Modus penipuan asuransi JNE

Posted on

Sedikit share saja diantara modus penipuan yang mengatasnamakan JNE dan memanfaatkan ketidaktahuan buyer kepada perhitungan asuransi JNE. Kadang dikombinasikan pada adanya pajak dari barang elektronik yang dikirimkan dari Batam.

Sebelumnya bandingkan dulu, apakah belanjaannya memenuhi syarat berikut:

  • Harga barangnya kelewat murah. Malah masuk pada ranah ga masuk akal. 2611
    Tips: Bandingkan pada yang sangat murah pada Tokopedia/BukaLapak.
  • Dihubungi oleh oknum yang mengatasnamakan petugas JNE bahwa guna menjamin ini bukan barang ilegal/black market (atau alasan apapun) karenanya butuh asuransi. Ini cuma proses verifikasi, dan pada 15 menit akan dikembalikan. 2611
  • Atau pada alibi bahwa ada pajak yang butuh dibayarkan guna barang tersebut, sebab ini barang Batam yang terkenal murahnya. 2611
  • Transfernya menuju rekening pribadi bukan atas nama perusahaan. 2611

Pesanannya telah memenuhi 1 atau lebih dari ciri – ciri diatas? Kalau semacam itu kami hanya dapat menyampaikan kabar buruk bahwa ini kemungkinan besar yakni penipuan.

Kenapa? Akan kami jelaskan satu per satu.

  • Barang elektronik pada Batam memang murah, tapi tak semurah dia pun. Rata – rata sangat 30% lebih murah dari pasaran. Tak percaya? Dapat cek Tokopedia/BukaLapak dan search seller yang domisili Batam.
  • JNE tak pernah menghubungi penerima guna meminta uang atau dana tambahan. Pembayaran yakni tanggung jawab penuh pengirim, dan tak ditagihkan oleh JNE pada buyer. Ingat JNE dia ekspedisi, mereka tak peduli barangnya dia transaksi apa, yang urgen ongkir dibayar dan barangnya akan dikirimkan.
  • Berapa biaya asuransi JNE? Termasuk murah: Yakni 0.2% dari nilai barang + Rp. 5.000. Ya, cuma nol koma dua persen dari harga barang yang dibeli. Kalau sahabat ditagihkan telah pada angka ratusan ribu karenanya patut curiga. Tak percaya? Ini sumbernya asli dari JNE: https://www.facebook.com/JNEPusat/posts/773354692715242
  • Dan tak ada ceritanya asuransi dibayarkan akan dikembalikan pada 15 menit. Mohon tarik nafas dulu dan menenangkan diri. Bikin apa uangnya kalau akhirnya (katanya) dikembalikan segera?
  • Pajak. Pada Batam memang ada FTZ dan pengiriman keluar wilayah Riau akan dikenai pajak sebesar 17.5% dari nilai barang. Kalaupun buyer terkena ini, dari seller yang terpercaya telah menjumlah berapa total tagihannya pada buyer. Bukan dari JNE yang menagihkan, kewajiban mereka cuma mengirimkan barang. Ingat, klien JNE dia pengirimnya sebab mereka yang bayar, bukan penerimanya.
  • Apalagi kalau telah diminta transfer pada rekening lain dan milik pribadi. Ini telah lampu merah.

Bagaimana kalau telah terjadi? Tak ada tutorial mengunduh uangnya kembali sayangnya. Cuma dapat diikhlaskan dan diterima jadi pembelajaran.

Guna mencegah resiko penipuan, lebih bagus seller diminta membuka lapaknya pada Tokopedia/BukaLapak. Bukan promosi atau kenapa, tapi pembayaran gunakan program escrow (rekber), dimana uangnya baru diteruskan pada seller kalau barangnya telah diterima buyer akan menjamin keamanan belanjanya.

sumber : utekno.com