak 1 angka menggunakan pedoman i--“.

Hasilnya, nilai variabel counter i akan berkurang 1 angka di setiap iterasi.

Selaku contoh terakhir, bisakah sobat mendesain perulangan untuk menampilkan angka kelipatan 3 sebanyak 10 kali? Hasil ahir yang kita inginkan ialah selaku berikut:

Terdapat beberapa cara untuk menghasilkan deret ini. Pertama-tama-tama, ubah di sisi block pedoman yang akan dijalankan. Dimana variabel counter i tetap naik dari 1 hingga 10:

Agar menghasilkan angka yang naik kelipatan 3, teknik yang digunakan ialah mengalikan nilai variabel counter i dengan angka 3 untuk setiap iterasi.

Cara kedua ialah memodifikasi proses increment dari vari
abel counter:

Perhatikan pedoman perulangan for di baris 6. Pedoman for (i = 3; i <= 30; i = i + 3) dapat dibaca:

“Jalankan perulangan, mulai dari variabel i = 3 hingga i <= 30. Di setiap iterasi, naikkan nilai variabel i sebanyak 3 angka menggunakan pedoman i = i + 3“.

Teknik ini agak jarang digunakan, tapi itu dapat dilakukan.


Di panduan kali ini kita telah membahas mengenai perulangan (looping) for. Nantinya looping ini dapat dikombinasikan lebih lanjut misalnya untuk mendesain perulangan bersarang (nested loop). akan tetapi untuk berikutnya kita akan lanjut dulu ke wujud perulangan kedua di bahasa C, yakni perulangan WHILE.


Sumber https://www.duniailkom.com/