Plugin Cache untuk WordPress

Posted on

Semakin banyaknya pengunjung blog WordPress sahabat karenanya dapat merancang server hosting sahabat kewalahan melayaninya, dan biasanya disarankan guna mengupgrade paket hosting yang diaplikasikan. Ini jelas menambah biaya dan pada jiwa hemat kita mesti search jawaban alternatifnya. Diantara tahap awal yang dapat dilakukan yakni pada memasang plugin cache.

Kita telah tahu bahwa WordPress dikembangkan pada bahasa pemrograman PHP, dan setiap page yang diakses pengunjung akan dikerjakan di ketika dia pun melalui dinamis. Dan ini berlaku guna page yang sama yang diakses pengunjung yang berbeda.

Nah… manfaat cache di WordPress yakni merancang page statis (HTML) dari seluruh konten yang terdapat di situs WordPress sahabat sehingga page yang sama yang sedang dibuka pengunjung sebetulnya diarahkan di cache yang sudah dikerjakan, WordPress lumayan membuatnya satu kali saja. Ini jelas meningkatkan kecepatan akses situs sebab tak butuh dikerjakan lagi dan pun menekan pemakaian resource hosting.

w3tc-performance-optimized-cache-active--640x116

Malah guna beberapa plugin cache ikut menyertakan manfaat minify guna HTML, CSS, dan JavaScript sehingga akan lebih optimal lagi ukurannya dan lebih cepat dimuat oleh browser. Benar – benar dimaksimalkan performanya. Kalau mau plugin independen guna hal yang sama dapat mencoba Autoptimize.

view-source-autoptimize-640x101

Sebab ituah sebuah plugin cache dapat dinamakan wajib diinstall di setiap situs WordPress. Ada beberapa plugin cache pada WordPress yang dapat sahabat coba:

  • W3 Total Cache? – Petunjuk komplit cache WordPress yang populer, dapat memilih jenis penyimpanan cache, pemasangan CDN (Content Delivery Network) dan pun kemampuan minify disertakan. Konfigurasinya lumayan ribet kalau belum tahu apa gunanya. Jangan lupa menghidupkan mode cachingnya.
  • WP Super Cache – Diantara plugin cache terpopuler pada WordPress. Dapat menjalankan CDN. Lebih user-friendly.
  • Quick Cache – Plugin cache termudah yang pernah kami jalankan, aktifkan saja dan defaultnya sudahlah lumayan. Selengkapnya.
  • Hyper Cache – Pun plugin cache yang tak neko – neko, seketika hidupkan dan jalankan saja pengaturan defaultnya. Selengkapnya.

Mana plugin cache WordPress terbaik? Terus terang kami lumayan sering beralih dan dari pengalaman lebih bagus yang gampang dan tak merusak situs. Selanjutnya masih menjalankan W3 Total Cache, tapi kedepannya kami mau berpindah permanen pada Quick Cache bila telah ada dukungan CDNnya.

Jadi rekomendasi kami ketika ini antara Quick Cache atau Hyper Cache sebab mudahnya konfigurasi dan dari pengalaman dalam kurun waktu ini tidaklah merusak tampilan situs walaupun dilakukan kompresi dan minify.

Kami harap memudahkan ??

sumber : utekno.com