Tutorial Belajar C Part 12: Format Penulisan printf untuk Menampilkan isi Variabel

Posted on

Pedoman printf yang dibahas di panduan sebelumnya hanya menampilkan teks yang ditulis seketika. Di pemrograman, kita akan banyak menampilkan isi teks yang berasal dari variabel. Variabel ini nantinya didapat dari hasil inputan pengguna atau hasil pengolahan data.

Lanjutan panduan bahasa pemrograman C di Source Code Program kali ini akan membahas cara penulisan perintah printf untuk menampilkan isi variabel.


Format Penulisan Pedoman printf untuk Menampilkan Variabel

Untuk menampilkan variabel menggunakan printf, terdapat pola khusus. Di di bahasa pemrograman C, kita mesti mempersiapkan “tempat” untuk variabel itu, lalu menulis nama variabel di ahir command printf.

Agar lebih jelas, seketika saja kita lihat contoh kode programnya:

Diawal kode program, saya mendefinisikan 3 buah variabel, yakni harga, nilai_ip dan huruf. Masing-masing variabel bertipe integer (int), float dan char. Setiap variabel seketika diisi dengan nilai awal.

Ketika isi variabel akan ditampilkan dengan command printf, kita tak dapat menulisnya semacam itu saja, tapi ada format penulisan khusus.

Di bahasa C, command printf di dasarnya ialah sebuah function atau manfaat. Sebuah function dapat diisi dengan argumen yang berfungsi selaku nilai inputan. Argumen ini ditulis di di tanda kurung di ketika pemanggilan function. Bila terdapat beberapa argumen, dipisah dengan tanda koma.

Penjelasan dari kalimat diatas terasa lumayan membingungkan terutama bagi kamu yang belum pernah belajar mengenai function di bahasa pemrograman lain.

Misalkan saya menulis command seperti ini:

Kode diatas artinya, saya menjalankan command printf dengan 3 buah argumen. Argumen pertama-tama berupa “teks1”, argumen kedua ialah teks2, dan argumen ketiga dengan nama teks3. Bila ada argumen ke-4, saya tinggal menambahkannya di bagian belakang, misalnya seperti ini:

Inilah yang dimaksud dengan penulisan argumen.

Kembali kepada kode program sebelumnya, terdapat command berikut:

Disini command printf dijalankan dengan 2 buah argumen. Argumen pertama-tama berupa teks “Harga bakwan %i”, dan argumen kedua ialah variabel harga.

Perhatikan kode ‘%i’ di di teks argumen pertama-tama. Sama seperti escape character di panduan sebelumnya, tanda % pun mempunyai makna khusus di di bahasa pemrograman C, terutama di command printf.

Kode %i disini akan menginstruksikan kepada compiler bahasa C bahwa “ganti karakter ini dengan sebuah variabel bertipe integer yang terdapat di argumen kedua“. Apakah isi argumen kedua? Yakni variabel harga. Apakah variabel harga bertipe integer? Betul. Karenanya hasilnya menjadi:

Hal yang sama pun berlaku untuk command berikutnya:

Kode %f akan digantikan dengan isi dari variabel nilai_ip. Yang hasilnya menjadi:

Terakhir, command:

Akan diproses menjadi:

Intinya ialah, kode % nantinya akan diganti dengan isi variabel yang terdapat di argumen kedua dari manfaat printf. Akan tetapi, kenapa kodenya beda-beda? Ada %i, ada %f dan %c, apa maksudnya? ini yaitu kode variabel untuk manfaat printf.


Kode Variabel untuk Pedoman printf

Kode-kode khusus seperti %i, ada %f dan %c di di manfaat printf merujuk ke tipe data dari argumen kedua dari manfaat printf. Kode %i ialah kode khusus untuk variabel bertipe integer. Kode %f untuk variabel bertipe float, dan kode %c untuk variabel bertipe char.

Selain 3 kode ini, masih ada beberapa kode lain tergantung kepada apa tipe data dari variabel tersebut. Daftar lengkapnya lumayan panjang, tapi setidaknya ada 4 kode yang benar-benar banyak dimanfaatkan:

Kode format Tipe data variabel
%i atau %d int
%c char
%f float
%s string

Penulisan command printf seperti ini pun tak hanya untuk 1 variabel di 1 command, tapi pun dapat banyak sekaligus pada rentang waktu urutan penulisan variabelnya sesuai. Berikut contoh kode programnya:

Kode program ini yaitu modifikasi dari kode sebelumnya. Kali ini saya hanya menggunakan 1 command printf untuk menampilkan 3 variabel.

Yang mesti diperhatikan ialah, urutan variabel yang akan menggantikan kode khusus. Misalnya di contoh diatas, terdapat kode %d benar-benar awal. Dengan demikian, di di argumen kedua saya mesti menulis variabel yang bertipe integer.

Berikutnya di di teks ada kode %f, ini akan berpasangan dengan argumen ketiga, semacam itu seterusnya hingga ahir teks.

Penulisan isi variabel di di bahasa C memang lumayan njelimet, bahkan mungkin benar-benar rumit diantara bahasa pemrograman lain. Di bahasa pascal misalnya, kita tinggal menulis isi variabel tanpa mesti pusing dengan kode tipe data, seperti:

Atau di di bahasa PHP menjadi lebih simple lagi:

Namun inilah keunikan dari setiap bahasa pemrograman. Terlebih bahasa C memang benar-benar dekat dengan bahasa mesin yang penuh dengan kode-kode. Inipula yang menjadi alasan program yang dibangun dengan bahasa C dapat berjalan dengan lebih cepat dibandingi program yang dibangun dengan bahasa yang lebih “gampang ditulis”.


Di panduan ini kita telah membahas mengenai cara penulisan format command printf untuk menampilkan isi variabel. Pedoman printf dimanfaatkan untuk menampilkan teks (output). Berikutnya kita akan bahas mengenai perintah scanf yang dimanfaatkan untuk menerima masukan (input).


Sumber https://www.duniailkom.com/