Tutorial Belajar C Part 33: Percabangan Kondisi IF Bahasa C

Posted on

Mulai dari panduan ini dan beberapa panduan ke depan, kita akan mempelajari struktur percabangan kode program di bahasa C. Sesi bahasan ini dibuka dengan format percabangan yang betul-betul sederhana, yakni kondisi IF.


Pengertian Kondisi IF bahasa C

Di perancangan program, ada saatnya kita butuh suatu percabangan, yakni apabila sebuah kondisi terpenuhi, jalankan kode program ini, apabila tak, jalankan kode program yang lain. Menggunakan bahasa C, konsep ini dikerjakan dari struktur IF dengan aturan penulisan selaku berikut:

Bagian condition berperan selaku penentu dari struktur percabangan. Apabila condition terpenuhi (menghasilkan nilai TRUE atau 1), blok kode program akan dijalankan. Apabila condition tak terpenuhi (menghasilkan nilai FALSE atau 0), blok kode program tak akan dijalankan.

Blok kode program yang saya maksud ialah semua kode yang berada di antara tanda kurung kurawal “{” dan “}”. Condition biasanya terdiri dari operasi perbandingan, misalnya apakah variabel a berisi angka 10, atau variabel password berisi string ‘rahasia’.

Mari kita bahas dengan contoh kode program.


Contoh Kode Program Percabangan IF Bahasa C

Selaku contoh pertama-tama saya akan menyusun kode program sederhana, yakni melihat apakah sebuah angka lebih besar dari angka lain, lalu tampilkan hasilnya apabila kondisi terpenuhi:

Di awal kode program saya mengisi variabel a dengan angka 12, dan variabel b dengan angka 10. Kemudian di baris 8 terdapat kondisi if (a > b), yakni apakah variabel a berisi angka yang lebih besar dari b? Apakah 12 lebih besar dari 10? betul (true), karenanya blok kode program akan dijalankan.

Kita pun dapat menyusun struktur if ini beberapa kali tergantung kebutuhan, seperti contoh berikut:

Hasil kode program:

Kode program ini ialah sebuah hasil modifikasi dari kode sebelumnya. Di sini saya menyusun 3 buah kondisi, yakni if (a > b), if (a < b), atau if (a == b). Setiap kondisi if akan diperiksa, dan apabila operasi perbandingan menghasilkan nilai true atau 1, karenanya blok kode program tersebut akan diproses. Silahkan rekan-rekan coba ubah isi variabel a dan b untuk melihat blok kode program mana yang akan dijalankan.

Supaya lebih interaktif, saya dapat modifikasi kode di atas dengan meminta user menginput angka ke di variabel a dan b:

Selain tambahan command scanf agar user dapat menginput angka, kode program kita masih sama seperti sebelumnya, yakni mencari variabel mana berisi angka yang lebih besar.

Contoh terakhir, mari bikin kode program yang dapat menebak apakah angka yang diinput ialah sebuah bilangan genap atau bilangan ganjil:

Hasil kode program:

Sekarang ini ini kondisi yang diperiksa ialah if (a % 2 == 0) dan if (a % 2 == 1). Di di bahasa C, tanda persen ( % ) ialah operator modulus yang diaplikasikan untuk mencari sisa hasil bagi. Lebih lanjut mengenai operator ini pernah kita bahas di Operator Aritmatika Bahasa C.

Kondisi pertama-tama, yakni if (a % 2 == 0) akan bernilai true atau menghasilkan angka 1 apabila variabel a habis dibagi 2. Ini arti
nya variabel a berisi angka genap.

Sedangkan kondisi kedua, yakni if (a % 2 == 1) akan bernilai true atau menghasilkan angka 1 apabila variabel a bersisa 1 ketika dibagi 2. Ini artinya variabel a berisi angka ganjil.


Percabangan IF seperti ini benar-benar sering diaplikasikan untuk memecahkan sebuah masalah. Selaku format lain, kita akan bahas percabangan IF ELSE di panduan berikutnya.


Sumber https://www.duniailkom.com/