Tutorial Belajar C Part 30: Jenis-jenis Operator Logika Bahasa C

Posted on

Di panduan belajar bahasa C di Source Code Program kali ini kita akan membahas jenis-jenis operator logika. Operator logika ini sering pun disebut selaku operator boolean.


Pengertian Operator Logika di Bahasa C

Operator logika ialah operator yang digunakan untuk membangun kesimpulan logis dari 2 kondisi boolean: true atau false. Karena bahasa C tak mempunyai tipe data boolean, karenanya kita menggunakan angka 1 untuk pengganti true, dan angka 0 untuk pengganti false.

Di bahasa C terdapat 3 operator logika:

Operator Nama Penjelasan Contoh
And Akan menghasilkan 1 jikalau kedua operand 1 1 0, hasilnya: 0
|| Or Akan menghasilkan 1 jikalau diantara operand 1 1 || 0, hasilnya: 1
! Not Akan menghasilkan 1 jikalau operand 0 !0, hasilnya: 1

Di prakteknya, operator logika ini banyak dimanfaatkan untuk menggabungkan beberapa hasil operasi perbandingan (contohnya akan kita lihat sesaat lagi).

Catatan: operator OR menggunakan karakter pipe ” | “, bukan huruf L kecil. Karakter pipe ini bergabung dengan tombol “” dan ditekan menggunakan tombol shift.


Contoh Kode Program Operator Logika Bahasa C

Di format betul-betul sederhana, operator logika dapat diproses untuk integer 1 dan 0. Dimana 1 mewakili true, dan 0 mewakili false. Berikut contoh kode programnya:

Di sini saya membangun beberapa percobaan menggunakan operator logika. Rumus yang dimanfaatkan ialah selaku berikut:

  • Operator hanya akan menghasilkan 1 jikalau kedua operand bernilai 1, selain itu hasilnya 0.
  • Operator || hanya akan menghasilkan 0 jikalau kedua operand bernilai 0, selain itu hasilnya 1.
  • Operator ! Akan membalikkan logika, !0 menjadi 1, !1 menjadi 0.

Kita pun dapat menggabungkan lebih dari satu operasi seperti contoh berikut:

Hasil kode program:

Untuk operasi seperti ini, akan diproses dari kiri ke kanan, kecuali ditemukan tanda kurung karenanya begitulah yang akan diproses terlebih dahulu.

  • Di baris 7, operasi (0 1) || (1 || 0) akan diproses menjadi 0 || 1, hasilnya 1.
  • Di baris 10, operasi !0 (0 || 1) akan diproses menjadi 1 1, hasilnya 1.
  • Di baris 13, operasi ((1 1) || (1 || 0)) !1 akan diproses menjadi (1 || 1) 0, kemudian menjadi 1 0, hasilnya 0.

Nilai boolean true (1) dan false (0) ini biasanya di dapat dari hasil operasi perbandingan. Inilah praktek yang sering dibangun untuk operator logika, berikut contohnya:

  • Di baris 7, operasi (5 > 4) (10 > 9) akan diproses menjadi 1 1, hasilnya 1.
  • Di baris 10, operasi (15 <= 15) (15 < 15) akan diproses menjadi 1 0, hasilnya 0.
  • Di baris 13, operasi (‘a’== ‘a’) || (‘a’ == ‘b’) akan diproses menjadi 1 || 0, hasilnya 1.
  • Di baris 16, operasi (10 > 7) (‘duniailkom’ == ‘duniailkom’) akan diproses menjadi 1 1, hasilnya 1.

Sama seperti operasi perbandingan, operasi logika ini akan banyak dimanfaatkan di percabangan kode program, misalnya untuk dapat login seseorang mesti mempunyai username DAN password yang sesuai. Bila diantara saja tak terpenuhi, karenanya tak dapat login.


Berikutnya, saya akan membahas operator bitwise dalam bahasa pemrograman C.


Sumber https://www.duniailkom.com/