Tutorial Belajar C Part 35: Percabangan Kondisi IF ELSE IF Bahasa C

Posted on

Di panduan sebelumnya kita telah membahas mengenai perulangan IF ELSE, yakni sebuah percabangan kode program dimana jikalau kondisi IF bernilai true, karenanya jalankan pedoman yang terdapat di di blok IF tersebut. Namun jikalau kondisi bernilai false, karenanya jalankan kode program di di blok ELSE.

Kali ini kita akan lanjut membahas percabangan IF ELSE IF, yang boleh disamakan dengan “menyambung” beberapa kondisi IF ELSE sekaligus.


Pengertian Kondisi IF ELSE IF bahasa C

Di dasarnya, kondisi IF ELSE IF yaitu sebuah struktur logika program yang di dapat dengan cara menyambung beberapa kondisi IF ELSE menjadi sebuah kesatuan.

Bila kondisi pertama-tama tak terpenuhi atau bernilai false, karenanya kode program akan lanjut ke kondisi IF di bawahnya. Bila ternyata tak pun terpenuhi, akan lanjut lagi ke kondisi IF di bawahnya, dst hingga blok ELSE terakhir atau terdapat kondisi IF yang bernilai true.

Berikut format mendasar penulisan kondisi IF ELSE IF di bahasa C:

Mari kita lihat contoh prakteknya.


Contoh Kode Program Percabangan IF ELSE IF Bahasa C

Selaku contoh pertama-tama, saya ingin menyusun sebuah kode program untuk menampilkan nilai. User diminta menginput sebuah huruf antara ‘A’ – ‘E’. Kemudian kode program akan menampilkan hasil tampilan yang berbeda-beda untuk setiap huruf yang diinput, termasuk jikalau huruf tersebut di luar ‘A’ – ‘E’.

Berikut contoh kode programnya:

Hasil kode program:

Di baris 5 saya mendefinisikan sebuah variabel nilai selaku char. Variabel nilai ini kemudian dimanfaatkan untuk menampung input dari pedoman scanf di baris 8.

Mulai dari baris 10 hingga 27, terdapat 5 buah pemeriksaan kondisi, yakni satu untuk setiap block IF ELSE. Di setiap kondisi, isi variabel nilai akan di diperiksa, apakah itu berupa karakter ‘A’, ‘B’, hingga ‘E’. Bila diantara kondisi ini terpenuhi, karenanya block kode program yang sesuai akan di eksekusi.

Bila ternyata nilai inputan bukan diantara dari karakter ‘A’ – ‘E’, karenanya block ELSE di baris 25 lah yang akan dijalankan.

Setiap kondisi dari block IF ELSE IF ini dapat diisi dengan perbandingan yang lebih kompleks, seperti contoh berikut:

Di sini saya memodifikasi sedikit kode program kita sebelumnya. Sekarang ini ini nilai inputan berupa angka antara 0 hingga 100. Angka inputan ini ditampung ke di variabel nilai yang kini ini di set selaku tipe data integer di baris 5.

Di baris 10, isi dari variabel nilai di periksa apakah berisi angka yang lebih dari 90. Bila iya, tampilkan teks “Pertahankan!”.

Bila kondisi di baris 10 tak terpenuhi (yang artinya isi variabel nilai kurang dari 90), karenanya kode program akan lanjut ke kondisi ELSE IF berikutnya di baris 13. Di sini saya menggabungkan dua buah kondisi menggunakan operator logika (yakni operator AND). Kondisi if(nilai >= 80 nilai < 90) hanya akan terpenuhi jikalau isi variabel nilai berada di rentang 80 hingga 89.

Ketika menyusun kondisi perbandingan, kita mesti hati-hati dengan pemakaian tanda, apakah ingin menggunakan tanda lebih besar saja (>) atau tanda lebih besar sama dengan (>=) karena dapat mempengaruhi hasil ahir.

Bila ternyata kondisi ini tak dipenuhi pun (artinya isi variabel nilai kurang dari 80), program akan lanjut ke kondisi if(nilai >= 60 nilai < 80) di baris 16, yakni apakah nilai berada di rentang 60 – 79. Demikian seterusnya hingga kondisi terakhir if(nilai < 40) di baris 22.

Bila semua kondisi tak terpenuhi, jalankan block ELSE di baris 26.

Berikut hasil percobaan dari kode program di atas:

Yang lumayan unik yaitu, jikalau kita memberikan nilai di luar rentang 0 – 100, akan tetap ditangkap oleh kondisi IF di baris 10 atau di baris 22:

Ini terjadi karena nilai 200 tetap memenuhi syarat if (nilai >= 90), dan nilai -1000 pun tetap memenuhi syarat if (nilai < 40). Silahkan kamu modifikasi kode program di atas agar jikalau diinput angka di luar dari rentang 0 -100, akan tampil teks “Maaf, format nilai tak sesuai”. Untuk hal ini kita cuma perlu mengubah / menambah 2 kondisi saja.


Di panduan kali ini kita telah membahas mengenai konsep struktur logika IF ELSE IF, yang tak lain berupa kondisi IF yang saling bersambung. Berikutnya kita akan masuk ke struktur kondisi SWITCH, yang di banyak hal mirip seperti IF ELSE IF.


Sumber https://www.duniailkom.com/