Tutorial Belajar C Part 17: Pengertian dan Contoh Kode Program Tipe Data Float

Posted on

Tipe data float yakni tipe data untuk angka pecahan. Di panduan belajar bahasa pemrograman C di Source Code Program kali ini kita akan bahas mengenai pengertian, jenis-jenis serta contoh kode program untuk tipe data float di bahasa C.


Pengertian Tipe Data Float Bahasa C

Tipe data float digunakan untuk menampung angka pecahan seperti 3.14, 62.22 atau -0.01234. Sama seperti bahasa pemrograman di umumnya, kita menggunakan tanda titik selaku pemisah angka bulat dan pecahan, bukan tanda koma seperti yang kita gunakan sehari-hari.

Di di bahasa C, selain float pun terdapat tipe data double yang pun dapat dimanfaatkan untuk menyimpan angka pecahan. Perbedaan antara float dan double terletak dari jangkauan angka serta tingkat ketelitian angka.

Berikut tabel perbedaan antara tipe data float dan double di bahasa C:

Jenis Tipe Data Ukuran Memory Jangkauan Ketelitian
float 4 byte 1.2E-38 hingga 3.4E+38 6 tempat desimal
double 8 byte 2.3E-308 hingga 1.7E+308 15 tempat desimal

Sebetulnya masih ada 1 lagi jenis tipe data untuk angka pecahan, yakni long double dengan jangkauan yang lebih besar dari double. Namun tak semua compiler bahasa C mendukung tipe data ini.

Penulisan angka pecahan pun dapat menggunakan notasi ilmiah, seperti 3.12e2 atau 4E-3. Tanda e atau E mewakili pangkat 10, sehingga 3.12e2 = 3.12 x 10^2 = 312. Sedangkan 4E-3 = 4 x 10^-3 = 0.004.

 

Meskipun tipe data float dapat menyimpan angka yang benar-benar besar, tapi tipe data ini mempunyai kelemahan yang umum di setiap bahasa pemrograman (tak bahasa C saja). Yakni terdapat batas tingkat ketelitian. Hal ini berhubungan dengan mekanisme penyimpanan di di komputer yang berupa angka biner. Kita akan lihat contohnya beberapa ketika lagi.


Contoh Kode Program Tipe Data Float Bahasa C

Selaku contoh kode program pertama-tama, saya akan menyusun 2 buah variabel bertipe float dan double, menginput angka, lalu menampilkannya:

Untuk menampilkan angka float, kita menggunakan kode %f di di command printf.

Berikutnya, saya akan input angka dengan penulisan notasi ilmiah:

Dari kedua contoh diatas, kita dapat melihat bahwa secara default bahasa C menampilkan angka desimal dengan 6 angka di belakang koma. Maksudnya, sekiranya yang ditulis yakni 4.323, karenanya yang ditampilkan menjadi 4.323000. Bagaimana mengubahnya, misalnya menjadi 2 angka dibelakang koma?

Pedoman printf mempunyai aturan khusus untuk hal ini. Untuk mengatur agar bahasa C menampilkan jumlah angka di belakang koma, kita dapat menambahkan 3 cara penulisan ke di pola %f. Dimana formatnya yakni selaku berikut:

Kode yang terdapat di di tanda kurung bersifat opsional dan boleh tak ditulis. Mari kita lihat prakteknya menggunakan contoh kode program:

Di awal kode program saya mendefinisikan variabel angka1 selaku float
dan diisi dengan angka 1234.5678.

Di command printf pertama-tama, terlihat bahwa angka1 berisi 1234.567749. Loh, kenapa berbeda? inilah diantara kelemahan dari tipe data float, yakni tak dapat secara persis menyimpan angka. Kesalahan pembulatan ini umum di setiap bahasa pemrograman yang bersala dari mekanisme konversi angka di di komputer (digit biner).

Untuk command printf kedua, saya menggunakan pola %15f. Pola ini akan menampilkan angka pecahan dengan 15 digit (termasuk karakter titik). Karena variabel angka1 tersimpan selaku 1234.567749 (total 11 digit), karenanya akan ditambah 4 spasi sebelum angka agar total menjadi 15 digit.

Untuk command printf ketiga, saya menggunakan pola %015f. Pola ini pun akan menampilkan angka pecahan dengan 15 digit, namun 4 spasi sebelumnya akan diganti dengan angka 0.

Pedoman printf keempat, saya menggunakan pola %.3f. Pola ini akan menampilkan angka pecahan dengan 3 digit dibelakang koma.

Pedoman printf kelima, saya menggunakan pola %010.3f. Pola ini akan menampilkan angka pecahan dengan 3 digit dibelakang koma. Selain itu angka akan ditampilkan dengan jumlah total 10 digit. Bila kurang, akan ditambah dengan angka 0 di sisi kiri angka bulat.

Dua command printf terakhir menggunakan pola %e dan %E. Ini dimanfaatkan untuk menampilkan angka di format notasi ilmiah, yakni 8.012457e+003 dan 8.012457E+003. Perbedaannya hanya menggunakan huruf e kecil atau E besar.

Selaku penutup panduan mengenai tipe data float di di bahasa C, kita akan akses file header float.h yang berisi beraneka konstanta untuk melihat ukuran memory, nilai minimum, nilai maksimum serta jumlah digit ketelitian dari tipe data float di bahasa C:

Dengan kode program ini, kita dapat melihat informasi seputar tipe data float.


Di panduan belajar bahasa C di Source Code Program kali ini kita telah membahas banyak hal terkait tipe data float, mulai dari pengertian, jenis tipe data float, serta beraneka contoh kode program. Berikutnya akan dibahas mengenai Pengertian Array dan Contoh Kode Program Tipe Data Array dalam bahasa C.


Sumber https://www.duniailkom.com/